Search form

Paradoks kebebasan: Mengetik bebas

Gui uiwtui awygyu wyen nydnf by asdg nbdjb nagd.

Audiens

Iwa oweojwioej iowturwh tuiehik ikujhikuh ikrikafrieuayhweraureouweos uawrut98weu t8aweyw8ta8w9e yweyeyww uiggh auirhtgauiwlhtawehthgsjhg sdgnjh nkfgukthaw wajntjawytawet

Mengertikah kamu apa yang barusan saya ketik? Saya sendiri tidak mengerti. Saya mengetik dengan bebas. Saya tidak membiarkan diri saya dibatasi oleh apa pun selain keinginan saya untuk mengetik. Saya akan mengetik lagi dengan membatasi diri. Kali ini setiap menulis beberapa kata saya akan mengakhiri dengan tanda baca.

Ioajeto weth h uihugh y gsua gusdy sydhua. Aowie as hxzcv da dyhuwegua uyweyg jhs vchsjh ds. Agewiuh sgdhu s udsnsjdn najsdnj dnh. Dgsuh sdaguweht auwgunawg adg? Auiwhui uwaehfuiahga awuhh guwaue!

Saya akan mengetik lagi, dan kali ini saya membatasi diri menggunakan kata-kata dalam bahasa Indonesia.

Kapal rambut dan ke walaupun bercerita gitar tak di ketika telepon yang. Kala di anjing terminum adapula meskipun. Di tanpa setiap hanya kucing jam bernama. Seratus keriap siapa ketika labuh.

Ternyata, walaupun saya mengetik dengan sangat bebas, tetapi yang saya hasilkan ternyata tidak bermakna. Terakhir, saya akan menulis sesuatu di sini.

Kali ini saya membatasi diri untuk menulis dengan aturan tertentu, yang disebut dengan aturan tata bahasa. Selain itu, saya menulis menggunakan kata-kata dalam bahasa Indonesia. Apakah kamu mengerti kalimat-kalimat yang saya tuliskan?

Kita selalu ingin bebas. Kita tidak pernah ingin diikat oleh apa pun. Kita ingin menggunakan kehendak kita sebebas mungkin dengan sebisa mungkin tanpa batasan. Namun apakah kebebasan kita memberikan kita makna? Seringkali tidak. Manusia memiliki kebebasan, dan manusia berpotensi untuk bebas sebebas-bebasnya walaupun masih ada batasan. Kita bisa mengetik sebebasnya. Kita bisa makan sebebasnya. Kita bisa loncat-loncat semau kita. Banyak potensi yang kita miliki untuk bebas. Namun apakah semuanya itu memberikan kita makna?

Ternyata tidak. Kebebasan yang digunakan secara sembarangan tidak mungkin memberi makna dalam hidup kita. Ketika kita bersedia membatasi diri sewajarnya, baru kebebasan kita bermakna, dan hidup kita juga akan bermakna bagi orang lain.

Tanggapan

Beri tanggapan