Search form

Teologi Kenikmatan 2: Allah menikmati ciptaanNya

Audiens

Maka Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik.
- Kejadian 1:31

Kalau kita membaca kisah penciptaan dalam kitab Kejadian, kita akan melihat bahwa pada akhir setiap hari penciptaan (kecuali hari kedua), Allah sangat menikmati ciptaanNya. Seperti seorang pelukis yang telah selesai mengerjakan lukisannya, kemudian ia duduk dan mengamati lukisannya dengan perasaan sangat puas dan kagum.

Kitab Amsal memberikan gambaran dengan nuansa yang berbeda mengenai hal itu:

aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan,
setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya,
dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;
aku bermain-main di atas muka bumi-Nya
dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.
- Amsal 8:30-31

Kata bermain-main yang digunakan adalah kata yang sama yang dipakai ketika Daud menari-nari menyertai Tabut Allah yang direbut kembali dari orang Filistin. Ada nuansa kegembiraan yang meluap di sana, seperti seorang anak kecil yang begitu tenggelam dalam permainannya.

Bagian Alkitab dalam Amsal 8 ini menunjukkan Allah menikmati ciptaanNya1. Saya membayangkan waktu Allah menciptakan seluruh ciptaan itu dengan perasaan seperti seorang anak kecil yang bermain dengan plastisin. Tentu saja Allah tidak mencipta seperti anak kecil yang mencipta tanpa perencanaan dan hanya untuk bersenang-senang. Tetapi kita bisa melihat nuansanya di sini adalah kegembiraan.

Sebenarnya, melalui apa yang bisa kita lihat melalui alam ini pun sudah mengindikasikan nuansa kenikmatan seperti itu. Perhatikan langit yang indah, hutan yang hijau, yang semuanya memiliki keindahan yang memuaskan mata. Perhatikan hewan-hewan yang lucu dan membuat gemas. Kadang-kadang mereka bisa membuat kita meninggalkan kesibukan kita sejenak dan mengamati tingkah laku mereka yang aneh dan lucu.

Lihatlah berbagai macam spesies yang ada di muka bumi. Bentuknya yang unik membuat saya membayangkan bahwa Allah senang mencoba-coba bentuk yang macam-macam untuk mengungkapkan kreativitasNya. Tentu saja Allah tidak mencoba-coba, karena setiap bentuk ada fungsinya, dan setiap spesies ternyata memiliki peran masing-masing dalam ekologi, yang membuktikan bahwa Allah sudah merencanakan seluruhnya.


  1. Amsal 8 ini berkisah mengenai hikmat dengan cara yang dibuat seolah-olah hikmat adalah manusia. Tetapi walaupun penulis kitab ini sendiri mungkin tidak menyadarinya, tetapi gambaran hikmat di sini adalah cocok dengan Kristus yang adalah Anak Allah. Ini selaras dengan Logos dalam Yohanes 1:1 maupun kalimat Paulus bahwa Kristus adalah Hikmat Allah (1 Korintus 1:24) 

Beri tanggapan