Search form

Teologi Kenikmatan 1

Audiens

Apakah tujuan utama hidup manusia?
Tujuan utama hidup manusia adalah untuk memuliakan Allah serta menikmati Dia selamanya.
- Katekismus Singkat Westminster - Pertanyaan 1

Jangan salah mengerti dengan judul tulisan ini. Ini bukan mengenai teologi kemakmuran atau semacamnya. Ini adalah mengenai kenikmatan dipandang dari sudut pandang Alkitab. Saya mengamati, orang Kristen bisa terjebak dalam dua macam ekstrim. Satu macam adalah mereka yang sangat mengejar kenikmatan. Contohnya adalah mereka yang menganut teologi kemakmuran. Ikut Tuhan, maka kamu akan diberkati! Jadi, ikut Tuhan dipandang sebagai sesuatu yang enak. Benarkah ikut Tuhan itu enak? Tidak selalu.

Ekstrim orang Kristen yang lain adalah mereka yang menganggap segala bentuk kenikmatan adalah dosa. Makan enak itu dosa. Kaya itu dosa. Seks itu dosa. Lalu apa yang bukan dosa? Yang bukan dosa adalah kalau kita menderita. Maka, kita harus puasa. Kita tidak boleh mencari uang banyak. Kita tidak boleh menikah. Bahkan kalau bisa, kita juga menyakiti diri sendiri. Bukankah kita harus menderita seperti Kristus? Benar. Tetapi menderita yang seperti apa?

Lihatlah Alkitab secara utuh

Kalau kita mau menjadi orang Kristen yang baik, kita harus seimbang. Satu kebenaran dalam ajaran Alkitab tidak boleh kita lihat secara berlebihan sehingga menutup kebenaran yang lainnya. Alkitab adalah sebuah kesatuan yang utuh. Ini adalah kesulitan orang Kristen dalam melakukan Firman Tuhan. Banyak hal dalam Alkitab sering tidak dilihat secara utuh:

  • Allah mencintai atau menghukum?
  • Allah itu Esa atau Tritunggal?
  • Allah setuju manusia membunuh atau tidak?
  • Keselamatan itu karena iman atau perbuatan?
  • ...dan banyak hal lainnya.

Saya melihat, orang Kristen punya suatu kecenderungan untuk memandang kenikmatan sebagai sesuatu yang jahat. Sangkal diri, pikul salib., itu jadi semboyan yang selalu didengungkan. Lho, bukankah Tuhan Yesus sendiri mengajarkan hal itu? Firman Tuhan menunjukkan pada kita bahwa kita harus menanggung sejumlah penderitaan selama kita hidup. Tetapi jangan lupa, ada bagian Firman Tuhan yang mengajarkan tentang kenikmatan.

Pada kesempatan berikutnya, saya akan menunjukkan bagaimana Allah menikmati.