Teologi

Percaya Yesus: Mudah atau sukar?

Kundi
Saya tidak akan pernah memilih untuk menjadi seorang Kristen.
Bahman
Silahkan. Kamu bebas untuk memilih maupun tidak memilih agama apa pun. Tetapi bolehkah saya mengetahui alasannya?
Kundi
Bagi saya, inti pengajaran Kristen sangatlah buruk.
Bahman
Mengapa begitu? Bagian mananya?
Kundi
Ok. Saya tanya kepadamu. Bagaimanakah manusia bisa diselamatkan?
Credits: 

Ikon oleh ~deleket

Allah membuat neraka = Allah kejam?

Domi
Allah adalah Allah yang jahat!
Kuma
Mengapa kamu berkata seperti itu, Domi?
Domi
Karena Allah menciptakan neraka. Kalau Allah baik, maka Allah tidak akan menciptakan neraka. Mengapa Allah harus menghukum manusia sekejam itu? Allah jelas-jelas tidak punya kasih.
Credits: 

Gambar makhluk-makhluk lucu ini berasal dari fasticon.com.

Teologi Kenikmatan 3: Allah menikmati manusia

... dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.
- Amsal 8:30-31

Puncak kenikmatan Allah adalah ketika Allah menciptakan manusia. Manusia adalah potret Allah sendiri.

Teologi Kenikmatan 2: Allah menikmati ciptaanNya

Maka Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik.
- Kejadian 1:31

Kalau kita membaca kisah penciptaan dalam kitab Kejadian, kita akan melihat bahwa pada akhir setiap hari penciptaan (kecuali hari kedua), Allah sangat menikmati ciptaanNya.

Teologi Kenikmatan 1

Apakah tujuan utama hidup manusia?
Tujuan utama hidup manusia adalah untuk memuliakan Allah serta menikmati Dia selamanya.
- Katekismus Singkat Westminster - Pertanyaan 1

Jangan salah mengerti dengan judul tulisan ini. Ini bukan mengenai teologi kemakmuran atau semacamnya. Ini adalah mengenai kenikmatan dipandang dari sudut pandang Alkitab.

Allah PL tidak dewasa?

Beberapa orang yang saya kenal sering menuduh Tuhan di perjanjian lama sebagai Allah yang pemarah dan sadis. Memang sepintas kelihatannya seperti itu. Di Perjanjian Lama Allah seperti belum dewasa dan sering ngambek. Beda sekali dengan figur Allah di perjanjian baru yang sepertinya lebih matang, lebih dewasa, sabar, berlapang dada, dan rendah hati. Mengapa bisa begini ya?