0 (1) | 1 (1) | 5 (1) | A (23) | B (10) | C (6) | D (8) | E (5) | F (6) | G (4) | H (3) | I (4) | J (1) | K (16) | L (6) | M (10) | N (3) | O (2) | P (23) | R (1) | S (15) | T (14) | U (1) | V (2) | W (2) | Y (1)

Murka Allah 1: Allah marah pada manusia berdosa

18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. - Roma 1:18-20

Murka Allah 2: Manusia menindas kebenaran dengan kejahatan

Mengapa manusia yang jahat bisa menindas fakta bahwa Allah ada? Apa hubungannya? Saya mengerti hal ini dari percakapan antara dua orang profesor berikut.

Suatu ketika seorang profesor, namanya Ron Carlson, selesai memberikan ceramah mengenai kesalahan-kesalahan Darwinisme, yaitu ajaran Darwin tentang evolusi. Lho kok tadi ngomongin Allah ada kok nyambungnya Darwinisme? Karena filosofi dalam Darwinisme menolak adanya Allah. Nah, Ron Carlson makan sambil berbincang-bincang dengan seorang profesor biologi yang menghadiri ceramahnya. Carlson bertanya kepadanya, Bagaimana menurutmu ceramahku tadi?

Yah, yang kamu ngomong tadi benar dan sangat masuk akal. Tapi saya tetap akan mengajarkan Darwinisme.

Murka Allah 3: Hukuman Allah bagi Manusia

Sering orang mengajukan suatu keberatan, kalau Allah ada, mengapa kok kita melihat orang-orang banyak yang menderita? Kalau Allah memang baik, mengapa Allah membiarkan kita menderita?

Kita sering cuma lihat dari satu sisi. Bukankah kalau orang tuamu atau gurumu memarahimu, kamu sering merasa kalau mereka tidak berhak memarahimu? Kita selalu merasa diri kita tidak seharusnya dimarahi. Kita selalu merasa diri kita yang dirugikan. Tetapi bagaimana kalau kamu bertukar posisi dengan mereka? Kamu baru akan mengerti, mengapa mereka marah. Begitu juga dengan Allah. Kita sering cuma melihat dari sisi manusia berdosa yang sedang dihukum Allah. Kita hanya bisa protes dan mengkritik Allah begini begitu. Kita tidak pernah coba memahami, mengapa Allah sampai menghukum manusia. Kita tidak pernah mencoba memahami, apa yang sebenarnya telah manusia lakukan sehingga manusia dihukum Allah.

Makhluk apakah yang dinikahi Kain?

Manusia pertama adalah Adam, Hawa, Kain dan Habel.

Kain menikah. Lalu makhluk apakah yang dinikahi Kain?

Murka Allah 4: Kebenaran itu sudah nyata

18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

Ini adalah keempat kalinya saya membicarakan ayat ini1.


  1. Tulisan ini (dan semua tulisan dalam seri ini) adalah bahan renungan pagi (benar. renungan pagi.) untuk dibacakan di sekolah tempat saya mengajar. 

Menuliskan bilangan

Sebelumnya kamu telah belajar menuliskan teks ke monitor. Kamu juga bisa menuliskan bilangan.

begin
  writeln(142857);
  writeln(-3.141592654);
end.

Ketika menuliskan bilangan, kamu tidak perlu memakai tanda 'kutip'. Tetapi kalau kamu menggunakan tanda kutip juga, tidak menjadi masalah. Bilanganmu tetap bisa ditampilkan.

begin
  writeln('142857');
  writeln('-3.141592654');
end.

Adakah perbedaannya? Sepertinya tidak ada ya. Tetapi sebenarnya ada.

Misleading Vividness

Misleading vividness lebih bersifat pengaruh psikologis daripada kesalahan penalaran logis. Ini terjadi ketika kamu menekankan suatu kasus pengecualian secara mendetil dan jelas sekali. Biasanya dilakukan dengan harapan agar orang lain terpengaruh secara psikologis.

- Dialog: Olah raga - Bu Marni: Seharusnya pelajaran olahraga ditiadakan. Bu Mirna: Lho, kenapa? Bu Marni: Si Bona waktu itu ikut pelajaran olahraga. Disuruh lari keliling lapangan. Waktu dia lari, tiba-tiba jatuh kesandung batu. Mukanya kena potongan besi, sampai luka parah.

Mengapa mempelajari logika?

Banyak ilmu yang kita pelajari, sebenarnya secara alami kita sudah melakukannya. Sebelum kamu belajar ilmu mengenai olah raga, kamu sudah berlari-lari, loncat-loncat, bergelantungan, dan dihajar orang tuamu karena berlari-lari hingga menjatuhkan pot mahal berisi tanaman Adenium. Sebelum kamu belajar teori musik, kamu sudah bernyanyi hingga dimaki-maki tetangga sebelah. Lalu, kalau sudah bisa, untuk apa mempelajari ini semua?

Kita perlu mempelajari ilmu logika, karena:

  • Kemampuan alami kita sangat tidak tajam.

Mesin Cuci

Applet ini menampilkan sejumlah lingkaran[^1] yang berputar-putar sendiri. Warna (hue) dari lingkaran ini berubah-ubah seiring berjalannya waktu.

Pergerakan mouse akan mengakibatkan gambar menjadi terang sampai mouse berhenti bergerak.