Search form

Murka Allah 5: Rasio bagaikan pelacur

18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. - Roma 1:18-20

Alam semesta, dalam dirinya sendiri sudah memancarkan kekuatan dan bijaksana Allah. Paulus mengatakan dalam ayat tadi bahwa semuanya sudah jelas, sehingga orang tidak mungkin berdalih. Tetapi mengapa orang masih tidak mengakui Allah?

Martin Luther pernah mengatakan bahwa rasio manusia adalah seperti seorang pelacur.

Apa maksudnya? Apa yang kita lihat, kita dengar, seluruh informasi yang kita terima, kita selalu pilah-pilah dan kita memilih sebagian informasi saja yang cocok dengan apa yang kita percayai. Saya akan memberikan sebuah contoh.

Ceritanya, kamu telah beberapa hari melihat Bomi dan Enjel selalu pulang sama-sama. Maka mulailah dalam pikiranmu muncul suatu kalimat, mereka pacaran. Lambat laun hal yang terbersit dalam pikiranmu itu menjadi sebuah kepercayaan. Kamu mulai percaya bahwa mereka benar-benar pacaran. Benarkah? Jujurlah pada dirimu sendiri, kamu tidak tahu. Padahal, mereka tidak pacaran. Dari mana saya tahu? Karena saya yang bikin cerita di sini. Mereka beberapa hari pulang berdua, karena mereka les di tempat yang sama tiap hari.

Suatu ketika, Bomi dan Enjel kesulitan menyeberang jalan karena begitu ramai. Ketika jalan agak sepi sedikit, mereka baru bisa mulai menyeberang. Ketika mereka mulai melangkah, angin bertiup kencang sehingga mata Enjel terkena debu. Ia kesulitan melihat, padahal jalanan sebentar lagi akan ramai kembali. Maka Bomi segera memegang tangan Enjel dan menariknya untuk cepat-cepat lari. Di seberang jalan Bomi bilang ke Enjel, Sori tadi gua pegang tangan lo. Kebetulan kamu ada di dekat situ, apa yang kamu pikir? Benar kan, mereka pacaran? Kamu membuang fakta bahwa jalanan ramai, kamu buang fakta bahwa ada angin kencang dan mata Enjel kelilipan, tetapi kamu mengambil fakta bahwa mereka berpegangan tangan.

Di lain waktu, kamu melihat Bomi berjalan sendiri. Enjel berjalan bersama Roni. Apakah kamu kemudian sadar bahwa mungkin mereka tidak berpacaran? Tidak, kamu berpikir bahwa mereka sedang bertengkar sementara. Enjel jalan sama Roni karena mau curhat. Jadi, kamu tetap berpendapat bahwa mereka pacaran.

Moral dari cerita ini adalah: Ternyata, kalau kita sudah mempercayai sesuatu, maka apa pun yang dilakukan orang, akan kita pakai untuk mengkonfirmasi yang kita percayai. Yang cocok dengan kepercayaan kita akan kita terima, yang tidak cocok kita buang. Kita bukan mau cari kebenaran, tetapi kita memakai fakta untuk mendukung kepercayaan kita yang salah.

Berapa sering kamu mengira si A telah melakukan sesuatu, tetapi tidak pernah mengkonfirmasinya? Berapa sering kamu memfitnah orang?

Dalam hubungan antar manusia, ini menyebabkan keretakan. Jangan pikir bahwa yang namanya anak IPS pasti pandai bersosialisasi. Kadang-kadang yang disebut orang pandai bersosialisasi itu adalah pandai ramai-ramai, tetapi dalam hubungan antar pribadi, mungkin sering salah paham, mungkin sering menyakiti perasaan orang lain. Dalam kasus terburuk, orang yang bersangkutan bisa bunuh diri. Tetapi ada yang lebih serius dari itu.

Orang yang percaya kepada Allah, setiap melihat fakta, akan mengkonfirmasi kepercayaannnya itu. Sebaliknya, orang yang tidak percaya kepada Allah, setiap melihat fakta, hanya akan memakainya untuk mengkonfirmasi kepercayaannya itu. Maka yang jadi masalah di sini bukanlah Allah ada atau tidak, melainkan apakah yang kamu percayai? Bagaimana jika itu salah?

Bagaimana jika pandanganmu bahwa uang itu bisa melakukan segalanya ternyata salah? Bagaimana jika pandanganmu bahwa hidup harus memuaskan kenikmatan ternyata salah? Bagaimana jika benar bahwa ketika hidupmu berakhir, kamu akan dihakimi oleh Allah?Bagaimana jika yang kamu percayai selama ini salah?

Beri tanggapan