Search form

Konsistensi dan Kontradiksi

Hal utama dalam logika yang tidak boleh tidak dimengerti.

Audiens

Sebelum lebih jauh membicarakan mengenai logika, mari kita berkenalan dengan dua istilah penting berikut: Konsistensi dan Kontradiksi.

Konsisten

Konsisten berarti selaras. Hal-hal yang konsisten adalah hal-hal yang selaras satu sama lain. Selaras berarti tidak bertentangan satu sama lain. Hal-hal yang dibicarakan di sini bisa kalimat, informasi, argumen, pemikiran orang, dan sebagainya.

Sebagai contoh, perhatikan pembicaraan Budi dan Cali berikut.

Budi mengatakan ada bau pesing, dan Cali setuju dengannya. Karena Cali setuju dengan Budi, maka yang Cali katakan selaras dengan yang Budi katakan, ini disebut konsisten.

Berikutnya, Dahlan menambahkan informasi yang sekilas tidak ada hubungannya dengan pembicaraan sebelumnya, sedangkan Ebing menyimpulkan sesuatu. Budi, Cali, Dahlan, dan Ebing, mereka mengatakan kalimat yang berbeda-beda namun konsisten satu sama lain.

Kemudian Farhan membantah mereka berempat. Gilang juga tidak setuju dengan keempat temannya tersebut, yang berarti Gilang juga menyetujui kata-kata Farhan. Perkataan Gilang dan Farhan dalam hal ini adalah konsisten satu sama lain.

Di sini mereka terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah Budi, Cali, Dahlan, dan Ebing, sedangkan kelompok kedua adalah Farhan dan Gilang. Kelompok pertama konsisten satu sama lain, kelompok kedua juga konsisten satu sama lain. Tetapi kelompok pertama dengan kelompok kedua saling tidak setuju, atau bertentangan satu sama lain. Nah, ini disebut sebagai kontradiksi. Kelompok pertama berkontradiksi dengan kelompok kedua.

Kontradiksi

Kelompok pertama dan kedua saling berkontradiksi. Yang satu bilang iya, yang satu bilang tidak. Kalau begitu, siapakah yang benar? Untuk sementara memang kita tidak tahu siapa yang benar, tetapi yang jelas: Hanya salah satu dari kedua kelompok itu yang bisa benar.

Mengapa? Karena kita punya sense bahwa dalam hal ini hanya satu dari dua kemungkinan yang bisa terjadi. Farhan pipis di celana, atau tidak pipis di celana. Ini adalah dua hal yang bertentangan. Tidak mungkin keduanya terjadi bersama-sama. Kalau Farhan teramati pipis 1cc saja, ia sudah dikatakan pipis di celana1

Nah, pada berikutnya kita akan memperdalam pengertian kita mengenai konsistensi dan kontradiksi.


  1. Dalam hal ini kita belum membicarakan secara filosofis, apa batasannya antara sudah pipis dengan belum pipis. 

Beri tanggapan