Search form

Misleading Vividness

Misleading vividness lebih bersifat pengaruh psikologis daripada kesalahan penalaran logis. Ini terjadi ketika kamu menekankan suatu kasus pengecualian secara mendetil dan jelas sekali. Biasanya dilakukan dengan harapan agar orang lain terpengaruh secara psikologis.

Bu Marni
Seharusnya pelajaran olahraga ditiadakan.
Bu Mirna
Lho, kenapa?
Bu Marni
Si Bona waktu itu ikut pelajaran olahraga. Disuruh lari keliling lapangan. Waktu dia lari, tiba-tiba jatuh kesandung batu. Mukanya kena potongan besi, sampai luka parah. Habis itu dibawa ke rumah sakit, tapi orang tuanya nggak mampu bayar. Karena nggak mampu bayar, rumah sakit nggak mau ngerawat. Lukanya jadi infeksi, sampai sekarang belum sembuh.
Bu Mirna
Betul juga ya. Pelajaran olahraga berbahaya.

Penjelasan seperti ini membuat orang jadi kurang memperhatikan fakta yang sesungguhnya. Kasus yang terjadi sebenarnya adalah sebuah kasus pengecualian yang jarang sekali atau bahkan baru kali itu terjadi. Tetapi kasus pengecualian ini didramatisir sedemikian rupa sehingga orang yang mendengar akan terpengaruh. Ini bisa jadi merupakan bujukan dengan memanfaatkan aspek psikologis, bukan dengan penalaran yang jujur. Seringkali ini dipicu oleh trauma.

Orang yang mengatakan mungkin sadar bahwa ini adalah kasus yang jarang. Tetapi orang menekankan pada risiko yang mungkin terjadi. Ingatlah bahwa risiko selalu ada, dan orang bijaksana harus memperhitungkan risiko yang bisa terjadi. Tetapi karena trauma, mungkin kita jadi mempengaruhi orang untuk tidak mau mengambil risiko itu, dengan cara mengungkapkannya secara berlebihan. Kesesatan ini banyak digunakan orang tua untuk menakuti anak-anak yang jujur. Jangan lakukan pada anakmu untuk sembarang situasi. Ia akan takut mencoba sesuatu yang berguna.

Ibu
Kamu jangan masuk dapur kalau mama sedang masak.
Anak
Kenapa Ma?
Ibu
Iya, coba liat apa itu. Ada kompor kan. Liat di atasnya ada apa. Ada api! Api itu bahaya. Kalau kena badan kamu, bisa terbakar! Kalau terbakar, rasanya sakit sekali. Seluruh kulitmu akan mengelupas perlahan-lahan. Meleleh. Kemudian kalau api itu sudah menjalar ke seluruh tubuhmu, rasanya panas dan sakit sekali. Jari-jari tanganmu akan sukar digerakkan dan menjadi bengkok. Bla… bla… bla…

Beri tanggapan