Search form

Suster N

Tolonglah Bu Natania untuk menyelamatkan anak-anak panti asuhan.

Audience

Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Panti asuhan yang biasanya begitu indah, semarak dengan tawa anak-anak, sekarang bagaikan neraka yang menakutkan...

Namaku Natania. Aku adalah seorang suster. Karena namaku panjang, orang-orang memanggilku suster N.

Hari itu adalah hari yang tidak akan pernah terlupakan. Aku bermaksud untuk mengunjungi tanteku sewaktu aku melihat asap yang membubung tinggi dari panti asuhan miliknya. Belum sempat menyadari apa yang terjadi, aku langsung turun dari mobilku dan berlari menuju panti asuhan itu.

Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Panti asuhan yang biasanya begitu indah, semarak dengan tawa anak-anak, sekarang bagaikan neraka yang menakutkan dengan api yang menjilat-jilat.

Belum sempat aku putus asa, belum sempat aku menangis, aku mendengar jeritan minta tolong dari balik tembok berapi itu. Hanya beberapa detik yang kumiliki untuk memutuskan apa yang hendak kulakukan. Di tempat ini tidak ada sinyal untuk komunikasi. Satu-satunya telepon yang terhubung ke jaringan hanyalah yang ada dalam bangunan itu. Untuk pergi meminta pertolongan akan memakan waktu yang sangat lama. Maka aku putuskan, aku sendiri yang masuk ke dalam. Kalaupun aku gagal, setidaknya peluang berhasil masih lebih besar daripada mengharapkan pertolongan dari luar.

Aku mengetahui bahwa bangunan itu terdiri dari tiga (3) lantai. Pada masing-masing lantai terdapat lima (5) kamar. Dan berdasarkan pengalaman yang aku miliki sebagai suster, jeritan-jeritan itu pasti berasal dari empat (4) kamar yang berbeda. Supaya pertolonganku lebih terarah, aku harus melakukan perhitungan singkat.

  1. jawaban

    Berapakah peluang bahwa keempat kamar itu ada di lantai pertama?

  2. jawaban

    Berapakah peluang bahwa tidak keempatnya ada di lantai pertama?

  3. jawaban

    Berapakah peluang bahwa dua kamar ada di lantai 1, dan dua kamar di lantai 2?

  4. jawaban

    Berapakah peluang bahwa minimal 3 kamar di lantai 3?

  5. jawaban

    Berapakah peluang bahwa terdapat sebuah kamar di lantai 1, atau sebuah kamar di lantai 3?

  6. jawaban

    Apakah kejadian di nomor sebelumnya bersifat mutually exclusive?

Ternyata lantai pertama kosong. Aku harus menuju ke lantai dua. Ini perjalanan yang sulit sekali. Tangga kayu yang kunaiki terbakar sebagian! Tetapi aku tetap harus naik ke lantai dua. Aku berusaha melewati tangga itu, tetapi aduh! Tidak! Kakiku terperosok ke bagian yang rapuh. Aku mendengar suara tulang patah. Sepintas dalam pikiranku terlintas pikiran bahwa aku tidak akan berhasil. Tetapi aku tetap berusaha. Walaupun tidak bisa lagi berjalan, aku tetap bisa ngesot. Maka aku ngesot menjelajahi seluruh lantai dua. Dan ternyata ini tidak sia-sia. Jeritan minta tolong menjadi semakin jelas, semuanya berasal dari lantai dua. Ternyata mereka terkunci dalam empat di antara lima kamar ini.

  1. jawaban

    Berapa peluang bahwa mereka ada di empat kamar pertama yang aku temui?

Sekarang aku harus mencari kunci untuk membuka pintu. Di ujung lorong terdapat satu kotak penuh kunci. Seingatku, seluruh kamar di lantai dua dapat dibuka menggunakan cukup satu kunci saja. Maka dengan susah payah aku mencari kunci tersebut. Pertama aku mengambil sebuah kunci, lalu terjatuh kembali ke dalam kotak. Aku mengambil sebuah kunci lagi untuk kedua kalinya. Aku mengetahui bahwa peluang kunci pertama adalah kunci yang benar adalah . Kemudian aku juga mengetahui bahwa peluang kunci pertama atau kunci kedua yang benar adalah . Kedua kejadian tersebut adalah independent, tetapi tidak mutually exclusive.

  1. jawaban

    Berapakah peluang bahwa kunci yang kedua adalah kunci yang benar?

Sambil aku ngesot, aku memandu mereka keluar. Mereka berhasil. Mereka semua bisa keluar dari jendela di lantai dua, turun melalui pohon besar di belakang rumah yang belum terbakar. Belakangan aku baru tahu bahwa mereka sengaja dikurung di sana.

Menurut cerita yang aku dengar, aku terluka parah dan koma selama tiga bulan. Tetapi satu hal yang aku ingat, ketika aku tersadar, aku melihat sebuah karangan bunga yang cantik di samping tempat tidurku, dengan sebuah kartu bertulisan tangan:

Suster ngesot
pahlawan idola anak-anak.

Beri tanggapan