Search form

Populasi dan Sampel

Apakah data ini seluruhnya atau sebagian?

Audiens

Seperti biasanya, istirahat siang ini Bomi makan di kantin sekolah. Karena sedang membatasi makan, Bomi hanya makan tauge saja. Ia membeli sejumput tauge, tanpa nasi, tanpa lauk pauk, hanya ditemani segelas teh tawar.

Sebelum makan, Bomi tergoda untuk mengetahui bisa sepanjang apakah tauge yang dijual sebagai makanan. Maka ia mencabuti satu per satu tauge yang telah dibelinya. Ternyata seluruhnya terdapat 189 tauge di atas piringnya, dan yang terpanjang adalah 4,2 cm. Bomi pun merasa puas telah mengetahui tauge terpanjang di atas piringnya. Sekarang ia dapat mulai memakannya.

Tepat sebelum ia memasukkan tauge pertama ke dalam mulutnya, ia mulai berpikir. Apakah tauge terpanjang yang ia temukan tadi - 4,2 cm - adalah tauge terpanjang yang terdapat di baskom milik bibi kantin? Bomi merasa tidak tenang. Ia berkeringat dingin. Tidak tahan, akhirnya ia menemui bibi kantin dan meminta izin untuk menghitung panjang taugenya satu per satu. Tetapi Bomi kurang beruntung. Tauge kantin sudah ludes tanpa sisa. Bagaimana ini? Belpun berbunyi, dan Bomi belum sempat memakan taugenya. Kasihan sekali.

Populasi dan Sampel

Tauge-tauge yang ada di atas piring Bomi adalah sebagian dari seluruh tauge yang dijual di kantin. Bomi tidak dapat memperoleh seluruh tauge yang dijual di kantin hari ini. Tetapi ia telah mendapatkan sebagian tauge, dan itu cukup untuk menduga-duga berapakah panjang tauge terpanjang di kantin hari ini.

Populasi adalah keseluruhan objek yang dibicarakan. Dalam kasus ini, Bomi sedang membicarakan data mengenai seluruh tauge yang dijual di kantin hari ini. Itulah yang disebut populasi. Bomi tidak berhasil mendapatkan data dari populasi, tetapi ia sebenarnya memiliki sampel.

Sampel atau contoh, adalah sebagian dari populasi. Bomi memiliki sebagian dari tauge di kantin, yaitu tauge yang telah ia beli. Ini disebut sebagai sampel. Bomi menghitung panjang masing-masing tauge yang ada di piringnya, berarti ia telah mendapatkan data dari sampel.

Berdasarkan data sampel, Bomi telah mendapatkan panjang tauge terpanjang, yaitu 4,2 cm. Mungkin saja dalam baskom bibi kantin pagi ini - yang merupakan populasi - sebenarnya ada tauge sepanjang 4,8 cm atau 5,1 cm. 4,2 cm mungkin bukanlah yang terpanjang. Tetapi itulah hasil terbaik yang dapat diperoleh Bomi dari sampel. Walaupun ada kemungkinan salah, tetapi Bomi sudah memiliki cukup alasan untuk menyimpulkan bahwa tauge terpanjang tidak jauh dari 4,2 cm.

Mungkinkah dalam populasi ada yang panjangnya 25 cm? Mungkin saja, tetapi melihat panjang tauge kebanyakan, Bomi dapat menganggap bahwa tauge 25 cm itu adalah tauge tidak normal, sehingga tidak perlu diperhitungkan.

Kadang-kadang, kita bisa memperoleh data dari populasi. Misalnya, kamu membeli pisang setandan, dan kamu ingin mengetahui sesuatu tentang pisang-pisang itu. Kamu memiliki seluruh objeknya. Kamu memiliki populasi. Tetapi lain ceritanya ketika kamu ingin mengetahui sifat-sifat pisang yang terdapat di kebun seluas 10 hektar. Populasinya terlalu besar, maka kamu hanya dapat mengambil sampel beberapa tandan pisang di kebun tersebut.

Tidak sembarangan

Sampel tidak dipilih secara sembarangan. Sampel yang dipilih harus dapat mewakili populasi. Ada metoda-metoda tertentu yang dapat kita gunakan untuk memilih sampel, yang disebut sebagai teknik sampling.

Kita tidak akan membahas secara detail di sini, tetapi kira-kira kamu dapat menangkap salah satu gagasannya seperti ini.

Bayangkan kamu memasukkan gula ke dalam toples hingga terisi setengahnya. Kemudian kamu masukkan garam ke dalam toples untuk mengisi bagian sisanya. Lalu toples itu kamu tutup menggunakan stiker hingga orang tidak dapat mengetahui apa yang ada di bagian bawah toples. Kalau kamu menyuruh temanmu mengambil sedikit dari toples itu, lalu mencicipinya, ia akan dengan yakin mengatakan bahwa seluruh toples ini berisi garam. Dan ia salah. Mengapa? Karena sampel yang ia ambil tidak mewakili populasi.

Sekarang, kamu mengocok-ngocok toplesnya, juga mengaduk-aduknya hingga rata. Kalau kamu suruh temanmu yang lain mencicipinya, temanmu akan merasakan asin dan manis, dan ia dapat menyimpulkan bahwa toples ini seluruhnya berisi gula dan garam. Dan ia benar. Bagaimana bisa? Karena sampel yang ia ambil mewakili populasi.

Dalam kasus pertama, garam dan gula tidak tersebar secara homogen ke seluruh toples. Dalam kasus kedua, garam dan gula tersebar secara homogen ke seluruh toples. Akibatnya, sampelnya dapat mewakili populasi.

Tetapi bagaimana kita dapat memilih sampel dengan baik dalam populasi tertentu, misalnya semua orang Indonesia? Nah, lain waktu ini akan dibahas khusus, karena cukup panjang.

Pertanyaan-pertanyaan

  1. Dalam Pemilu dan Pemilukada, ada istilah Quick Count. Apakah Quick Count itu? Apakah yang dihitung populasi atau sampel? Apakah populasinya? Dan apakah sampelnya?

Tanggapan

Beri tanggapan