Seri

Murka Allah 4: Kebenaran itu sudah nyata

18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

Ini adalah keempat kalinya saya membicarakan ayat ini1.


  1. Tulisan ini (dan semua tulisan dalam seri ini) adalah bahan renungan pagi (benar. renungan pagi.) untuk dibacakan di sekolah tempat saya mengajar. 

Buah pengetahuan

Buah apakah yang paling menggoda manusia?

Buah apel?
Bukan.
Buah durian?
Bukan.
Buah pear?
Bukan.
Buah dada?
Bukan juga.

Buah yang paling menggoda mungkin bisa dibilang, buah pengetahuan yang baik dan yang jahat.

Tolong Sekali Lagi Dong! Nellia

NelliaTeman-teman, Nellia sakit perut nih! Tolong bantu Nellia ya!
Nellia mau mencari obat sakit perut. Pak Dlanor, spesialis ilmu sihir penyembuhan memberinya sekaleng obat. Masalahnya, di kaleng itu terdapat bermacam-macam obat yang tidak ada labelnya. Nellia kebingungan.

Ini adalah soal-soal teori peluang. Silahkan coba mengerjakannya.

Tolong Lagi Dong! Nellia

Nellia"Teman-teman, Nellia minta tolong lagi ya. Pliiiis. Teman-teman sekelas Nellia semuanya berubah menjadi kutu setelah Nellia sembarangan ngucapin mantera. Teman-teman tolong bantu Nellia ya. Nellia janji nggak akan ngucapin mantera sembarangan lagi deh!"

Ini adalah soal-soal teori peluang. Silahkan coba mengerjakannya, dan tekan tombol Kirim di bawah untuk melihat benar tidaknya jawabanmu.

Tolong Dong! Nellia

NelliaTeman-teman, tolong bantu saya ya!
Bantulah Nellia menghitung peluang mendapatkan mantera yang benar.

Ini adalah soal-soal teori peluang. Silahkan coba mengerjakannya, dan tekan tombol Kirim di bawah untuk melihat benar tidaknya jawabanmu.

Murka Allah 3: Hukuman Allah bagi Manusia

Sering orang mengajukan suatu keberatan, kalau Allah ada, mengapa kok kita melihat orang-orang banyak yang menderita? Kalau Allah memang baik, mengapa Allah membiarkan kita menderita?

Kita sering cuma lihat dari satu sisi. Bukankah kalau orang tuamu atau gurumu memarahimu, kamu sering merasa kalau mereka tidak berhak memarahimu? Kita selalu merasa diri kita tidak seharusnya dimarahi. Kita selalu merasa diri kita yang dirugikan. Tetapi bagaimana kalau kamu bertukar posisi dengan mereka? Kamu baru akan mengerti, mengapa mereka marah. Begitu juga dengan Allah. Kita sering cuma melihat dari sisi manusia berdosa yang sedang dihukum Allah. Kita hanya bisa protes dan mengkritik Allah begini begitu. Kita tidak pernah coba memahami, mengapa Allah sampai menghukum manusia. Kita tidak pernah mencoba memahami, apa yang sebenarnya telah manusia lakukan sehingga manusia dihukum Allah.

Teologi Kenikmatan 3: Allah menikmati manusia

... dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.
- Amsal 8:30-31

Puncak kenikmatan Allah adalah ketika Allah menciptakan manusia. Manusia adalah potret Allah sendiri.

Teologi Kenikmatan 2: Allah menikmati ciptaanNya

Maka Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik.
- Kejadian 1:31

Kalau kita membaca kisah penciptaan dalam kitab Kejadian, kita akan melihat bahwa pada akhir setiap hari penciptaan (kecuali hari kedua), Allah sangat menikmati ciptaanNya.

Teologi Kenikmatan 1

Apakah tujuan utama hidup manusia?
Tujuan utama hidup manusia adalah untuk memuliakan Allah serta menikmati Dia selamanya.
- Katekismus Singkat Westminster - Pertanyaan 1

Jangan salah mengerti dengan judul tulisan ini. Ini bukan mengenai teologi kemakmuran atau semacamnya. Ini adalah mengenai kenikmatan dipandang dari sudut pandang Alkitab.

Allah PL tidak dewasa?

Beberapa orang yang saya kenal sering menuduh Tuhan di perjanjian lama sebagai Allah yang pemarah dan sadis. Memang sepintas kelihatannya seperti itu. Di Perjanjian Lama Allah seperti belum dewasa dan sering ngambek. Beda sekali dengan figur Allah di perjanjian baru yang sepertinya lebih matang, lebih dewasa, sabar, berlapang dada, dan rendah hati. Mengapa bisa begini ya?

Syndicate content