Search form

Uang adalah yang terpenting

Topics
Audiens
Dalam hidup ini yang terpenting bukan uang.
Kenapa?
Banyak hal yang lebih penting daripada uang.
Misalnya?
Misalnya kesehatan. Manusia tidak mungkin membeli kesehatan.
Siapa bilang? Kalau kamu sakit, kamu perlu uang untuk berobat ke dokter. Berarti kamu sedang menukarkan sejumlah uang untuk sebuah kesehatan. Kalau kamu tidak punya uang, maka kamu tidak bisa memperoleh hal itu.
Hmm... Aku rasa kamu benar. Bagaimana dengan pendidikan?
Sama. Orang yang tidak punya uang, akan sulit untuk mendapat pendidikan yang baik. Maka uang di sini berperan.
Betul juga ya. Jadi menurutmu, uang adalah yang terpenting dalam hidup?
Benar sekali. Tanpa uang, kita tidak akan bisa memperoleh apa-apa. Dengan uang, kita bisa memperoleh apa pun yang kita butuhkan. Jadi uang adalah hal yang terpenting dalam hidup manusia.
Begitu ya. Tapi aku punya satu pertanyaan untukmu.
Silahkan.
Kalau begitu, untuk apa kamu berusaha untuk sehat dan mendapat pendidikan?
Maksudmu?
Maksudku, tadi kamu katakan kalau uang adalah unsur yang terpenting dalam hidupmu. Lalu, mengapa kamu harus menukarkan hal yang sedemikian penting dengan sesuatu yang kurang penting, seperti kesehatan dan pendidikan?
... Maksudmu, kamu sedang mengatakan bahwa aku seharusnya tidak menukarkan uang untuk kesehatan dan pendidikan?
Tepat sekali. Kalau uang adalah yang terpenting, maka seharusnya kamu tidak rela menukarkan uangmu dengan kesehatan maupun pendidikan, karena hal-hal itu pastilah kurang penting dibanding uang.
Tapi hal-hal itu juga penting.
Betul. Kamu mengerti maksudku. Kalau uang adalah yang terpenting, berarti hal-hal lain tidak sepenting uang, termasuk di dalamnya adalah kesehatan dan pendidikan.
Kamu sedang mengatakan bahwa aku menggunakan uang untuk hal-hal yang lebih penting, maka uang bukanlah yang paling penting, melainkan hal-hal yang aku kejar menggunakan uang itulah yang paling penting.
Tepat sekali. Maka, dengan begitu, uang hanyalah merupakan alat untuk kita mengejar hal yang lebih penting. Jelas, karena uang hanyalah alat, maka uang bukanlah yang paling penting.
Tetapi kupikir kamu salah.
Coba jelaskan.
Katakanlah, kamu sedang sakit keras. Kamu mengeluarkan uang sangat banyak untuk biaya dokter. Tadi kamu katakan, dalam hal ini uang adalah alat, agar kamu bisa memperoleh kesehatan, yang merupakan hal yang lebih penting.
Betul.
Untuk apa kamu memperoleh kesehatan? Bukankah supaya kamu bisa bekerja lagi untuk mendapat uang?
Menarik sekali. Bagaimana dengan pendidikan?
Sama. Waktu kamu mengeluarkan biaya besar untuk memperoleh pendidikan tinggi, kamu melakukan dengan tujuan kamu bisa mendapatkan uang yang banyak.
Argumenmu sangat mengagumkan. Jadi, kita menukarkan sejumlah uang dengan kesehatan dan pendidikan, karena dengan kedua hal itu, kita dimungkinkan untuk mendapatkan uang lebih banyak?
Tepat seperti itu. Kita harus jujur dengan diri kita sendiri, hal utama yang kita kejar adalah uang. Waktu kita sakit, kita rela mengorbankan uang demi kesehatan, agar kita tidak sakit lagi dan bisa mendapatkan uang kembali. Waktu kita membayar sebuah institusi pendidikan, kita sedang berusaha mendapatkan ilmu yang bisa kita pakai untuk mendapatkan uang.
Kamu memang orang yang sangat berpikiran tajam. Tapi ada yang janggal dalam argumenmu.
Silahkan utarakan.
