Search form

Makhluk apakah yang dinikahi Kain?

Apakah Kain menikah dengan alien?

Audiens

Allah menciptakan Adam. Dari tulang rusuk Adam, Allah membentuk Hawa.

Adam dan Hawa kemudian memiliki anak bernama Kain dan adiknya bernama Habel (Kejadian 4:1-2).

Suatu hari, Kain membunuh Habel karena iri hati (Kejadian 4:5).

Tuhan menghukum Kain atas pembunuhan yang dilakukannya. Tuhan mengusir Kain dari tempat tinggalnya untuk menjadi pengembara. Sampai di sini, tidak ada yang aneh dengan kisah itu. Tetapi perhatikan pembicaraan Kain dengan Tuhan berikutnya:

Kain: ...barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku. Firman TUHAN kepadanya: Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat. Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.

Siapakah yang akan membunuh Kain? Ini misterius. Seram sekali. Membuat bulu kudukmu berdiri. Bukankah di dunia ini baru ada 4 orang? Itu pun Habel sudah dibunuh, sehingga tinggal 3 orang: Adam, Hawa, dan Kain. Apakah Habel hidup kembali? Sepertinya tidak mungkin. Apakah Tuhan sedang membicarakan orang-orang yang akan datang? Sepertinya tidak begitu.

Yang lebih seram lagi, kisah berikutnya adalah Kain bersetubuh dengan istrinya, lalu ia memiliki anak yang diberi nama Henokh. Muncul misteri lagi. Siapakah istri Kain ini? Dari manakah ia berasal? (Cobalah memutar musik yang agak seram. Kamu akan lebih menikmati tulisan ini.)

Lalu dari manakah manusia-manusia misterius ini berasal? Apakah waktu itu ada manusia lain selain mereka bertiga? Apakah Adam bukan manusia pertama? Apakah sebelum Adam Allah telah menciptakan manusia lainnya? Apakah Kain bersetubuh dengan hewan? Apakah Kain bertemu dengan alien?

Apa jawabannya? Sederhana. Adam punya anak-anak lainnya (Kejadian 4:26). Waktu Kain membunuh Habel, masuk akal kalau kita berpikir bahwa ia minimal sudah bukan anak-anak lagi. Mungkin berusia belasan tahun ke atas. Misalkan Kain waktu itu berusia 18 tahun, maka Adam dan Hawa mungkin telah melahirkan 15 orang adik Kain. Penjelasan ini masuk akal. Mengapa?

Pertama, Adam dan Hawa tidak ikut KB

Adam dan Hawa diperintahkan oleh Tuhan:

Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi... (Kejadian 1:28)

Adam dan Hawa diperintahkan untuk memenuhi bumi. Masuk akal kalau kita mengasumsikan waktu itu mereka tidak boleh ikut KB. Sekarang penduduk Bumi sudah sangat banyak, sedangkan sumber daya alam terbatas, maka kita sebaiknya ikut program KB. Tetapi waktu itu manusia hanyalah mereka berdua. Maka Adam dan Hawa bisa, boleh, dan harus memiliki banyak anak.

Kedua, Adam dan Hawa adalah suami istri yang subur

Adam dan Hawa baru saja jatuh dalam dosa dalam kisah itu. Bumi belum serusak sekarang. Kesehatan manusia juga jauuuuuuh lebih baik dari kesehatan kita sekarang. Mungkinkah kandungan Hawa bermasalah? Saya pikir tidak. Begitu banyak orang jaman sekarang yang cepat mendapatkan anak. Apalagi Hawa yang waktu itu masih dekat dengan kesempurnaan.

Ketiga, Adam dan Hawa manusia yang memiliki... emm... gairah seksual yang tinggi

Adam dan Hawa sebagai manusia pertama dengan disain sempurna, dan dalam keadaan mereka yang baru saja jatuh dalam dosa, kerusakan tubuh yang mereka alami masih sedikit. Maka dengan fungsi seksual yang masih dekat pada kesempurnaan, masuk akal jika kita asumsikan bahwa mereka sering berhubungan dan memiliki anak.

Jadi, Adam dan Hawa memiliki banyak anak. Menggunakan Occam's razor1, kalau ada penjelasan yang lebih sedikit asumsinya, maka lebih baik kita memilih penjelasan itu. Kalau kita memilih penjelasan ada manusia sebelum Adam, kita sedang berasumsi terlalu banyak dari yang Alkitab catat. Kalau kita memilih penjelasan Kain menikah dengan alien, kita perlu membuktikan terlebih dahulu ada tidaknya alien. Penjelasan di atas bahwa Adam dan Hawa waktu itu memiliki banyak anak, memang memiliki sejumlah asumsi yang tidak dicatat Alkitab. Tetapi penjelasan ini masih lebih baik, karena asumsi yang dipakai cukup sedikit dan sederhana.

