0 (1) | 1 (1) | A (23) | B (10) | C (6) | D (8) | E (5) | F (6) | G (4) | H (3) | I (3) | J (1) | K (16) | L (6) | M (10) | N (2) | O (2) | P (22) | R (1) | S (13) | T (14) | U (1) | V (2) | W (2) | Y (1)

Aku mencintai Esau...

Tuhan memerintahkan kita untuk mencintai sesama kita. Jadi, kamu bisa membuat Tuhan senang dengan cara mencintai sesamamu. Tetapi tidak semua cintamu membuat Tuhan senang. Ada cinta yang tidak seperti yang Tuhan inginkan. Seperti apa itu? Kamu bisa coba belajar dari kehidupan Ishak.

Ishak adalah seorang yang dipilih Tuhan untuk meneruskan berkat Abraham. Ishak ini adalah seorang anak satu-satunya yang diberikan Allah kepada Abraham dan Sara1, dan Ishak ini adalah anak yang dijanjikan Tuhan. Melalui garis keturunan Abraham-Ishak, Tuhan akan menurunkan berkat bagi bangsa-bangsa di sekitar mereka, bahkan seluruh dunia, bahkan seluruh umat manusia sepanjang masa.


  1. Kejadian 16:15-16, Kejadian 25:1-6 - Ada anak-anak yang lain, tetapi bukan dari Sara. 

Allah PL tidak dewasa?

Beberapa orang yang saya kenal sering menuduh Tuhan di perjanjian lama sebagai Allah yang pemarah dan sadis. Memang sepintas kelihatannya seperti itu. Di Perjanjian Lama Allah seperti belum dewasa dan sering ngambek. Beda sekali dengan figur Allah di perjanjian baru yang sepertinya lebih matang, lebih dewasa, sabar, berlapang dada, dan rendah hati. Mengapa bisa begini ya?

Adil vs. Murah hati

Suatu hari Tuhan Yesus memberikan perumpamaan untuk menjelaskan seperti apa Kerajaan Surga. Ini diumpamakan seperti seorang pemilik kebun anggur yang mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Ia pergi dan menemukan orang-orang yang mau bekerja. Mereka bernegosiasi dan akhirnya sepakat dengan harga 1 dinar untuk hari itu. Sementara mereka bekerja, tuan itu merekrut orang-orang lain yang sedang menganggur, untuk bekerja di kebunnya. Ada yang direkrut dari siang hari, ada juga yang baru sore hari dipanggil.

Saya membayangkan apa yang akan dialami oleh sang pemilik kebun anggur, jika ia hidup pada zaman ini, di Indonesia. Bukankah ia adalah seorang yang sangat tidak adil, memberikan bayaran yang sama, baik kepada orang yang telah bekerja seharian, maupun kepada orang yang bekerja hanya satu jam saja? Bagaimana jika suatu hari gurumu mengatakan, “Baiklah anak-anak, karena saya sedang senang hati, ulanganmu yang terakhir saya beri nilai 100 semua.” Kamu yang waktu itu tidak belajar akan begitu gembiranya hingga memukul-mukulkan kepalamu ke tembok. Tetapi bagaimana perasaanmu jika kamu telah belajar dengan keras selama dua bulan hingga tidak makan maupun minum?

Allah membuat neraka = Allah kejam?

Domi
Allah adalah Allah yang jahat!
Kuma
Mengapa kamu berkata seperti itu, Domi?
Domi
Karena Allah menciptakan neraka. Kalau Allah baik, maka Allah tidak akan menciptakan neraka. Mengapa Allah harus menghukum manusia sekejam itu? Allah jelas-jelas tidak punya kasih.
Credits: 

Gambar makhluk-makhluk lucu ini berasal dari fasticon.com.

Amsal

Tahukah kamu beda antara orang pintar dan orang bodoh? Itu semua tertulis dalam kitab Amsal - kitab yang penuh dengan tulisan-tulisan bijaksana.

Apa keunikan kitab Amsal?

Kalau kamu pernah membaca seluruh kitab-kitab dalam Perjanjian Lama Alkitabmu, kamu akan menemukan beberapa kitab yang genrenya sangat lain sekali, seperti Rut, Ester, Amsal, Pengkotbah, dan Kidung Agung. Amsal punya keunikan tersendiri, karena Amsal berisi nasehat-nasehat yang praktis. Nasehat-nasehat ini mudah dimengerti dan bisa langsung kamu pakai untuk hidup sehari-hari. Kitab Amsal tidak berbicara tentang tata cara beribadah ataupun perjanjian (kovenan) antara Allah dan manusia. Kitab Amsal juga tidak membicarakan doktrin-doktrin yang dalam, juga tidak ada nubuat nabi di dalamnya.

