Search form

Kesesatan Generalisasi

Anton
Semua orang pasti suka kalau diberi uang.
Badi
Kok tahu? Kamu sudah tanya semua orang?
Anton
Belum.
Badi
Lha kok tahu?
Anton
Tahu dong. Dari saya kecil sampai hari ini, setiap orang yang saya temui suka kalau diberi uang.
Badi
Kamu sudah ketemu semua orang? Kan belum.
Anton
Memang belum. Tapi saya pikir semua orang pasti seperti itu juga.

Banyak sekali kepercayaan kita yang sebenarnya adalah hasil dari penalaran semacam itu. Penalaran semacam itu disebut sebagai generalisasi. Generalisasi artinya, kita menyimpulkan sifat keseluruhan berdasarkan sifat sebagian saja.

Misalnya, kamu bisa yakin bahwa semua kuda pasti suaranya meringkik. Mengapa? Karena selama ini kuda yang kamu dengar suaranya meringkik. Jadi penalaranmu berbentuk:

Waktu itu saya dengar kuda suaranya meringkik.
Di waktu yang lain juga.
Di waktu yang lain lagi juga.
Berarti semua kuda suaranya meringkik. (generalisasi)

Lho, bukankah ini belum tentu benar? Memang belum tentu benar. Tetapi karena keterbatasan kemampuan kita (kamu tidak mungkin mengamati semua kuda di dunia), maka menarik kesimpulan dengan cara seperti ini masih oke-oke saja, dengan beberapa pertimbangan tertentu.

Pertimbangan apa? Pertama, banyaknya pengamatan yang kamu buat haruslah cukup besar (tidak perlu sampai semuanya, yang penting cukup besar). Yang kedua, pengamatan yang kamu buat tidak boleh bias. Ini akan dijelaskan kemudian.

Nah, ketika kamu tidak hati-hati, kamu bisa tidak jatuh dalam kesesatan-kesesatan berikut ini.

Beri tanggapan