Search form

Jodoh dari Tuhan?

Audiens

Ada ajaran bahwa ketika seorang manusia diciptakan, Tuhan sudah menciptakan seorang pasangan hidup baginya. Jadi ketika Tuhan menciptakan Bomi, Ia tidak menciptakannya sendirian. Tuhan juga menciptakan Bomiwati secara khusus bagi Bomi, yang nantinya akan menjadi pasangannya.

Ide Bomi-Bomiwati ini sangat indah. Apalagi pada waktu kamu sedih dan kesepian. Kamu bisa membayangkan, saat itu, ada seseorang di sana yang sedang menunggu untuk bertemu denganmu. Indah sekali. Berpikir seperti ini bisa memberimu pengharapan baru untuk dapat melewati rasa kesepianmu itu. Indah dan membangkitkan pengharapan tidak berarti benar lho. Pengharapan yang ditimbulkan pun bisa bersifat palsu dan menipu diri, jika itu tidak benar.

Saya coba cari di Alkitab, kok tidak ada yang cocok dengan hal ini. Sepertinya pikiran ini bukan berasal dari Alkitab. Mungkin saya salah. Tetapi ide seperti itu memiliki kesulitan yang sangat besar:

  • Pertama, tidak ada dukungan dari Alkitab (setidaknya, saya tidak menemukannya).
  • Kedua, mengapa ada orang yang sampai mati tidak punya pasangan? Kalau begitu, bagaimana nasib orang yang seharusnya menjadi pasangannya?
  • Ketiga, bagaimana dengan orang yang memiliki banyak pasangan (Ini sebenarnya mengandung kontradiksi: banyak pasangan)? Berarti ia sedang merebut pasangan dari banyak orang? Ini dosa yang sangat besar. Pasti para ahli agama tidak pernah membicarakan aspek ini ketika menentang poligami.
  • Keempat, kita sering menemukan pasangan yang menikah sembarangan, atau orang yang setelah menikah, ternyata kok tidak cocok. Berarti mereka salah menikah. Kalau begitu, maka Bomi yang salah menikah sedang merugikan bukan hanya dirinya sendiri, tetapi juga merugikan Bomiwati yang entah ada di mana.

Sebenarnya bagaimana konsep yang Alkitabiah mengenai pasangan? Mari kita melihat apa yang Alkitab ajarkan dan apa yang Alkitab tidak ajarkan.

Yang Alkitab tidak ajarkan:

  • Allah menciptakan secara khusus Bomiwati bagi Bomi. Dalam Alkitab kejadian seperti ini hanya terjadi pada Adam dan Hawa. Tidak ada indikasi bahwa ini berulang terus sepanjang sejarah umat manusia.
  • Allah selalu menyuruh atau menentukan seseorang menikah dengan siapa. Kadangkala ya, tetapi tidak seperti itu.

Yang Alkitab ajarkan:

  • Allah berkuasa penuh atas alam semesta. Tidak ada satupun yang terjadi di luar pengetahuanNya. Bomi nantinya akan memilih siapakah, Bomini atau Bomina, atau yang lain? Semuanya sudah diketahui Allah.
  • Allah memberi kemungkinan bagi manusia untuk memilih jalan yang hendak ia tempuh. Artinya, Allah memberi kemungkinan bagi Bomi untuk memilih Bomina, Bomini, atau Bomiwati.
  • Segala hal adalah dari Allah, tetapi banyak hal diberikan melalui proses natural yang wajar. Jadi ketika Bomi suatu ketika bertemu dengan Bomina, maka itu tidak terjadi secara mujizat (walaupun mereka berdua merasa demikian). Semuanya terjadi secara wajar.

Yang diajarkan Alkitab pasti benar. Tetapi untuk yang tidak diajarkan Alkitab, terbuka kemungkinan untuk benar maupun salah.

Alkitab jelas tidak mengatakan apa-apa tentang siapa yang akan menjadi pasangan kita. Juga ia tidak mengatakan bahwa pasangan itu sudah disediakan untuk kita. Maka, kita harus melihat bahwa ini adalah wilayah kebebasan manusia. Manusia diciptakan secara per individu. Masing-masing terlepas dari yang lain. Tidak ada satu individu yang diciptakan khusus untuk seorang yang lain. Kita semua dicipta untuk Tuhan, bukan untuk orang lain.