Inses dong?

Seringkali orang yang mendengar argumen semacam ini akan berkomentar seperti itu.

Inses dong?

Ya, seperti itulah komentarnya. Jawabannya:

Ya.

Lho, bukankah Firman Tuhan melarang inses? Benar. Tetapi inses baru dilarang setelah jaman Musa. Sebelum jaman itu, tidak ada larangan dari Tuhan mengenai pernikahan antar saudara. Abraham menikah dengan Sara, yang adalah saudaranya (Kejadian 20:12).

Hukum mengenai inses baru diberikan pada jaman Musa. Dalam masa Adam dan Hawa, inses tidak mungkin dihindari. Kalau pada jaman itu Tuhan memberi perintah, Jangan menikahi saudaramu! kamu bisa membayangkan betapa menderitanya Hawa karena harus melahirkan milyaran manusia seorang diri untuk memenuhi Bumi. Betapa kejamnya orang yang tidak menyetujui inses dalam keluarga Adam.

Walaupun inses mutlak harus terjadi pada masa Adam dan Hawa, namun tidak ada indikasi bahwa Adam punya istri lebih dari satu, juga tidak ada indikasi bahwa Hawa berhubungan dengan salah seorang anaknya. Maka, walaupun pernikahan antar saudara diperbolehkan, tetapi pelanggaran moral yang diatur dalam kitab Imamat (menikah dengan ayah/ibunya) tidak terjadi.

Kalau begitu, mengapa selain Kain dan Habel, tidak ditulis yang lain?

Jawabannya sederhana: Tidak perlu ditulis. Kejadian 5:3-4, di sana bahkan hanya disebutkan mengenai Set. Anak-anak Adam yang lain tidak satu pun dicatat. Mengapa? Karena tidak perlu dicatat. Alkitab bukan buku kehidupan yang harus mencatat siapa saja yang akan masuk Surga. Alkitab juga tidak dimaksudkan untuk menjadi buku silsilah, yang harus mencatat semua keturunan Adam tanpa kecuali. Alkitab mengutamakan nama-nama yang penting dalam sejarah penebusan, yang dimulai dari Set. Maka nama-nama lain tidak harus dicatat.

Jadi?

Jadi, siapakah yang dinikahi oleh Kain? Saudaranya sendiri. Anak Adam. Manusia juga.


  1. Dalam memilih beberapa penjelasan mengenai suatu fenomena, ada prinsip yang disebut Occam's razor. Yaitu, kita memilih penjelasan paling sederhana dari beberapa kemungkinan penjelasan suatu fenomena. Penjelasan paling sederhana adalah yang memiliki asumsi paling sedikit. 

Tanggapan

hehehe menarik juga logikanya maap sebelumnya saya berfikir menggunakan logika bukan dengan kepercayaan yang ada oleh orang2 kristen ok saya coba memberi ketenangan batin agar ketika anda membaca kitab tidak ketakutan ^^ ....

  1. apakah anda percaya sama orang kristen apa sama kitabnya kalau anda menyelidiki kitab ??? kalo sama orang kristen ..... ya berarti anda menyelidiki orang kristen, bukan kitabnya ^^

  2. manakah yang benar bagi anda logika yang membaca ataukah bacaan yang ada ?? dari 2 pertanyaan itu jawabannya hanya 1 kalau pendapat dan pemikiran yang percaya belum tentu mencerminkan kebenaran dari kitabnya ^^ semua pendapat anda menyatakan bahwa manusia pertama adalah adam ...

pertanyaannya benarkah manusia semua keturunan adam ??? coba peikirkan mana dahulu yang diciptakan ???? manusia ataukah tanaman dahulu ??? baca kejadian 1:11-30 .... lalu bandingkan dengan kejadian 2:5-7

dari perbandingan ayat yang ada disana terdapat kontradiksi tampaknya namun jika di cermati maka itu memiliki waktu yang berbeda dimana penciptaan manusia untuk memenuhi dan menaklukkan bumi di hari ke 6 ... dan manusia yang diambil untuk dimasukkan ke dalam eden sebelum tumbuhan dan semak tumbuh

dari kejadian 2:5-7 maka benar manusia pertama itu adam, tetapi dari kejadian 1:11-7 maka ada pula manusia yang tidak di panggil ke eden yang berarti bukan keluarga adam

lalu apa masalahnya bila ketakutan kain dibunuh oleh manusia yang ada selain adam dan hawa itu hehehehe manusia yang ada di bumi yang tidak di ambil tuhan itulah alien bagi keluarga adam hehehehe

