Search form

Mencipta dari entropi maksimum

Penciptaan alam semesta dan hukum termodinamika kedua.

Audiens

Ketika kamu meneteskan setitik tinta pada air jernih, kamu akan melihat bahwa perlahan-lahan tinta yang tadinya berupa bulatan sekarang berpencar kemana-mana dalam air itu. Setelah sekian waktu, kamu mendapati bahwa tinta tersebut telah bercampur dengan air. Kamu tidak dapat memisahkannya kembali menjadi tinta dan air. Kita selalu menjumpai proses seperti itu dalam hidup sehari-hari. Tinta, parfum, dan juga... emm... kentut.

Segala sesuatu selalu punya kecenderungan untuk menyebar dan bercampur aduk. Kentut kita selalu menyebar ke seluruh ruangan dan bercampur dengan udara. Ayam goreng yang kita biarkan di meja lama kelamaan akan menjadi dingin, namun tidak seperti es. Mengapa? Karena energi dari ayam goreng tersebut menyebar ke udara dan piring, sehingga akhirnya energinya menjadi seimbang. Panasnya sudah menyebar merata sehingga tidak ada lagi yang lebih panas atau lebih dingin.

Hukum Termodinamika kedua

Kita punya sense bahwa ada hukum yang mengatur sehingga segala sesuatu punya kecenderungan seperti itu. Hukum ini disebut sebagai hukum termodinamika yang kedua. Suatu sistem memiliki keadaan yang disebut entropi. Entropi adalah tingkat kecampuradukan suatu sistem. Kalau sistem semakin rata campur aduknya, entropinya semakin tinggi.

Kapan pun kita akan menjumpai entropi sistem bertambah, bukannya berkurang. Seperti pada kasus kentut di atas, kentut pasti menyebar ke seluruh ruangan. Tidak pernah terjadi sebaliknya, yaitu kentut dari seluruh ruangan masuk kembali ke tempat yang seharusnya menjadi titik sumbernya (bahasa saya sudah cukup halus, bukan?). Piring bisa dihancurkan, tetapi tidak pernah pecahan-pecahan piring kembali menjadi piring dengan sendirinya. Demikian juga, hamster yang hidup bisa mati dan membusuk, tetapi tidak berlaku sebaliknya.

Membalik proses

Kekacaubalauan sistem selalu bertambah. Namun bukan berarti tidak bisa dibalik. Kamu bisa membuat piring dari tanah liat. Kamu juga bisa melem bagian-bagian piring yang pecah menjadi piring seperti semula. Namun, semuanya ini tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan perlu energi yang besar, dan sangat perlu kecerdasan di baliknya. Dan tidak semua bisa kamu lakukan dengan baik, contohnya seperti memisahkan kopi dengan susu dari secangkir kopi susu.

Dalam kitab Kejadian pasal pertama, kita menjumpai bahwa alam semesta berada dalam keadaan campur aduk dan kacau balau. Itu adalah keadaan sistem dengan entropi yang sangat tinggi. Perlu energi yang sangat besar untuk memisahkan semuanya. Bukan hanya itu, perlu kecerdasan yang sangat tinggi untuk memisahkan unsur-unsur yang sangat campur aduk ini menjadi struktur yang bermakna.

Siapakah yang sanggup melakukannya? Hanya Allah, yang juga telah menciptakan bahan-bahannya.

Beri tanggapan