Search form

Spotlight Fallacy

Ada bentuk khusus dari biased sample, yang disebut Spotlight Fallacy. Kesesatan ini sering terjadi ketika kamu melihat berita yang sedang hangat di TV maupun majalah.

Setelah melihat berita kerusuhan di Jakarta
A
Saya tidak akan pernah ke Indonesia.
B
Kenapa?
A
Orang Indonesia garang dan buas.

Media sering menciptakan gambaran yang bias tentang seseorang atau suatu daerah. Mengapa? Bukan karena media bermaksud seperti itu. Suatu daerah, misalkan Ngkaz (fiktif – tidak usah dicari di peta), tidak pernah muncul di media, karena tidak ada kejadian yang luar biasa untuk diliput. Suatu ketika terjadi kerusuhan di sana. Maka pada waktu itu media berbondong-bondong meliput berita. Seluruh dunia menyaksikan kerusuhan yang terjadi di daerah itu, dan itu adalah satu-satunya kesempatan mereka mengenal kota Ngkaz. Maka banyak orang takut ke kota itu karena satu-satunya hal yang mereka tahu mengenai kota itu adalah kerusuhan.

Mengapa selebritis mudah sekali bercerai? Nah, ini complex question. Pertanyaan yang harus kita tanyakan lebih dahulu adalah, “Apakah selebritis yang diliput karena bercerai adalah sampel yang baik untuk seluruh selebritis?” Mungkin saja dari 1000 orang, hanya 70 orang yang melakukannya. Tetapi perhatian media berpusat di 70 orang itu, sehingga kita salah mengambil sampel.

Atau mungkin saja kelakuan masyarakat Indonesia sebagian besar memang mudah bercerai. Tetapi media kemungkinannya kecil memberitakan perceraian Pak Somat yang tinggal di kaki gunung Merapi, bukan? Dalam hal ini, media sukses merusak citra selebritis, sementara potret orang Indonesia yang lain jadi terlihat suci.

Segitiga bermuda adalah wilayah berbahaya. Banyak pesawat maupun kapal hilang di sana.

Banyak? Sebanyak apakah? Bagaimana di tempat lain selain segitiga bermuda? Bukankah selama ini pembicaraan selalu mengenai yang terjadi di daerah itu, tetapi kurang memperhatikan daerah lain, misalnya di Selat Sunda?

Dalam gereja, sering orang yang memberi kesaksian dirinya disembuhkan. Ada hal-hal penting yang perlu kamu perhatikan. Orang-orang yang bersaksi disembuhkan hanyalah sedikit dari seluruh orang di gerejamu, dan tidak mewakili keseluruhan. Tidak bisa digeneralisasikan bahwa setiap orang akan disembuhkan. Kesaksian di gereja cukup banyak mengenai kesembuhan dan pertolongan keuangan. Maka orang Kristen cenderung melihat kekristenan hanya mengenai dua hal itu. Padahal ada pertolongan Tuhan mengenai kesulitan-kesulitan lainnya (misalnya, “Saya tadinya berpikir ngaco, tetapi sekarang tahu apa itu fallacy.”) dan yang paling penting adalah keselamatan dari dosa.

Contoh-contoh lainnya:

“Saya mau kuliah kedokteran. Coba lihat, dokter kaya-kaya.”
- Dokter yang mana? Kamu membuat kesalahan mengira bahwa dokter yang kaya tersebut adalah semua dokter

“Mengapa kamu yakin kalau menjalankan bisnis MLMX ini kamu akan berhasil?”
”Jelas, peluangnya besar. Saya sudah dengar banyak kisah sukses dari orang-orang di MLMX.”
- Berhati-hatilah. Kisah sukses yang kamu dengar dari 50 orang sukses, dapat membuatmu lupa memperhitungkan 10000 orang gagal lainnya.

“Banyak belajar banyak lupa!”
- Banyak lupa? Tetapi banyak juga yang diingat!

Banyak sekali hal-hal yang dipercayai orang yang perlu dikoreksi:

  • Apakah keturunan Tiong Hoa kaya-kaya? Tidak selalu.
  • Apakah Islam agama teroris? Tidak. Hanya kebetulan ada segelintir orang yang profesinya teroris yang mengatasnamakan ajaran Islam.

Beri tanggapan