lalu kemungkinan anda ke-3nya benar semua buktinya ada pada ayat kejadian 5:4

masalah inses .... waduh inses itu apa ya ^^.... kalo maksut anda inses adalah pernikahan dengan orang yang dianggap dekat seperti saudara sendiri .... berarti sebagian besar manusia inses karena mereka memilih calon istrinya dengan adanya kedekatan batin kalo maksut anda inses itu pernikahan saudara .... coba perhatikan bukankah nuh menikahi saudara beda ibu ..... lagipula dijaman musa pun tidak dijelaskan makna saudara itu ... apakah mengaanggap saudara itu berarti pernikahan inses, atau saudara seagama ... juga disebut inses, atau saudara se nenek moyang ... yang berarti semua manusia melakukan pernikahan inses

efeknya di bumi adam bukan manusia yang pertama karena dia tinggal beberapa saat di eden dimana waktu disana tidak dapat dipastikan sama dengan di bumi, jadi untuk dibenturkan dengan bukti2 sejarah jelas tidak akan bisa valid ... karena bukti2 sejarah ada di bumi

Jadi ??? maukah anda memilih??

pendekatan pemikiran dan logika yang anda mengerti beberapa saat yang lalu yang membuat anda merinding ataukah dengan pola yang saya ajukan yang lebih masuk akal

semoga hal ini dapat anda pahami, bukan dari sudut pandang keagamaan, tetapi dari sudut pandang berfikir dimana logika juga dipengaruhi oleh waktu, tempat dan kondisi

haha.. pas saya baca.. pertama saya diem dulu.. mikiiir.. bener juga yaa..? trus kain menikah sama sapa? punya anak darimana? masa sama hawa? dll.. dan setelah baca penjelasan dibawahnyaa.. baru deh ngerti.. hwhwhw~ :DD

Ari

Kesimpulannya terdapat pada bagian akhir artikel ini.

Jadi, siapakah yang dinikahi oleh Kain? Saudaranya sendiri. Anak Adam. Manusia juga.

Krishna Dwi Lesmana

memang terjadi Incest pada masa Adam dan Hawa.. tapi tidak terjadi perkawinan antara bapak dengan anak atau ibu dengan anak.. dan melalui keturunan adam pada walnya 4 orang ini Allah telah memberikan Gen yang sempurna dan Allah telah memilihkan siapa pasangan yang cocok agar tidak terjadi clash of Genetic.. maka dari itu Adam telah memilih dan menjodohkan anak anak nya menurut keseuaian gen yang mereka miliki.. Habil dengan Labuda dan Kain dengan Iklima.. Allah maha Besar dan Maha Sempurna

andreas

Kalau menurut saya, Kain memang menikah dengan saudaranya (anak Adam & Hawa lainnya). Karena berdasarkan kata2 dari Kain sendiri, bahwa dia takut dibunuh oleh orang lain. Siapa orang lain yang akan membunuh Kain? Sederhana saja, mereka adalah saudara-saudara Habel juga yang merasa sakit hati karena saudaranya yang baik (Habel) dibunuh oleh Kain. Karena sangat aneh jika ada orang ketemu orang lain mau dibunuh tanpa ada alasan yang kuat. Suku di pedalaman saja membunuh suku yang lain karena ada permusuhan dahulu, bukan saat ketemu yang tidak dikenal langsung main bunuh saja. Kain: ...barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku. Berarti orang lain itu tahu / kenal siapa Kain (dalam hal ini Kain adalah saudaranya yang jahat yang melakukan pembunuhan terhadap saudaranya juga). Kejadian 5:3 menjelaskan bahwa umur Adam waktu mempunyai anak pengganti Habel yang bernama Set adalah 130 tahun. jadi hitung saja jika jaman dahulu tidak ada KB, maka Hawa bisa saja setiap tahun melahirkan anak. Dan dengan umur 130 tahun, berarti sudah punya cucu, cicit atau bahkan buyut. Jadi manusia sudah banyak waktu itu.

Jadi dapat disimpulkan bahwa : 1. Orang lain yang akan membunuh Kain adalah anak-anak keturunan Adam dan Hawa lainnya yang merasa sakit hati kepada Kain yang membunuh Habel. 2. Istri Kain adalah salah satu saudaranya juga (anak keturunan dari Adam & Hawa), dalam hal ini bisa saudara kandung, keponakan, atau bisa juga cucu keponakan, dll.

Saya hampir tertipu oleh judulnya (atau memang tertipu?) Tadinya mengira akan dijelaskan kalau ternyata akan ada makhluk non-manusia yang menikahi Kain... hahaha

Beri tanggapan