Hak-Kewajiban

Hak dan Kewajiban Allah

Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: Mengapakah engkau membentuk aku demikian? Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa? -- Roma 9:20-21

Allah adalah pencipta manusia. Sebagai pencipta, Allah punya hak penuh terhadap ciptaanNya. Allah boleh melihat-lihat dan mengamati kamu. Allah juga boleh menyuruh-nyuruh kamu sekehendak hatiNya. Mengapa? Karena Ia adalah penciptamu.

Bahkan, Allah juga berhak melakukan terhadapmu hal-hal yang tidak mungkin kamu setujui. Allah berhak untuk membuangmu tanpa alasan. Allah juga berhak untuk menghancurkanmu tanpa alasan. Allah juga berhak menggantimu dengan yang baru ketika kamu rusak.

Lho! Mana bisa begitu! Nggak boleh dong!

5

Berhak bodoh, tidak berhak pintar

Kamis, 20 Nov 2008

Orang sering berpikir dengan cara yang aneh:

  • Di tempat Bomi bekerja, setiap karyawan yang bepergian disediakan uang transport. Bomi beberapa kali pergi dengan kendaraan sendiri, tetapi tidak mau mengambil uang transport yang telah disediakan perusahaan. Maka teman-temannya menghinanya, Goblok kamu Bom, kan sudah disediakan uang transport!
  • Joni bekerja sebagai karyawan pada sebuah operator jaringan telepon seluler. Ia menemukan celah yang memungkinkannya untuk menelepon tanpa membayar satu rupiah pun. Teman-temannya memujinya, Joni, kamu pintarrr! Kalau saja aku bisa seperti kamu!

Jadi:

  • Kalau ada orang memiliki hak, dan ia tidak gunakan hak itu, ia dianggap bodoh.
  • Kalau ada orang yang tidak memiliki hak, dan ia merebut apa yang tidak menjadi haknya, orang itu dianggap pintar.
0