Sebelumnya, bacalah dahulu 2 Samuel 6:1-10.

Ayo dibaca dulu. Sudah dibaca? Nah, dari kisah tersebut, apa yang kamu tangkap? Bukankah sepertinya Allah merasa terusik setelah tabutNya disentuh Uza, kemudian karena merasa terganggu, maka Allah memanggangnya? Atau, adakah sesuatu yang belum kita mengerti?

Sebelumnya, kamu harus memahami terlebih dahulu hal-hal ini:

  • Allah adalah kudus. Kudus artinya Allah terpisah, berbeda secara kualitas dengan ciptaan.
  • Kekudusan Allah seharusnya direspon manusia dengan cara menghormati diriNya.
  • Cara kita menghormati Allah adalah dengan tidak berbuat sembarangan. Kita harus menjaga suatu jarak dengan Allah, karena Allah adalah kudus, sedangkan kita ini orang yang najis.
  • Kitab Taurat banyak mengandung petunjuk-petunjuk yang harus kita ikuti untuk menghormati Allah.
  • Kitab Taurat banyak memperingatkan apa yang akan terjadi jika kita tidak menghormati Allah: mati. Ini merupakan satu aspek dalam kasih Allah, yaitu Allah memperingatkan kita sebelum kita berbuat kesalahan, agar kita tahu dan menghindari hal itu.

Nah, dalam kisah Uza ini, ada beberapa kesalahan yang terjadi:

  • Daud membawa Tabut Allah menggunakan kereta yang ditarik lembu-lembu. Seharusnya Tabut Allah diangkut menggunakan tongkat panjang dan harus manusia yang membawanya. Itupun harus dari kaum tertentu.
  • Kaum Kehat, pembawa barang-barang Kemah Suci, tidak boleh menyentuh barang-barang itu secara langsung. Bahkan, melihat pun tidak boleh (1 Samuel 6:18).

Jadi di sini, Allah jelas tidak bertindak sembarangan, hanya karena merasa terusik maka langsung bunuh orang. Tidak seperti kamu yang dihinggapi nyamuk langsung membunuhnya dengan seketika. Uza sudah melanggar perintah Allah yang dia sudah tahu. Dan Daud juga sudah membuka kemungkinan itu dengan mengangkut Tabut Allah dengan cara yang salah.