Logika

Fallacies - Kesesatan Berpikir

Sehari-hari kita sering membuat kesalahan dalam menarik kesimpulan. Bagian ini akan membicarakan fallacies, sejumlah kesalahan umum yang sering dibuat orang dalam menalar.

Baru: Kesesatan-kesesatan statistik, peluang, dan komposisi.

Kita semua mengerti logika

Joko
Bomi, kamu dari kampung mana?
Bomi
Aku dari kampung Duri.
Joko
Semua orang dari kampung Duri pasti bodoh.
Bomi
Jaga mulutmu. Kamu sudah menghina aku.
Joko
Mengapa kamu merasa terhina? Aku kan tidak menghinamu.

Lho, bukankah Joko tidak mengatakan Bomi bodoh? Mengapa Bomi harus tersinggung?

Mengapa mempelajari logika?

Banyak ilmu yang kita pelajari, sebenarnya secara alami kita sudah melakukannya. Sebelum kamu belajar ilmu mengenai olah raga, kamu sudah berlari-lari, loncat-loncat, bergelantungan, dan dihajar orang tuamu karena berlari-lari hingga menjatuhkan pot mahal berisi tanaman Adenium. Sebelum kamu belajar teori musik, kamu sudah bernyanyi hingga dimaki-maki tetangga sebelah. Lalu, kalau sudah bisa, untuk apa mempelajari ini semua?

Kita perlu mempelajari ilmu logika, karena:

  • Kemampuan alami kita sangat tidak tajam.

Apa itu logika?

Carilah definisi logika di google, kamu akan menemukan definisi yang bermacam-macam. Membuat definisi tidak mudah. Tetapi jika kita sarikan, sebagian besar definisi logika berbicara mengenai cara berpikir. Maka dalam e-buku ini saya memberikan definisi sederhana sebagai berikut.

Logika
Aturan-aturan mengenai bagaimana menarik kesimpulan yang sah dari sejumlah informasi.
Ilmu logika
Ilmu yang mempelajari aturan-aturan untuk menarik kesimpulan yang sah dari sejumlah informasi.

Saya membedakan antara logika dengan ilmu logika.

Inge dan Mukabuku

Inge

Hai teman-teman! Aku Inge. Inge baru saja menemukan situs jejaring sosial yang keren loh, namanya Mukabuku. Di Mukabuku itu kita bisa macem-macem loh. Bisa cari teman, bisa bikin grup, bisa naikin foto, pokoknya macem-macem deh.

Belatung yang ramah

Pagi ini belatung bangun, menggosok giginya dengan riang sambil bersiul-siul, dan segera berangkat. Ia bertemu dengan singa, kemudian menyapa, “Selamat pagi Pak Singa.” Tetapi singa memandangnya dengan tatapan jijik dan tidak senang, kemudian menghindar jauh-jauh.

Ini adalah soal logika matematika, mengenai pengenalan simbol notasi logika matematika dan nilai kebenaran. Silahkan coba mengerjakannya.

Rumah Hasan dimasuki pencuri!

Hasan adalah seorang pemuda yang sangat kaya. Ia memelihara banyak sekali hewan peliharaan, yaitu 12 ekor kecoa, 9 ekor kadal, 4 ekor anjing, dan 5 ekor panda. Karena Hasan orang yang sibuk, ia jarang berada di rumah. Walaupun demikian, ia tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu, karena ada hewan-hewan yang selalu menjaga rumahnya.

Ini adalah soal logika matematika, mengenai pengenalan simbol-simbol logika dan nilai kebenaran. Silahkan coba mengerjakannya.

Aurelia dan Joselin

Hai teman-teman! Namaku Aurelia. Aku seekor ubur-ubur yang lucu. Aku punya teman seekor gurita bernama Joselin, yang setiap saat ia makan dan tidur.

Ini adalah soal-soal logika matematika, mengenai penarikan kesimpulan. Silahkan coba mengerjakannya.

Logika

Apa itu logika?

Logika vs. Iman

Jangan pakai logika. Terima saja. Percaya saja.
Tuhan tidak ingin engkau memikirkan FirmanNya.
Berdoalah. Jangan pakai pikiran!
Jadi orang Kristen tidak boleh pakai rasio. Kita harus beriman.
Jangan pakai otak, tetapi pakai hati.

Sewaktu saya masih agak muda (belum setua sekarang), saya banyak mendengar para pendeta di gereja saya mengatakan kalimat-kalimat semacam itu beserta varian lainnya. Saya percaya mereka adalah orang-orang yang jujur dan punya motivasi yang baik untuk membangun iman para pendengarnya.