Search form

Berburu harta karun

Tolonglah kami untuk mencari harta karun peninggalan dinasti Sailendra.

Audience

Kami adalah sekelompok arkeolog amatir. Kami sedang mencari harta karun peninggalan dinasti Sailendra. Harta karun itu tersimpan dalam sebuah candi yang sampai saat ini belum dikenal orang, karena belum ada publikasi mengenai hal ini. Candi ini masih terkubur dalam tanah, lokasinya di sebelah barat Borobudur, kolinear dengan candi Borobudur, Pawon, dan Mendut.

Petunjuk yang kami miliki hanyalah teka-teki pada lempengan batu yang telah kami terjemahkan dalam bahasa Indonesia:

Cahaya menyingkap rahasia(p) atau bulan tidak mulai redup.
Jika dan hanya jika masuk dari selatan(r), cahaya akan menyingkap rahasia.
Bulan mulai redup(q).

Bolehkah kami simpulkan bahwa masuknya dari selatan? Bisakah kamu menolong kami menentukan valid tidaknya penarikan kesimpulan kami menggunakan tabel kebenaran?

Setelah berhari-hari tim kami menggali, akhirnya kami berhasil menemukan pintu masuk. Di sana terdapat sebuah lorong yang sangat panjang dan miring ke bawah, berujung pada sebuah ruang raksasa yang di dalamnya terdapat semacam panggung berbentuk persegi. 10 meter di atasnya terdapat celah kecil yang melaluinya sinar bulan bisa masuk pada waktu tertentu. Hari ini bulan sedang purnama, dan dalam waktu beberapa menit sinarnya akan masuk, dan panggung tersebut akan memunculkan pola rahasia yang merupakan petunjuk lebih lanjut.

Ah! Polanya mulai muncul. Tersebar dalam 8 arah mata angin seperti yang ditunjukkan pada gambar. Kok rasa-rasanya pernah melihat gambar-gambar ini ya? Ah, sudahlah. Kita harus segera menggunakannya sebelum sinarnya mulai redup.

Di sebelah barat, utara, dan timur dari lantai tersebut terdapat pintu. Ketiga pintu ini adalah pintu untuk menuju ke lantai dasar, tempat harta disimpan. Dari ketiga pintu tersebut, ada dua pintu yang lorongnya dihuni oleh makhluk peliharaan raja Sammaratungga, yaitu Singtadati. Artinya singa yang tak dapat mati. Singa-singa itu sangat buas dan selalu lapar, maka kita harus bisa menentukan pintu yang mana yang tidak ada singanya.

Di setiap pintu terdapat teka-teki yang menunjukkan di dalam lorong itu ada Singtadati atau tidak.

Pintu Barat

Jika Singtadati tidak di sini, maka nafsu manusia tidaklah penting.
pada arah Barat Laut, atau nafsu manusia penting.

Adakah Singtadati di sini? Buatlah diagram untuk menarik kesimpulannya. Tuliskan premis pertama hingga terakhir dalam bentuk simbol, urut dari kiri ke kanan, tambahkan juga premis yang diperlukan namun belum disebut.

Pintu Utara

Singtadati di sini atau mata jiwa tak dapat melihat.
Mata jiwa dapat melihat atau pada arah utara.

Adakah Singtadati di sini?

Pintu Timur

Jika Singtadati di sini, maka bahagia mungkin dicapai.
Jika nama tidak bermakna, berarti bahagia tak mungkin dicapai.
adalah pada arah tenggara, atau nama tidaklah bermakna.

Adakah Singtadati di sini?

Pintu aman

Jadi, yang manakah pintu yang aman kami lewati karena tidak ada singa?

Teka-teki terakhir

Ternyata, untuk membuka pintunya, kami harus menginjak satu dari dua tombol, yang tulisannya adalah YA dan TIDAK. Untuk mengetahui kami harus menekan tombol apa, di atasnya terdapat teka-teki.

Makhluk tidak bahagia, maka tempat tinggi membuat jatuh.
Tanah tidak bernyanyi, maka terdapat di utara.
Penderitaan itu tidak baik atau makhluk tidak bahagia.
Jika tanah bernyanyi, maka tempat tinggi tidak membuat jatuh.
Apakah penderitaan itu baik?

Terima kasih karena telah membantu kami. Kami sekarang sedang menuju lantai dasar, dan ini adalah pintu paling aman menuju ke bawah. Segera setelah kami masuk, pintu tertutup sendiri. Berarti nanti kami harus memikirkan lagi jalan keluarnya.

Tunggu. Suara apa itu yang mendesis? Waduh, ternyata walaupun lorong ini tidak dijaga oleh Singtadati, namun ada Ulbestadatitesvar – ular besar yang tak dapat mati tetapi selalu lapar.

Beri tanggapan