Search form

Membuat Tuhan marah dengan doa

Pernahkah Tuhan marah karena doamu?

Topics

Bangsa Israel adalah bangsa yang kurang ajar. Kurang ajarnya bukan dengan orang tua, bukan dengan guru, tetapi dengan Tuhan. Sebelum kamu mencaci maki mereka, kamu perlu tahu, bahwa bangsa Israel dipakai Tuhan untuk menggambarkan kehidupan kita sekarang. Jadi, kekurangajaran yang mereka lakukan terjadi juga dalam diri kita.

Ayat-ayat tadi menceritakan tentang bangsa Israel yang berdosa dengan meminta seorang raja bagi mereka. Lho, apa salahnya meminta raja? Sebenarnya, permintaan mereka akan raja itu tidak salah. Yang salah adalah motivasi mereka mengapa minta raja.

Tuhan sebenarnya sudah dari semula merencanakan bahwa nantinya bangsa Israel akan dipimpin oleh seorang raja. Dalam Kejadian 49:10 sudah dicatat nubuat terhadap suku Yehuda, bahwa suku merekalah yang akan menjalankan pemerintahan. Dari keturunan suku Yehuda ini juga nantinya akan dilahirkan Mesias, yaitu Yesus Kristus, yang akan memerintah seluruh bumi.

Kalau memang meminta raja bukan suatu hal yang salah, lalu kesalahan apa yang dilakukan bangsa Israel?

Mereka tidak mau Tuhan yang jadi Raja

Pertama, mereka minta seorang raja karena mereka tidak mau Tuhan yang jadi Raja.

Memang suatu saat Tuhan akan pilih raja untuk mewakiliNya. Tetapi sekarang belum waktunya, dan kalaupun ada raja, tetap raja itu harus ada di bawah pimpinan Tuhan.

Maka Tuhan tidak banyak debat. Tuhan menjawab permintaan mereka, dengan memberi beberapa peringatan serius: Raja itu akan pungut pajak dari kamu, bikin kamu jadi budak, dan sebagainya. Lalu Tuhan memberi mereka raja dari suku Benyamin.

Bangsa Israel terdiri dari 12 suku. Dua di antaranya adalah suku Benyamin dan Yehuda. Suku Benyamin ini adalah suku paling kecil. Suku ini adalah keturunan dari anak termuda Yakub, yaitu Benyamin. Sudah suku dari anak paling kecil, ditambah lagi dengan mereka pernah kurang ajar dengan suku-suku lain sehingga hampir-hampir dimusnahkan (Hakim-hakim 20:12-14).

Mengapa Tuhan memilih raja dari suku yang kecil? Apa artinya ini? Bukankah seharusnya dari Yehuda? Artinya adalah, ketika bangsa Israel minta raja, Tuhan bilang Oke, Aku kasih raja. Israel bilang Yess! Dari suku Benyamin Yaaaaahhhh... (bukankah kamu sering seperti ini?) Tuhan memang bermaksud untuk menampar orang-orang Israel. Jangan pikir kalau kamu mendesak terus orang untuk berikan yang kamu inginkan, lalu orang itu berikan, berarti kamu menang. Tuhan sudah mau memberi mereka raja yang baik dari suku Yehuda, tapi mereka mendesak duluan. Tuhan marah sehingga Tuhan berikan mereka yang kurang baik. Seperti halnya kadang-kadang ada orang sudah punya niat memberi kamu sesuatu, tapi karena kamu minta duluan malah jadi ilni (ilang niat).

Orang itu mungkin memang sudah punya niat untuk berikan kamu apa yang kamu minta, hanya sekarang belum waktunya. Karena kamu merengek-rengek terus, akhirnya orangnya sebal dan memberikan kepadamu sekenanya saja. Bangsa Israel masih untung mereka mintanya ke Tuhan. Walaupun dikasih yang kurang baik sedikit, tapi beberapa waktu kemudian Tuhan berikan raja dari suku Yehuda.

Seringkali kita punya sikap seperti itu kepada Tuhan. Tuhan sebenarnya sudah menyiapkan sesuatu yang baik di masa depan. Misalnya (yang paling sering terjadi) pacar yang baik. Tetapi mungkin Tuhan mempersiapkannya untuk bertemu denganmu ketika kamu sudah umur 36 tahun. Lalu Allah mengijinkan kamu tidak sabar. Kamu yang masih berusia 11 tahun akhirnya sembarangan pacaran dengan orang yang tidak bertanggung jawab, lalu hamil (ceritanya kamu wanita). Ini merusak seluruh masa depanmu.

Ketika Allah seolah-olah tidak mendengarkan doamu, tetaplah percaya (walaupun sulit) bahwa Ia telah mempersiapkan sesuatu yang baik di masa yang akan datang. Sesuatu yang baik itu belum tentu cocok dengan keinginan hatimu sekarang, tetapi pasti baik.