Dengan kebebasan yang dimilikinya, manusia boleh memilih siapa saja yang akan menjadi pasangannya. Tetapi kebebasan ini jelas tidak liar: Siapa saja yang disukai boleh dipilihnya. Ada banyak pertimbangan yang harus diambil, seperti apakah sifat-sifat orang itu cocok atau tidak, bisakah orang itu bekerjasama, bagaimana dengan masalah agama, dan pertanyaan paling penting adalah: dia mau tidak? Jadi, Bomi boleh memilih siapa saja sebagai pasangan, tetapi Bomi juga harus pikirkan baik-baik tujuan dan kendalanya. Lalu bagaimana kalau salah pilih? Waktu pacaran sepertinya indah, tetapi waktu menikah bertengkar tak henti-henti? Nah, kita harus sadar bahwa pengetahuan kita terbatas. Karena itu ada yang namanya pimpinan Tuhan. Kalau kita berserah pada Tuhan, maka Ia akan memimpin langkah-langkah dan pertimbangan kita. Ia akan memberimu bijaksana, sehingga kamu tahu yang mana yang harus kamu pilih. Jadi di sini unsur kebebasan ada, dan Bomiwati tidak mutlak menjadi jodohnya Bomi. Tetapi Tuhan dalam segala pengetahuanNya memimpin Bomi untuk memutuskan yang terbaik.

Jadi, masalah pasangan hidup bukan lagi masalah metafisik Tuhan sudah ciptakan dia buat saya, tetapi masalah bijaksana. Kita harus berbijaksana dalam memilih siapa yang akan menjadi pasangan kita. Maka di sini sebagai orang Kristen sejati kita harus mencari kehendak Tuhan yang harus dipenuhi dalam hidup kita, dan apakah bersama dengan orang itu hanya akan menjauhkan kita dari kehendak Tuhan, atau menggenapinya. Maka di sinilah kita dengan rendah hati memohon pimpinan Tuhan.

Jadi, pimpinan Tuhan-lah yang harus kita cari, untuk Tuhan memberi bijaksana dan menunjukkan jalan bagi kita. Bukan siapa yang diciptakan Tuhan untuk kita.

Bukankah Tuhan mengetahui segala sesuatu?

Betul. Tuhan juga tahu siapa yang akan kita pilih. Tetapi bukan berarti Tuhan menciptakan orang itu secara eksklusif untuk kita.

Bagaimana dengan Adam, kan Hawa diberikan untuk Adam?

Kalau dunia ini hancur karena perang nuklir, hanya sisa kamu dan satu orang lain (lawan jenis lho), maka hal itu berlaku.

Tanggapan

Kristian

tetap berusaha dan jangan pernah mimpi kalo tiba-tiba akan ada pangeran yang menjempumu, seperti istilah orang, 'soulmate...

Ari

Pdt. Sutjipto Subeno membahas hal ini dalam satu bagian buku barunya:

Ekskursus: Jodoh ditakdirkan? Indahnya Pernikahan Kristen, terbitan Momentum tahun 2008.

Saya baru membeli buku tersebut hari ini dengan harga diskon di seminar The Beauty of Christian Marriage, pembicaranya adalah beliau. Seminar pernikahan yang bagus sekali dan tajam.

big bro

Somewhere out there, beneath the pale moon light someone thinking of me and dream of me tonight... he he he... artikel bagus. Harus dibaca para jomblo yg masih nunggu disamperin soulmate.

kosongan

alkitab selalu benar bagi yang percaya, tetapi yang percaya belum tentu benar membaca dan memikirkannya, serta belum tentu diberi bimbingan tuhan karena memungkinkan bmbingan yang lain hehehehe ingat doa bisa didengar bukan hanya oleh tuhan

masalah jodoh tuhan memang sudah menentukannya ,hanya saja manusia berharap yang namanya jodoh adalah sesuai angan2nya .... berpakaian putih mengendara kuda dan membawa bunga serta bernyanyi an berpuisi ....... hehehe kenyataannya tuhan tidak memberikan itu pada setiap yang mengharapkan seperti itu, tinggal kita mau tidak menjalaninya dan tetap berharap pada pimpinan tuhan agar dapat saling bertumbuh

apapun keinginan kita dan tindakan kita tuhan sudah mengetahuinya dan tidak luput dari rencananya, seperti yang terjadi pada firaun yang dikeraskan hatinya###

chris

wow bapa2 jd bingung

Beri tanggapan