Search form

Buah pengetahuan

Buah pengetahuan yang baik dan yang jahat.

Audiens

Buah apakah yang paling menggoda manusia?

Buah apel?
Bukan.
Buah durian?
Bukan.
Buah pear?
Bukan.
Buah dada?
Bukan juga.

Buah yang paling menggoda mungkin bisa dibilang, buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Buah pengetahuan yang baik dan yang jahat adalah buah misterius yang dicatat dalam kitab Kejadian.

Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. (Kejadian 2:17)

Buah pengetahuan yang baik dan yang jahat adalah buah yang sangat misterius. Kamu tidak akan bisa menemukannya di manapun pada zaman sekarang. Kalau tidak percaya, cobalah cari di pasar, Pak, beli buah pengetahuan yang baik dan yang jahat, ada nggak? Maka ia akan menjawab Oh, di sini buahnya semua baik-baik.

Sampai hari ini tidak ada seorangpun yang tahu itu sebenarnya buah apa. Ada yang berpendapat buah itu sebenarnya apel, anggur, buah ara, dan macam-macam pendapat lainnya. Tetapi tidak satupun yang memuaskan.

Ada hal yang lebih misterius mengenai buah ini. Kira-kira bagaimana ya komposisi kimiawinya kok bisa membuat seluruh umat manusia jadi berdosa? Mungkinkah:

  • Buah itu beracun? Bukankah Tuhan bilang Pada hari engkau memakannya, engkau akan mati?
  • Buah itu sangat asam, sehingga bisa membuat Adam mencret?
  • Mengandung Visine, atau obat katarak, karena bisa membuat mata manusia terbuka.

Lalu, mengapa namanya buah pengetahuan yang baik dan yang jahat? Apa artinya? Kenapa bukan diberi nama Zabu, atau Ngima, atau Kubung, atau Bteiw, atau S2414, atau Johan, atau mgusz_2003@yahoo.com1? Apakah diberi nama seperti itu karena memang punya khasiat untuk menambah pengetahuan?

Itu buah yang baik

Dalam kisah penciptaan, berkali-kali dicatat bahwa Allah melihat semuanya itu baik. Ciptaan Allah adalah sempurna. Hanya satu kali Allah mengatakan Tidak baik, yaitu ketika melihat manusia seorang diri saja. Itu pun bukan karena manusia itu tidak baik, melainkan karena penciptaan manusia itu belum lengkap seperti yang telah direncanakan, yaitu perlunya seorang wanita.

Allah adalah Allah yang baik. Semua yang Allah ciptakan adalah baik. Allah tidak menciptakan sesuatu yang jahat2. Demikian juga dengan pohon pengetahuan ini. Lalu ini bisa sangat membingungkan. Kalau pohon ini baik, mengapa akibatnya tidak baik ketika dimakan manusia? Seperti ada kontradiksi di sini.

Kontradiksikah? Atau kita melewatkan sesuatu?

Kovenan di balik buah

Allah menciptakan manusia untuk memiliki hubungan yang khusus denganNya. Dalam Alkitab, hubungan-hubungan yang khusus selalu diawali dengan suatu perjanjian atau kovenan.

Ketika sebuah kerajaan berhubungan dengan kerajaan yang lain, maka kedua raja akan mengikat diri dengan sebuah perjanjian. Demikian juga ketika seorang raja berhasil menaklukkan raja yang lainnya. Yosua mengadakan perjanjian dengan orang-orang Gibeon (Yosua 9:15). Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud (1 Samuel 18:3). Sampai hari ini, ketika kamu menikah, kamu harus mengawalinya dengan janji nikah.

Allah juga begitu. Setelah Allah menciptakan manusia, Allah membuat perjanjian dengan manusia: Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. (Kejadian 2:17)

Maka di sini yang penting bukanlah buah pengetahuan itu sendiri. Buah itu adalah buah yang baik. Buah itu sendiri tidak mengandung racun atau sesuatu yang jahat yang bisa memisahkan Adam dari Allah. Buah yang baik ini dipakai Allah sebagai soal ujian untuk Adam.

Dalam konsep kovenan, setiap perjanjian bersifat mengikat. Kovenan memiliki sifat seperti ini: Perjanjian akan batal jika salah satu pihak mati. Sebaliknya, jika salah satu pihak melanggar perjanjian itu, maka ia harus mati.

Ketika Adam makan buah itu, maka yang menjadi masalah bukanlah buah itu membunuh Adam, tetapi pelanggaran Adam atas perjanjian itu yang menuntut Adam harus mati. Jadi, manusia mati karena merusak kovenan. Manusia bukan mati karena makan buah. Makan buah paling buruk berakibat mencret. Tetapi karena ikatan perjanjian itu dikhianati, maka manusia harus mati.

(bersambung)


  1. Alamat e-mail ini saya tulis secara sembarang. Kalau ternyata ada, itu hanya kebetulan saja. 

  2. Mungkin kamu tidak setuju dengan kalimat ini, melihat fakta limpahnya kejahatan terjadi di sekitarmu. Mengenai Allah dan kejahatan, mungkin saya akan bahas lain kali. 

Tanggapan

Beri tanggapan