Search form

Wahyu Umum

Allah menyatakan diri melalui segala ciptaan.

Audiens

Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;
tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.
- Mazmur 19:1-4 ITB

Allah menyatakan diri melalui alam ciptaannya. Bagian mananya? Mungkin kamu akan bertanya seperti itu. Jawabannya adalah, semuanya! Keberadaan alam ini saja sudah cukup untuk menyatakan Allah ada. Sangat disayangkan banyak orang tidak dapat mengenali Allah cukup dengan berdasarkan keberadaan alam semesta, dan mereka mengajukan argumen yang banyak sekali sebagai syarat Allah ada.

Ketika melihat sebuah lukisan pemandangan yang indah dengan seorang gadis cantik di sebelah kirinya, kita memiliki sense bahwa pasti ada makhluk berintelejensi tinggi yang melukisnya. Kita merasa janggal dan sulit percaya kalau orang mengatakan pada kita bahwa lukisan itu ada dengan sendirinya. Orang bisa saja menyusun banyak argumen untuk membuktikan bahwa lukisan itu ada dengan sendirinya.

Orang bisa saja mengatakan bahwa lukisan itu terjadi melalui proses acak berkumpulnya partikel-partikel cat, dan proses itu telah terjadi miliaran tahun pada miliaran kanvas, yang salah satunya adalah secara kebetulan menghasilkan lukisan ini. Argumennya bisa didasari dengan berbagai ilmu dan penemuan modern, tetapi ... toh kamu sulit mempercayai bahwa lukisan itu ada dengan sendirinya.

Sense yang melampaui argumen

Melalui keberadaan alam semesta, kita punya sense bahwa Allah ada. Kita tidak dapat membuktikan apakah sense kita ini benar atau tidak. Namun kita juga tidak bisa dengan mudah menolak sense ini hanya dengan argumen-argumen yang dibangun oleh para ateis. Tidak semua orang memiliki sense seperti ini. Mungkin kamu salah satunya.

Kemudian, dengan kita mempelajari kedalaman alam, kita mulai melihat keteraturan yang luar biasa di baliknya. Kita melihat kerumitan dalam mekanisme segala sesuatu. Kerumitan yang sampai hari ini belum ada seorangpun yang memahaminya dengan tuntas. Kita diperhadapkan pada realita bahwa alam ini mengandung bijaksana yang sangat tinggi. Melaluinya kita juga punya sense bahwa selain ada Pencipta, Pencipta itu juga pastilah sangat bijaksana. Kita melihat keagungan, kekuatan, kedahsyatan, kemuliaan Pencipta dari semua ini.

Peristiwa-peristiwa dalam hidupmu juga

Bukan hanya melalui keberadaan alam semesta, peristiwa demi peristiwa yang terjadi di dalamnya juga sering memberi kita sense mengenai keberadaan Pencipta. Kebetulan-kebetulan yang mengherankan, pemimpin-pemimpin bangsa yang jatuh dan digantikan yang lain, seluruh sejarah umat manusia tampak seperti ada tangan yang mengatur, walaupun tidak dalam semua situasi hal ini langsung nampak.

Ini semua disebut sebagai wahyu umum. Semuanya ini memberi kita sense mengenai Allah. Bahkan, mengapa kita bisa memiliki sense itu? Karena Allah sengaja memberi kita kemampuan untuk mencerap keberadaan diriNya. Untuk itulah kita diciptakan, untuk mengenal Allah. Bagaimana mungkin kita dapat mengenalNya jika perasaan kita tidak peka terhadapNya? Namun, semua sense ini saja tidak cukup. Kita perlu sesuatu yang lebih objektif.

Objektif?

Kalau kamu bersembunyi di dalam lemari, maka orang dapat mengetahui beberapa hal tentang kamu. Bunyi-bunyian yang kamu hasilkan serta sandal yang kamu tinggalkan di luar lemari memberitahu orang bahwa kamu ada di lemari itu. Kalaupun orang tidak mengenalmu, tetapi dari suara batukmu orang dapat mengira-ngira apakah kamu laki-laki atau perempuan. Semua ini memberikan gambaran umum mengenai dirimu.

Tetapi dari manakah orang dapat mengetahui siapa orang yang kamu taksir? Dari mana mereka tahu isi hatimu, dan rencanamu untuk tahun yang akan datang? Tidak mungkin mereka tahu kalau kamu tidak memberitahu!

Seperti itulah wahyu umum. Wahyu umum hanya memberikan gambaran yang umum. Allah ada, Allah bijaksana, agung, dan sebagainya. Orang bisa menangkap sense seperti apa Allah itu. Tetapi kita perlu sesuatu yang lebih. Kita ingin mengetahui isi hati Allah. Kita ingin tahu hal-hal apa yang Allah suka dan tidak suka. Kita memerlukan wahyu khusus.

Beri tanggapan