Amfiboli

Berbeda dengan ekuivokasi, kalau kamu mengatakan sesuatu yang bisa ditafsirkan berbeda-beda (ambigu), itu akan bisa memunculkan kesimpulan yang jauh dari yang kamu harapkan. Ini disebut kesesatan amfiboli.

Bentuk
Si x mengatakan P
Si y mengira P adalah P’
P’ dan bukan P

Marilah kita menghapuskan semua peraturan sekolah yang tidak berguna itu.

Apa yang akan dihapuskan? Semua peraturan sekolah? Atau hanya peraturan sekolah yang tidak berguna?

Ad hominem

“Apakah karena saya Kristen, maka Kristen itu benar, atau apakah karena Kristen itu benar, maka saya menjadi Kristen?”
-- Pdt. Stephen Tong

Kesesatan ad hominem didasarkan pada emosi tertentu yang kita miliki terhadap seseorang. Misalnya, karena kita benci terhadap seseorang, maka semua yang ia katakan kita anggap salah. Sedangkan ada orang lain yang kita kagumi, maka semua yang ia katakan kita anggap benar.

Ad verecundiam

Kalau dalam ad hominem argumen didasarkan pada perasaan kita terhadap seseorang, maka pada ad verecundiam kita berargumen berdasarkan otoritas seseorang atau sesuatu hal.

Bentuk penalarannya
x menyebutkan P
x adalah sesuatu/seseorang yang memiliki otoritas dalam bidang itu.
P benar

Contoh:

“Menurut para ahli, air heksagonal baik untuk kesehatan. Berarti pasti baik.”

Ingatlah bahwa fallacy tidak mutlak harus dihindari.

Ad populum

Ini adalah argumen yang didasarkan pada banyaknya orang yang mempercayai sesuatu. Bentuk penalarannya seperti ini:

Bentuk
Banyak orang mempercayai P
∴ P benar

Contoh:

“Banyak yang mempercayai bahwa free-sex adalah hal yang baik, bahkan banyak yang melakukannya. Berarti free-sex memang baik.”

“Hampir semua orang di sekolah bilang kalau mereka sudah jadian. Berarti mereka memang sudah jadian.”

“Banyak orang yang percaya Tuhan tidak ada.

Ad novitatem

Orang seringkali menganggap bahwa yang paling baru adalah yang paling benar. Ini disebut argumentum ad novitatem.

Bentuk
P baru
P benar/paling baik

Contoh:

Komputer ini dikeluarkan tahun 2007. Yang itu 2003. Pasti yang ini lebih baik.

Seringkali ini diwujudkan dengan sikap mengikuti tren yang paling baru, tanpa menguji apakah itu benar/tidak, dan tanpa menguji apakah itu sesuai dengan dirinya atau tidak.

Berlawanan dengan argumentum ad novitatem adalah argumentum ad antiquitatem.

Ad antiquitatem

Kalau ad novitatem menganggap yang baru paling baik, maka ad antiquitatem menganggap yang semakin lama semakin baik.

Bentuk
P sudah lama
P benar/paling baik

Contoh:

“Mengapa kamu tidak mau mengubah kemasan produkmu?”
”Sudah sejak 1818 kami turun temurun menggunakan kemasan ini. Ini adalah yang terbaik.”

Tidak tentu ad antiquitatem selalu salah. Misalnya, karena kemasan produk tertentu sudah menjadi trademark, maka jika diubah menuruti selera zaman mungkin malah jadi tidak laku.

Ad ignorantiam

“Absence of evidence is not evidence of absence.”

Ad ignorantiam adalah argumen yang disusun berdasarkan ketidakmampuan membuktikan sesuatu, sehingga sesuatu itu dianggap tidak benar.

Bentuk
P tidak dapat ditunjukkan kebenarannya
∴ P salah

Contoh:

Ruri
Aku tidak percaya kalau di dunia ini ada hantu.
Enjel
Lho, kenapa?
Ruri
Karena sepanjang hidupku aku tidak pernah lihat hantu.

Seandainya kamu hendak membuktikan ada kehidupan di planet lain, dan ada 1 milyar planet di alam semesta (misalnya) tidak termasuk Bumi.

