Kesesatan ekuivokasi terjadi ketika kamu menggunakan kata yang sama untuk dua maksud yang berbeda.
Kemarin ketika hari belum malam1 saya bermain malam2.
“Malam” yang pertama artinya malam hari, sedangkan “malam” yang kedua artinya mainan serupa lilin yang bisa dibentuk macam-macam.
Biasanya ekuivokasi yang dikatakan oleh dua orang dapat menjadi perdebatan konyol yang tak dapat diselesaikan.
- Dialog: Bertengkar karena malam -
Bomi: Agar sukses, kita harus menjadi orang yang bermimpi.
Mila: Mana bisa, kalau bermimpi artinya tidak berbuat apa-apa