Search form

Overwhelming Exception

Semua anjing warnanya hitam, kecuali yang warnanya lain.

Sebenarnya ini secara logis tidak selalu salah, cuma agak berlebihan saja untuk menyatakan sesuatu. Kesalahan ini terjadi kalau kamu menyebutkan terlampau banyak kasus yang menjadi pengecualian. Maka kesalahannya terletak pada segi bahasa.

Saya suka semua pelajaran. Kecuali Matematika, Fisika, Biologi, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Geografi, Seni, Sejarah, dan Ekonomi.
Si Ani mirip sekali lho, dengan si Uni. Ya… kecuali bibirnya. Hidungnya juga. Warna kulitnya juga. Mmm.. rambutnya juga sih. Tingginya juga beda. Tapi mirip kok.

Teknik seperti ini sering digunakan untuk menimbulkan kesan bahwa masalahnya tidak serumit yang diduga.

Sudah kok. PR-nya sudah dikerjakan. Sudah selesai. Yang belum tinggal nomor 2, 6, 11, 12, 15, 16, 17, 18, dan 19. Yang lain sudah.

Jadi berbeda dengan misleading vividness, kalau misleading vividness mengungkapan kasus pengecualian yang sebenarnya jarang terjadi, maka overwhelming exception mengungkapkan pengecualian yang terlalu banyak.

Joni
Di kelas saya semua setuju kok.
Guru
Semua? Di kelasmu berapa orang?
Joni
34 orang.
Guru
Semua setuju?
Joni
Iya, kecuali beberapa orang yang memang dari dulu tidak setuju.
Guru
Berapa?
Joni
33 orang.

Pengecualian tidak selalu salah, jika jumlahnya sedikit.

Bomi
Olah raga yang paling murah dan bisa dilakukan semua orang adalah jalan kaki. Semua orang pasti bisa jalan kan?
Mila
Gimana dengan orang yang lumpuh?
Bomi
Ya, itu kan pengecualian.

Argumen seperti ini masih boleh, karena kata “semua” dalam pengertian sehari-hari adalah bersifat statistik, tidak selalu berarti “mutlak semua”. Pengecualian yang disebut di sini pun tidak banyak jumlahnya dibandingkan keseluruhan manusia. Penalaran di atas menjadi salah jika jumlah orang lumpuh adalah 50% dari seluruh umat manusia, misalnya.

Beri tanggapan