Search form

Tuhan berbicara langsung pada saya!

Benarkah?

Topics
Audiens

Mungkin kamu pernah mengalami sejumlah pengalaman supranatural yang membuatmu sangat yakin bahwa Tuhan sedang berbicara dengan kamu secara langsung. Mungkin itu berupa mimpi, penglihatan sewaktu sedang sadar, atau bisa juga kamu mendengar suara yang berbisik dengan lembut di telingamu, berbicara, Aku mengasihimu, atau semacamnya, sementara tidak ada siapapun di sekitarmu.

Pengalaman-pengalaman seperti ini dialami oleh banyak orang. Tidak dapat disangkali, Alkitab memang mencatat banyak peristiwa semacam ini dialami oleh orang-orang, baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Tetapi apakah peristiwa ini hanyalah terjadi pada masa itu, atau masih berlangsung hingga masa kini? Bagaimana jika kamu sendiri mengalaminya?

Objektivitas Alkitab

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. — 1 Yohanes 4:1

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. — 1 Tesalonika 5:21

Kita sangat perlu berhati-hati dengan hal ini. Allah yang dicatat dalam Alkitab adalah Allah yang sangat menekankan objektivitas. Allah bukan hanya mengatakan kepada kita, Percayalah padaKu, melainkan Allah juga memerintahkan kita untuk menguji. Ternyata Allah Alkitab bukanlah pribadi tipe Jangan tanya, pokoknya percaya saja. Allah memberi kita kesempatan untuk menguji1 kebenaran.

Menguji pengalaman

Kita perlu menguji diri kita sendiri ketika kita mengalami suatu kejadian supranatural. Dua pertanyaan berikut bisa menjadi panduan.

Benarkah kita mengalaminya?

Pertanyaan pertama yang perlu kita tanyakan adalah, Benarkah kita mengalaminya? Beberapa pengalaman bisa tampak sangat nyata padahal kita tidak benar-benar mengalaminya. Cobalah Jangan! gunakan narkoba. Apa yang kamu lihat dan rasakan terasa sangat nyata, padahal tidak. Penderita schizophrenia melihat hal-hal yang ada dalam pikiran mereka sendiri. Bahkan, kita sering terbangun dari mimpi dan mengatakan, Untunglah! Ternyata hanya mimpi!

Dalam keseharian kita, kita sering salah paham terhadap apa yang orang lain katakan. Iya, dia ngomong begitu! Kita bersikeras, namun sebenarnya orang yang kita maksud tidak pernah mengatakan hal itu. Kita salah memahami maksudnya, dan mengira bahwa orang itu mengatakan tepat sama seperti yang kita katakan.

Dengan melihat kelemahan kita seperti ini, kita benar-benar harus menguji pengalaman kita sendiri. Benarkah kita mengalaminya? Saya yakin saya mengalaminya, kalimat seperti itu berkali-kali kita lontarkan untuk kejadian sehari-hari dan terbukti kita sering salah. Bagaimanakah kita bisa memperlakukan hal-hal supranatural secara berbeda?

Saya tidak sedang menghakimimu dan mengatakan bahwa kamu salah. Tidak. Kamulah yang harus menguji diri sendiri untuk menentukan bahwa kamu benar-benar mengalaminya atau tidak.

Apakah kita mengalami hal yang benar?

Berikutnya, kalau kamu sudah bisa meyakinkan diri bahwa kamu memang benar mengalaminya, pertanyaan berikutnya sangatlah penting. Apakah kamu mengalami hal yang benar?

Ketika kamu didatangi oleh kakekmu yang sudah meninggal, lalu kamu berhasil menunjukkan bahwa kamu benar-benar mengalaminya, pertanyan berikutnya adalah, Benarkah itu kakekmu? Bagaimana kamu bisa yakin bahwa itu bukan alien, atau genderuwo, kuntilanak, atau semacamnya, yang menyamar menjadi kakekmu?

Oh, karena ia tahu ada tahi lalat di pantat saya. Itu tidak dapat menjadi patokan karena adalah mudah bagi makhluk berintelegensi tinggi semacam hantu untuk melihat ke balik celana dalammu.

Menguji konten

Setelah menguji diri, kita harus menguji konten yang dibicarakan oleh sosok yang berbicara kepada kita. Apakah yang dibicarakan itu sesuai dengan Alkitab? Allah tidak terbagi-bagi. Allah yang berbicara melalui Alkitab, tidak mungkin mengatakan sesuatu yang tidak cocok dengan Alkitab.

Perhatikan juga bahwa walaupun Iblis adalah pembohong, namun ia tidak mungkin berkata 100% bohong (kita tidak mungkin berbohong 100% ketika ingin membohongi orang). Justru Iblis mampu menyesatkan kita dengan sedikit kebohongan di antara ratusan kebenaran yang ia katakan. Mengenai hal ini kamu dapat coba bandingkan Kejadian 3:5 dengan Kejadian 3:7,22.

Mungkin sosok Tuhan Yesus yang berbicara kepadamu kemarin malam mampu meyakinkanmu bahwa ia benar-benar Tuhan Yesus yang asli dengan ratusan kutipan ayat Alkitab yang dikutip dengan tepat. Tetapi justru inilah trik Iblis. Ketika ia telah berhasil meraih kepercayaan kita, ia akan mengarahkan kita pada cukup satu kebohongan besar yang akan menghancurkan hidup kita dan orang-orang yang bisa kita pengaruhi.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. — 1 Petrus 5:8


  1. Perhatikan bahwa Alkitab menggunakan kata menguji dan bukan membuktikan

Beri tanggapan