Kehidupan

Tutur Kata

Selasa, 31 Agu 2010

Bagaimanakah kamu berbicara pada orang lain? Pernahkah kamu merasa yang kamu ucapkan menyakitkan hati orang lain? Kalau kamu menjawab pernah, itu menunjukkan bahwa kamu adalah manusia biasa yang bisa berbuat salah. Kalau kamu menjawab tidak pernah, itu menunjukkan juga bahwa kamu adalah manusia biasa yang bisa berbuat salah, terutama karena kamu kurang peka dengan perasaan orang lain.

Pernahkah perasaanmu dilukai oleh orang lain karena kata-kata yang dia ucapkan? Mungkin bukan kata-kata makian, tetapi kata-kata itu mengandung ketidak mengertian, asumsi yang salah, penghakiman, dan banyak hal negatif lainnya. Seringkali itu tidak dengan mudah dibuang dari dalam hatimu.

Credits: 
4

Hak dan Kewajiban Allah

Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: Mengapakah engkau membentuk aku demikian? Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa? -- Roma 9:20-21

Allah adalah pencipta manusia. Sebagai pencipta, Allah punya hak penuh terhadap ciptaanNya. Allah boleh melihat-lihat dan mengamati kamu. Allah juga boleh menyuruh-nyuruh kamu sekehendak hatiNya. Mengapa? Karena Ia adalah penciptamu.

Bahkan, Allah juga berhak melakukan terhadapmu hal-hal yang tidak mungkin kamu setujui. Allah berhak untuk membuangmu tanpa alasan. Allah juga berhak untuk menghancurkanmu tanpa alasan. Allah juga berhak menggantimu dengan yang baru ketika kamu rusak.

Lho! Mana bisa begitu! Nggak boleh dong!

5

Nggak pakai helm juga nggak apa-apa

Rabu, 18 Agu 2010

Saya sudah mengendarai sepeda motor setiap hari selama 20 tahun, dan tidak pernah memakai helm. Nggak kenapa-napa tuh.

Kalimat yang tidak asing di telingamu? Atau, bahkan kamu sendiri yang mengatakannya? Berhati-hatilah dengan apa yang kamu anggap tidak apa-apa. Kalimat semacam itu sering muncul dalam berbagai bidang kehidupan yang menyangkut kecelakaan.

Saya nggak pernah memakai seatbelt, nggak pernah kecelakaan kok.

Buat apa beli pemadam api? Toh dari dulu tidak pernah kebakaran.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati.

4.5

Sebenarnya kamu baik atau jahat?

Selasa, 17 Agu 2010
Budi
Moni, kamu sebaiknya minum obat ini.
Monika
Tidak ah, aku tidak suka minum obat.
Budi
Aku menasehati kamu demi kebaikan kamu.
Monika
Tidak mau.
Budi
Oke. Terserah. Aku sumpahin kamu tambah parah.
Credits: 
4

Kebaikan apa yang sering kamu abaikan?

Rabu, 11 Agu 2010

Apakah kamu baik terhadap orang lain?

Kalau kamu disuruh mendaftar kebaikan apa saja yang kamu lakukan untuk orang lain, apa yang akan kamu tulis?

5

Berhak bodoh, tidak berhak pintar

Kamis, 20 Nov 2008

Orang sering berpikir dengan cara yang aneh:

  • Di tempat Bomi bekerja, setiap karyawan yang bepergian disediakan uang transport. Bomi beberapa kali pergi dengan kendaraan sendiri, tetapi tidak mau mengambil uang transport yang telah disediakan perusahaan. Maka teman-temannya menghinanya, Goblok kamu Bom, kan sudah disediakan uang transport!
  • Joni bekerja sebagai karyawan pada sebuah operator jaringan telepon seluler. Ia menemukan celah yang memungkinkannya untuk menelepon tanpa membayar satu rupiah pun. Teman-temannya memujinya, Joni, kamu pintarrr! Kalau saja aku bisa seperti kamu!

Jadi:

  • Kalau ada orang memiliki hak, dan ia tidak gunakan hak itu, ia dianggap bodoh.
  • Kalau ada orang yang tidak memiliki hak, dan ia merebut apa yang tidak menjadi haknya, orang itu dianggap pintar.
0

Uang adalah yang terpenting

Sabtu, 7 Jun 2008
Anang
Dalam hidup ini yang terpenting bukan uang.
Joko
Kenapa?
Anang
Banyak hal yang lebih penting daripada uang.
Joko
Misalnya?
Anang
Misalnya kesehatan. Manusia tidak mungkin membeli kesehatan.
Joko
Siapa bilang? Kalau kamu sakit, kamu perlu uang untuk berobat ke dokter. Berarti kamu sedang menukarkan sejumlah uang untuk sebuah kesehatan. Kalau kamu tidak punya uang, maka kamu tidak bisa memperoleh hal itu.
Credits: 
5

Aku mencintai Esau...

Tuhan memerintahkan kita untuk mencintai sesama kita. Jadi, kamu bisa membuat Tuhan senang dengan cara mencintai sesamamu. Tetapi tidak semua cintamu membuat Tuhan senang. Ada cinta yang tidak seperti yang Tuhan inginkan. Seperti apa itu? Kamu bisa coba belajar dari kehidupan Ishak.

Ishak adalah seorang yang dipilih Tuhan untuk meneruskan berkat Abraham. Ishak ini adalah seorang anak satu-satunya yang diberikan Allah kepada Abraham dan Sara1, dan Ishak ini adalah anak yang dijanjikan Tuhan. Melalui garis keturunan Abraham-Ishak, Tuhan akan menurunkan berkat bagi bangsa-bangsa di sekitar mereka, bahkan seluruh dunia, bahkan seluruh umat manusia sepanjang masa.


  1. Kejadian 16:15-16, Kejadian 25:1-6 - Ada anak-anak yang lain, tetapi bukan dari Sara. 

0

Siapakah yang kasihan?

Minggu, 11 Nov 2007

Sejumlah besar orang mengikuti Yesus, di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! - Lukas 23:26-28

Seandainya kamu disiksa, diikat di tengah lapangan sekolah yang panas, kemudian kamu dicambuki hingga berdarah-darah, kemudian luka-lukamu ditaburi garam, cuka dan belatung, dan kamu tidak bisa menolong diri sendiri, dan ini bukan sulap. Tentunya kamu berharap ada orang yang akan kasihan dan menolong kamu.

5

Toh nanti nggak kepake...

Minggu, 5 Agu 2007

Buat apa sih belajar beginian? Toh nanti kalau kerja nggak kepake.

Apakah kalimat di atas cukup familiar di telinga kamu? Saya yakin sebagian besar kamu yang membaca tulisan di atas akan merasa: Wah, gue banget tu! Termasuk saya (pada zaman dahulu kala), juga berpikir seperti itu. Lho, memangnya kenapa? Ada yang salah?

Bagi sebagian besar dari kita, menjadi murid sekolah memang luar biasa menderita. Kamu dipaksa bekerja keras: membaca, menghafal, berpikir, membuat PR, dan sebagainya, yang kebanyakan adalah hal yang tidak kamu sukai.

Credits: 
0