Mereka tidak mau tahu konsekuensinya

Kita sering tidak memikirkan konsekuensi dari yang kita minta seperti apa. Bangsa Israel sudah dikasih tahu sebelumnya tentang apa konsekuensinya kalau ada raja. Raja perlu pegawai, dan itu pasti dari rakyatnya. Raja perlu membangun istana, dan pasti akan ada pajak. Tapi mereka mungkin berpikir, Sudahlah, itu urusan nanti. Yang penting ada raja dulu. Keinginanku terpuaskan.

Seringkali kita cuma mau enaknya aja. Tidak tahu orang lain susah payah supaya permintaanmu bisa terwujud. Setelah itu terwujud, ada hal yang tidak enak sedikit, kamu langsung teriak-teriak. Pernahkah kamu berpikir, bagaimana kamu bisa berada dalam ruangan panas yang kamu sedang tempati? Karena ada orang yang susah payah pasang AC walaupun akhirnya rusak. Atau, ketika kamu makan tidak enak lalu kamu marah-marah, ingatlah bahwa ada orang lain yang menyiapkan makanan itu dengan susah payah.

Allah memang tidak menderita kesulitan apa pun dalam memberikan segala sesuatu. Walaupun begitu, kita tetap tidak boleh punya pola pikiran seperti itu: Yang penting keinginanku terpuaskan. Orang Israel sudah dikasih tahu konsekuensinya punya raja bagaimana, tetapi tidak mau dengar. Akhirnya nangis-nangis sendiri.

Ketika kamu menginginkan sesuatu hal dan kamu meminta pada Tuhan, ujilah dirimu. Apakah kamu mengerti yang kamu minta? Ibu Yakobus dan Yohanes meminta agar anak-anaknya bisa duduk di sebelah Yesus dalam pemerintahanNya, satu di sebelah kanan, satu di sebelah kiri. Maka Tuhan Yesus menjawab: Kamu tidak mengerti yang kamu minta. (Matius 20:22) Apakah pada akhirnya Tuhan menjawab permintaan mereka? Kalau kamu perhatikan dalam sejarah kematian para rasul, dan kamu urutkan nama-nama mereka dari kiri ke kanan, maka kamu akan mendapati bahwa Yakobus ada di sebelah kiri, dan Yohanes ada di sebelah kanan.

Apakah kamu sedang meminta pacar? Setelah ada pacar, kamu harus punya tanggung jawab lebih. Kamu harus mengurangi waktu untuk main PS dan merakit Gundam. Apakah kamu meminta mobil? Setelah punya mobil, maka kamu harus keluarkan lebih banyak uang untuk perawatan ke bengkel dan untuk bahan bakar. Saya tidak mengatakan bahwa lebih baik tidak menginginkan apa-apa. Keinginan itu banyak yang baik. Tetapi keinginanmu harus disertai dengan pengertian akan tanggung jawab apa yang akan menyusul di depannya.

Mereka minta raja karena iri

Kedua, mereka minta raja karena melihat bangsa-bangsa di sekeliling mereka.

Nah, ini motivasi yang jelek. Minta sesuatu karena iri pada yang lain. Yang lain bisa begitu kok saya tidak? Tidak usah iri pun sebenarnya Tuhan sudah siapkan raja bagi mereka dari suku Yehuda. Tetapi bangsa Israel merasa kurang greget kalau tidak ada raja.

Bangsa Israel punya kecenderungan untuk ingin melihat secara fisik penyertaan Tuhan. Waktu mereka keluar dari Mesir, mereka membuat patung lembu emas untuk mewakili Allah yang tidak kelihatan. Kali ini mereka berbuat hal yang serupa lagi, menginginkan raja sebagai ganti Allah yang tidak kelihatan.

Melihat bangsa-bangsa lain di sekeliling ini juga nantinya menjadi kesalahan besar bagi raja Salomo, yang memiliki 700 istri + 300 gundik. Menurut saya, orang yang nafsunya besar pun tidak akan sampai menikahi ratusan wanita sekalipun banyak uang. Salomo mungkin sekali meniru cara bangsa-bangsa di sekitarnya tentang bagaimana menjalin hubungan politik yang baik dengan negara sekitar. Caranya adalah: nikahilah anak-anak perempuan raja mereka, maka dijamin damai. Cara yang sangat pintar, tetapi ini bertentangan dengan perintah Tuhan. Jangan ditiru.

Seperti bangsa Israel, seringkali kamu ingin sesuatu karena kamu lihat orang lain memilikinya. Orang Indonesia tanpa sadar dididik seperti ini. Sering saya dengar: Jangan mau kalah sama orang lain Lho, memangnya ada pertandingan apa? Kita dididik untuk membandingkan diri kita dengan orang lain, bukan untuk melihat sebenarnya diri kita punya potensi apa. Memang kadang-kadang perlu berpikir seperti itu, tetapi tidak selalu. Alkitab sangat menekankan keunikan pribadi, bukan persaingan dengan orang lain.

Kalau kamu melihat temanmu bisa Piano, tidak tentu kamu juga harus bisa. Kalau kamu melihat temanmu bisa dapat nilai 100 terus, tidak tentu kamu harus seperti dia. Tuhan mungkin sudah memberikan kamu potensi yang orang belum lihat, tetapi kalau kamu tekun kamu bisa maksimal dalam bidang itu.

Tanggapan

Beri tanggapan