Search form

Untuk siapakah kitab Amsal ini?

Dua kelompok orang yang perlu membaca kitab Amsal.

Audiens

Terdapat dua tipe orang yang disebut dalam Amsal 1:4-5, yang pertama adalah orang yang kurang bijaksana, yaitu orang tak berpengalaman dan orang muda. Yang satunya lagi adalah orang dengan bijaksana lebih.

Untuk mereka yang kurang

Untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda. - Amsal 1:4

Orang sederhana

Pernahkah kamu menjual sebuah barang dengan harga murah, dan setelah itu baru tahu bahwa barang itu harganya sangat mahal? Pernahkah kamu bersahabat dengan seseorang yang ternyata sejak awal memang tidak pernah berniat baik kepadamu?

Pernahkah kamu ditertawakan orang karena melakukan sesuatu yang salah tetapi kamu tidak tahu? Misalnya, masuk ke toilet lawan jenis karena tidak tahu arti kata Ladies dan Gents?

Ada banyak pengalaman kita yang menunjukkan bahwa kita bukanlah orang pintar. Ada hal-hal yang kita tidak tahu. Kadang-kadang, yang kita tidak tahu membuat kita tampak konyol di depan orang lain. Kadang-kadang juga, itu membuat kita terjebak dalam masalah. Namun tidak jarang juga, ketidaktahuan kita menuntun kita pada bahaya yang sangat besar.

Dalam ayat ini muncul istilah orang tak berpengalaman. Istilah lainnya adalah orang sederhana. Orang-orang ini adalah orang-orang kurang pengalaman, yang cara berpikirnya masih sederhana, polos, atau naif.

Apakah kamu menyadari sisi sederhana ini dalam dirimu? Sadarilah bahwa walaupun kita memiliki kepandaian dan bijaksana luar biasa, kita masih memiliki sisi sederhana ini.

Dalam kitab Amsal ada istilah orang tak berpengalaman, atau orang sederhana, dan ada juga istilah orang bodoh (1:7). Kedua istilah ini mengacu pada dua tipe orang yang berbeda. Kita akan melihatnya setelah sampai pada ayat ke 7.

Orang muda

Orang muda biasanya dicap sebagai orang-orang yang belum matang. Tentu saja ada beberapa pengecualian. Namun secara umum semakin tua seseorang, orang itu akan bertambah bijaksana.

Siapakah orang muda? Walaupun istilah orang muda berkait dengan usia tertentu, namun kita harus menyadari bahwa kita pun selalu lebih muda dari orang yang lebih tua dari kita. Kita harus terus menerus mengejar bijaksana seumur hidup kita. Seperti yang Paulus katakan dalam Filipi 3:12,

Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

Untuk mereka yang lebih

Di atas saya sudah membicarakan bahwa orang muda sering identik dengan kurang bijaksana. Ketika membaca ayat ini, mungkin orang tua akan berkata, Tuh, dengerin, anak muda, kamu harus cari bijaksana, sementara ia sendiri merasa puas dengan bijaksana yang ia miliki.

Jangan sampai kita terjebak dalam sikap seperti itu. Ingat perkataan Paulus di atas, karena ayat berikutnya dalam Amsal mengungkapkan cara berpikir yang senada dengan Paulus.

Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan. - Amsal 1:5

Baik orang yang kurang bijaksana maupun orang yang lebih bijaksana, semua memerlukan ajaran-ajaran dalam kitab ini untuk hidupnya. Betapa luas dan kayanya Firman Tuhan!

Beri tanggapan