Kesesatan ekuivokasi terjadi ketika kamu menggunakan kata yang sama untuk dua maksud yang berbeda.
Kemarin ketika hari belum malam1 saya bermain malam2.
“Malam” yang pertama artinya malam hari, sedangkan “malam” yang kedua artinya mainan serupa lilin yang bisa dibentuk macam-macam.
Biasanya ekuivokasi yang dikatakan oleh dua orang dapat menjadi perdebatan konyol yang tak dapat diselesaikan.
- Bomi
- Agar sukses, kita harus menjadi orang yang bermimpi.
- Mila
- Mana bisa, kalau bermimpi artinya tidak berbuat apa-apa.
- Bomi
- Justru dengan bermimpi, kita akan terpacu untuk mencapai mimpi itu, sehingga kita bekerja keras.
- Mila
- Kalau orang lagi mimpi, sudah jelas dia nggak bisa ngapa-ngapain, ya jelas dia nggak mungkin kerja keras, goblok!
Ini perdebatan yang bodoh. Bomi dan Mila berdebat tentang “mimpi”, sementara “mimpi” yang dimaksud Bomi dengan “mimpi” yang dimaksud Mila berbeda. Yang dimaksudkan Bomi adalah cita-cita, sementara yang dimaksudkan Mila adalah mimpi ketika tidur.
Perdebatan semacam ini sering terjadi. Karena itu sebelum perdebatan dimulai, sepakatilah dahulu definisi-definisi istilah yang akan dipakai.
Post new comment