Search form

Amsal

Audience

Tahukah kamu beda antara orang pintar dan orang bodoh? Itu semua tertulis dalam kitab Amsal - kitab yang penuh dengan tulisan-tulisan bijaksana. Kitab Amsal adalah salah satu dari kitab-kitab yang ada dalam Alkitabmu. Kalau Alkitabmu lengkap dan urut, buku ini terletak di bagian tengah, setelah Mazmur dan sebelum Pengkhotbah. Pernahkah kamu sebelumnya membaca buku Amsal ini? Kalau belum pernah, sebaiknya kamu membacanya terlebih dahulu sampai habis, baru kamu membaca tulisan ini. Kalau kamu sudah pernah membacanya, maka kamu bisa lanjutkan dengan membaca tulisan ini.

Biasanya kita membaca kitab Amsal seperti membaca kumpulan kata-kata bijak ataupun peribahasa. Maka ketika membaca, Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja. kita cenderung hanya menangapi, Oh, ya. Benar juga ya. Lalu sampai di situ saja. Memang kitab ini adalah kumpulan kata-kata bijak. Kalimat-kalimat di dalamnya sering memberi kita inspirasi baru. Tetapi sebenarnya kalimat-kalimat ini bukanlah kalimat-kalimat biasa saja. Di baliknya ada pengertian yang dalam. Ada makna yang lebih dalam dari sekadar kalimat yang bisa membuatmu bilang, Benar juga ya. Mengapa? Karena setiap kalimat ini adalah endapan dari pengalaman, bijaksana, interpretasi, pemikiran, segala sesuatu dalam kehidupan penulisnya.

Begitulah semua peribahasa dan pepatah. Apa yang terucap ataupun tertulis selalu mengandung pengertian yang melampaui apa yang tertulis. Kamu bisa mengucapkan kalimat sembarangan, misalnya, Hidung besar tanda pilek, tetapi kalimat sembarangan semacam itu mungkin tidak bermakna dan tidak akan bertahan untuk dipelajari oleh orang-orang sesudahmu. Hanya membuat orang tertawa sejenak, kemudian lupa. Kalimat bijak mampu mengajar seseorang dan bahkan bertahan hingga ribuan tahun.

Tetapi kitab Amsal bukan hanya sekedar kumpulan kalimat bijak yang terlepas satu sama lain. Walaupun banyak kalimat dalam kitab Amsal sepertinya lompat-lompat, dan tidak berhubungan satu sama lain, namun di baliknya terkandung keutuhan pemikiran dari si penulis. Kalimat-kalimat yang sepertinya tidak saling terhubung ini, di baliknya ada pemikiran penulis yang utuh, yang memiliki beberapa kunci pengertian. Terutama dalam Amsal 1-9, penulis ingin mengatakan sesuatu kepada kita mengenai hal-hal penting mengenai apa itu bodoh, dan apa itu hikmat. Kalau kamu mengerti hal-hal ini, kamu telah mengerti hal-hal yang paling utama yang harus kamu kejar dalam hidupmu. Jadi, siapkan dirimu untuk terus membaca.

Saya tidak memaksudkan tulisan ini untuk dipakai sebagai bahan tafsiran yang akurat. Namun tulisan ini bisa dipakai sebagai bahan permenungan pribadi mengenai bagaimana mengerti Firman Tuhan yang diberikan pada wilayah praktis kehidupan, dan mengerti bagamana menerapkan Firman itu dalam hidupmu sehari-hari.

Beri tanggapan