Kita berusaha memperoleh uang, kemudian mengeluarkan untuk kesehatan atau pendidikan, agar kita bisa memperoleh uang lagi. Lalu, dengan uang yang kita peroleh, kita menukar uang itu dengan kesehatan atau pendidikan lagi, agar kita bisa memperoleh uang lebih besar. Begitu bukan?
Betul. Itu yang kamu katakan janggal?
Belum. Sabar. Kalau begitu, hidup kita berputar-putar terus di sini, bukan? Uang - kesehatan - uang - kesehatan - uang - kesehatan?
Benar.
Itu seperti kita memikirkan mana yang lebih dahulu, telur atau ayam? Ketika kita memikirkan telur atau ayam yang ada terlebih dahulu, kita harus mengakui, hanya telur saja atau ayam saja yang bisa ada terlebih dahulu.
Setuju. Aku menangkap maksudmu, kamu sedang berpikir, antara uang dan kesehatan, atau uang dan pendidikan, walaupun itu berbolak-balik terus seperti grafik cosinus, pasti pada akhirnya kita harus menerima, pastilah ada yang lebih penting. Begitu bukan? Bukankah itu yang sedang kita bicarakan sejak tadi?
Memang. Dan seperti halnya masalah ayam dan telur, ada orang yang berpendapat ayam lebih dahulu ada, dan ada orang yang berpendapat telur lebih dahulu ada, demikian juga kita. Menurutku ada hal lain lebih penting, sementara menurutmu uang yang paling penting.
Ya. Jadi?
Aku pikir hal yang kamu katakan tadi bisa membawa kita pada tiga kesimpulan besar yang mungkin. Pertama, mungkin aku benar, yaitu ada hal lain yang lebih penting. Kedua, mungkin kamu benar, yaitu uang paling penting. Ketiga, mungkin kedua-duanya sama-sama penting, maka seumur hidup siklus uang-kesehatan itu selalu berulang.
Teruskan.
Misalnya kamu benar, berarti tujuan ultimatmu dalam hidup ini adalah uang. Aku ingin bertanya, seandainya kamu telah mendapatkan uang yang begitu banyak, paling banyak sehingga...
Tidak akan pernah mencapai paling banyak. Selalu akan bisa ditambah.
...tunggu. Jangan dipotong dulu. Anggaplah kondisinya seperti itu. Kamu telah mendapatkan uang dalam jumlah maksimum. Tidak bisa ditambah lagi. Apa yang hendak kamu lakukan?
Ok, walaupun aku tidak setuju dengan uang maksimum itu, tapi seandainya itu terjadi, aku akan memuaskan diriku dengan membeli apa saja yang aku mau. Hidupku akan sangat senang karena aku bisa lakukan apa saja yang aku mau. Kamu lihat, kan? Bahkan kebahagiaan pun akan muncul jika kita kaya.
Sebentar, kamu pernah sekaya itu?
Belum, sih.
Kok tahu bahwa bahagia akan ada di sana?
Pembicaraanmu tidak fokus.
Oke, oke. Kita kembali ke topik. Tadi kamu katakan, kamu akan membeli apa saja yang kamu mau. Dengan mengatakan hal itu, maka uang bukanlah hal yang terpenting.
Kok bisa?
Karena, sebenarnya kamu sedang mengejar keinginan kamu itu, yaitu bisa membeli apa saja yang kamu mau. Bahkan, kebahagiaan yang kamu katakan tadi, baru muncul jika kamu kaya. Kalau begitu, uang bukanlah yang terpenting, karena kamu masih menggunakan uang sebagai alat untuk mengejar sesuatu yang lain.
Kamu memang pandai bicara. Tapi aku tetap yakin bahwa uanglah yang paling penting. Bagaimana dengan kemungkinan ketiga? Bahwa uang dan kesehatan selalu berbolak-balik karena sama penting?