Ad baculum

Baculum berarti tongkat. Argumentum ad baculum berarti argumen yang didasarkan atas ketakutan bahwa ia akan “dipukul pakai tongkat”.

Bentuk
Jika si x tidak setuju P, maka Q
Q merupakan ancaman terhadap x.

Ad nauseam

Argumentum ad nauseam atau argumen berdasarkan pengulangan adalah argumen yang didasarkan pada seringnya suatu pernyataan didengar. Biasanya digunakan dalam politik. Misalnya, untuk menyatakan bahwa semua orang yang menggunakan kawat gigi harus dibakar, maka seseorang menyiarkan hal itu (ini disebut propaganda) dalam berbagai bentuk secara berulang-ulang.

Affirming a disjunct

Ketika kamu mengatakan, “saya bisa ke sekolah atau ke warnet.”, apakah yang kamu maksud:

Saya bisa ke sekolah saja, atau saya bisa ke warnet saja, tetapi tidak mungkin pergi ke kedua tempat tersebut;

Ataukah yang kamu maksud:

Saya bisa ke sekolah saja, bisa juga ke warnet saja, tetapi bisa juga sekaligus pergi ke kedua tempat tersebut (misalnya, warnetnya terdapat di dalam sekolah).

Nah, kata “atau” di sini bisa memiliki arti eksklusif maupun **inklusif*

Affirming the consequent

Dalam sebuah implikasi ab, a disebut sebagai anteseden, dan b disebut sebagai konsekuen. Penarikan kesimpulan yang logis dari setiap implikasi dapat berbentuk:

Modus Ponens
AB
A
B (modus ponens)

atau

Modus Tollens
AB
¬ B
∴ ¬ A (modus tollens)

Kedua bentuk penalaran ini adalah logis.

Appeal to Probability

“Whatever can go wrong, will go wrong.” (Murphy’s Law)

Ada hal-hal yang mungkin terjadi, ada hal-hal yang tidak mungkin terjadi, dan ada hal-hal yang pasti akan terjadi.

Ketika kamu menyimpulkan, bahwa karena suatu hal mungkin terjadi, pasti itu akan terjadi, kamu telah membuat suatu kesimpulan yang terlalu berani. Mengapa? Jelas, karena sesuatu yang mungkin terjadi belum tentu terjadi.

Apa itu logika?

Carilah definisi logika di google, kamu akan menemukan definisi yang bermacam-macam. Membuat definisi tidak mudah. Tetapi jika kita sarikan, sebagian besar definisi logika berbicara mengenai cara berpikir. Maka dalam e-buku ini saya memberikan definisi sederhana sebagai berikut.

Logika
Aturan-aturan mengenai bagaimana menarik kesimpulan yang sah dari sejumlah informasi.
Ilmu logika
Ilmu yang mempelajari aturan-aturan untuk menarik kesimpulan yang sah dari sejumlah informasi.

Saya membedakan antara logika dengan ilmu logika.

Asam Amino

Sejumlah asam amino bergabung menjadi satu rantai asam amino, itu namanya polipeptida. Polipeptida yang menjadi bahan dasar membangun segala sesuatu dalam tubuh makhluk hidup disebut protein.

Ini adalah soal-soal counting dalam bidang kombinatorik. Di dalamnya mencakup counting principles, permutasi, kombinasi, serta notasi faktorial. Silahkan coba mengerjakannya, dan tekan tombol Kirim di bawah untuk melihat benar tidaknya jawabanmu.

Aurelia dan Joselin

Hai teman-teman! Namaku Aurelia. Aku seekor ubur-ubur yang lucu. Aku punya teman seekor gurita bernama Joselin, yang setiap saat ia makan dan tidur.

Ini adalah soal-soal logika matematika, mengenai penarikan kesimpulan. Silahkan coba mengerjakannya.

Abraham's Blessing

Berkat Abraham diberikan melalui garis keturunan Abraham - Ishak - Yakub. Keturunan Yakub menjadi 12 suku bangsa Israel, dan dari salah satu suku tersebut, yaitu suku Yehuda, lahir Yesus Kristus yang adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Melalui Kristus semua bangsa dibawa kembali kepada Allah.

About

Tujuan dibangun website ini adalah untuk membahas berbagai macam bidang (yang dikuasai penulis) secara integratif. Bukan berdiri sendiri tanpa hubungan dengan yang lain, dan sebisa mungkin diberi sudut pandang berdasarkan Firman Tuhan.

Tulisan-tulisan dalam blog ini tidak netral, melainkan dipandang dari sudut iman Kristen.