Search form

The Last Supper - Benjamin West (1738-1820)

Perjanjian Allah dengan manusia

Allah mengikat diriNya dengan manusia!

Audiens

Pernahkah kamu berjanji pada temanmu?

Sewaktu masih kecil, mungkin kamu pernah mengalami saat-saat kamu begitu mengasihi sahabatmu. Kamu merasa sangat tidak ingin berpisah dengannya, lalu kamu membuat perjanjian dengannya. Kita akan bersahabat selamanya, katamu menatap matanya dalam-dalam sambil mengaitkan jari kelingkingmu pada kelingkingnya.

Ketika suatu saat temanmu memiliki teman lain, dan mulai meninggalkanmu, kamu meniup jari kelingkingmu di depannya untuk menunjukkan bahwa ia bukan lagi temanmu. Hubungan persahabatan kalian putus sejak itu. Janji yang kalian buat, kita akan bersahabat selamanya, tidak lagi berlaku.

Sewaktu kamu sudah mulai remaja, kamu jatuh cinta pada seorang temanmu. Lalu kamu atau dia menyatakan cinta, dan bertanya, Maukah engkau menjadi pacarku? Mau. Pada waktu itu kalian berjanji satu sama lain untuk tidak saling meninggalkan.

Setelah kalian dewasa, kalian merencanakan waktu yang baik untuk menikah. Pada waktu kalian diberkati, kalian mengucapkan janji nikah. Saya akan mencintaimu, baik dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, kelebihan maupun kekurangan, sampai maut memisahkan kita. Suatu janji yang indah yang diucapkan pada saat-saat paling romantis kalian, disaksikan oleh banyak orang. Sekali lagi dalam hidupmu, kamu membuat sebuah janji. Kamu mengikat dirimu dengan perjanjian dengan orang yang akan mendampingimu seumur hidup. Berbeda dari yang sebelumnya, janji kali ini sangat serius. Masa berlakunya adalah sampai seumur hidup, dan pelanggaran terhadap janji ini adalah suatu pengkhianatan yang sangat kejam.

Berkali-kali dalam hidupmu kamu membuat janji terhadap orang lain. Membuat janji berarti mengikatkan diri pada orang itu untuk satu hal. Membuat janji berarti kamu harus menepati janji itu. Membuat janji berarti kamu harus berlaku sesuai tuntutan janji itu.

Ada orang-orang yang tidak suka membuat janji. Mereka berkata, “Daripada sudah janji tapi tidak ditepati, lebih baik tidak usah.” Namun, kita mau tidak mau harus membuat janji ketika kita hendak menjalani suatu hubungan yang serius. Kamu harus membuat janji ketika hendak menikah. Bahkan, pada waktu pacaran pun kamu harus membuat janji. Ketika kamu hendak bekerja, kamu harus membuat janji dengan perusahaan tempatmu bekerja. Setiap hubungan yang serius haruslah diikat dengan janji.

Demikian juga halnya Allah dengan manusia. Allah juga membuat perjanjian dengan manusia. Allah ingin memasuki hubungan yang khusus dan serius dengan manusia. Seperti apakah perjanjian yang Allah buat dengan manusia itu? Bagian ini akan membahas mengenai perjanjian antara Allah dengan manusia.

Tanggapan

Beri tanggapan