Aku juga tidak setuju dengan itu. Karena menurutku uang hanyalah alat untuk mencapai tujuan. Jadi pasti ada hal yang lebih penting dari uang. Uang adalah alat yang sangat penting, karena sifatnya yang begitu fleksibel untuk ditukar dengan apa saja. Sifat ini seperti energi listrik yang begitu penting bagi dunia modern, karena sifatnya yang mudah diubah dalam bentuk lain (seperti panas, cahaya, gerak, dan sebagainya). Tetapi kupikir kamu tidak akan memegang sebuah kabel listrik yang terkelupas, hanya karena listrik adalah energi yang begitu penting. Karena ia hanyalah alat, bukan? Yang kamu butuhkan adalah udara dingin melalui AC, komputer yang membantumu bekerja, dan informasi serta hiburan dari televisi. Bukan listriknya sendiri.
Aku tidak setuju. Argumenmu bagus. Tapi aku tidak setuju.
Sekarang aku ingin bertanya lagi.
Silahkan.
Apakah uang dapat membeli cinta?
Mengapa kamu menanyakan pertanyaan kampungan seperti itu?
Ini tidak kampungan. Menurutku, cinta tidak akan pernah bisa dibeli. Kamu bisa menarik perhatian seseorang dengan uangmu yang begitu banyak. Orang itu mungkin mau menikah denganmu. Tetapi sebenarnya ia tidak mencintaimu. Ia hanya mau uangmu.
Bisa, ia bisa mencintaiku. Pada awalnya mungkin tidak, tetapi lambat laun ia akan mencintaiku.
Kamu yakin? Berani mencoba?
Sebenarnya tidak sih. Peluangnya sangat kecil sekali. Oke, dalam hal cinta, uang tidak bisa membeli. Hanya itu saja. Cinta. Oke?
Berarti sekarang kamu mengakui, setidaknya ada satu hal yang lebih penting daripada uang, begitu?
Harus kuakui ya. Tapi hanya itu saja.
Kebahagiaan?
Tadi aku sudah katakan, kalau kita kaya, otomatis akan bahagia.
Pernah kaya?
Belum.
Bagaimana kamu tahu?
Hei, aku tidak bodoh. Aku kenal banyak orang kaya.
Berapa banyak yang kamu lihat bahagia?
Cukup banyak juga.
Cukup banyak, berarti ada yang tidak?
Tentu saja. Kamu mulai membuatku kesal.
Hei, jangan marah, maafkan aku kalau aku keterlaluan. Aku hanya peduli denganmu sebagai teman. Berarti, aku harus mengkoreksi kalau kamu salah. Toh, tidak ada yang dengar pembicaraan kita bukan?
... Baiklah.
Dan lagi, kamu perlu mendefinisikan apa itu bahagia, sebelum kamu menilai orang itu bahagia. Apa itu bahagia?
Bahagia itu berarti kita memiliki banyak uang.
Jadi, kalau kamu memiliki banyak uang, kamu akan bahagia, yang artinya adalah memiliki banyak uang?
Maksudku, bahagia adalah, kita bisa memperoleh apa saja yang kita inginkan.
Aku kurang setuju dengan definisimu. Tetapi okelah, katakanlah kita bahagia, berarti kita bisa memperolah apa saja yang kita inginkan. Hal apa yang paling kamu inginkan?
Aku baru akan menjawab, yang aku inginkan adalah memiliki uang yang banyak. Tapi aku sudah mulai tahu cara berpikirmu. Aku tidak akan terjebak.
Barusan kamu sudah mengatakannya.
Oke, oke, oke, oke.....
Jadi?
Sudahlah, aku menyerah. Aku tidak ingin berdebat lagi denganmu. Tapi aku tetap yakin bahwa - selain cinta dan kebahagiaan -, uang adalah yang terpenting.
Begitu ya. Aku harap kamu mau memikirkan lagi pendirianmu. Lain kali kita bicara lagi. Bagaimanapun, kita tetap berteman, dan aku menghargaimu sebagai seorang teman. Dan, percayalah, hal ini tidak terbeli dengan uang.

Tanggapan

Tere

There's a saying:

Money... can't live without it, never got enough with it

The whole history of human kind, The glory and fall of men, always relates to these two things, Money and Sex.

Be wise and be the master of both...

big bro

anggota DPR harus baca nih!

Agus Nur Ikhsan

Keren,,! Bnyak pelajarran yg bisa diambil jugaa

Agus Nur Ikhsan

Keren,,! Bnyak pelajarran yg bisa diambil jugaa Dengan Cinta, akan umbuh cinta yg sesungguhnya tiada tipu yg kan timbul,,

Beri tanggapan