Suatu hari Tuhan Yesus memberikan perumpamaan untuk menjelaskan seperti apa Kerajaan Surga. Ini diumpamakan seperti seorang pemilik kebun anggur yang mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Ia pergi dan menemukan orang-orang yang mau bekerja. Mereka bernegosiasi dan akhirnya sepakat dengan harga 1 dinar untuk hari itu. Sementara mereka bekerja, tuan itu merekrut orang-orang lain yang sedang menganggur, untuk bekerja di kebunnya. Ada yang direkrut dari siang hari, ada juga yang baru sore hari dipanggil.
Saya membayangkan apa yang akan dialami oleh sang pemilik kebun anggur, jika ia hidup pada zaman ini, di Indonesia. Bukankah ia adalah seorang yang sangat tidak adil, memberikan bayaran yang sama, baik kepada orang yang telah bekerja seharian, maupun kepada orang yang bekerja hanya satu jam saja? Bagaimana jika suatu hari gurumu mengatakan, “Baiklah anak-anak, karena saya sedang senang hati, ulanganmu yang terakhir saya beri nilai 100 semua.” Kamu yang waktu itu tidak belajar akan begitu gembiranya hingga memukul-mukulkan kepalamu ke tembok. Tetapi bagaimana perasaanmu jika kamu telah belajar dengan keras selama dua bulan hingga tidak makan maupun minum?