Search form

The Last Supper - Benjamin West (1738-1820)

Hak dan kewajiban antara Allah dan manusia: Keadaan default

Hak-hak dan kewajiban apakah yang dimiliki Allah dan manusia?

Audiens

Ketika kamu membuat sebuah benda, apakah yang boleh kamu lakukan terhadap benda tersebut? Bayangkan kamu membuat sebuah lukisan yang sangat indah tanpa disuruh oleh siapapun, dan kamu sangat menyukainya. Lalu kamu membuangnya begitu saja. Melihat hal yang kamu lakukan itu, temanmu protes. Jangan dibuang! Sayang kan, itu bagus. Dan kamu sudah cape-cape bikin!

Temanmu punya alasan yang baik untuk memrotesmu. Alasan yang baik itu adalah, lukisanmu demikian indah dan kamu telah bersusah payah membuatnya. Walaupun demikian, sebenarnya kamu berhak untuk membuang hasil karyamu tanpa alasan. Mengapa? Karena kamu adalah sang pembuat hasil karya tersebut1.

Sebagai sang pembuat hasil karyamu sendiri, kamu punya hak penuh atasnya. Kamu boleh membuangnya, mengubahnya menjadi yang lain, digabungkan dengan karya lainnya, dijual, diberikan kepada orang lain, dan sebagainya. Dan kamu berhak melakukan semua itu tanpa perlu ada alasan! Mengapa? Karena pencipta punya hak penuh atas ciptaannya!

Allah berhak penuh atas ciptaanNya

Allah adalah pencipta alam semesta ini. Sebagai Sang Pencipta, Allah memiliki hak untuk mengapa-apain seluruh ciptaan ini tanpa alasan apapun. Ini berarti Allah berhak untuk membinasakan seluruh ciptaanNya. Ini juga berarti Allah berhak untuk mengubah-ubah sebagian ciptaanNya untuk kepentinganNya sendiri. Dan sebagai salah satu dari ciptaanNya, kita tidak dapat menggugat sedikitpun apa yang dilakukan oleh Allah.

Jadi sekarang, kita melihat bahwa Allah memiliki hak penuh terhadap ciptaanNya, termasuk diri kita manusia. Perhatikan bahwa ini mirip halnya kamu membuat sebuah karya. Seorang manusia mungkin bisa mengajukan suatu alasan yang baik mengapa Allah sebaiknya tidak melakukan suatu hal tertentu terhadap ciptaanNya. Tetapi sebagai Sang Pencipta, Allah berhak untuk melakukan sesuatu terhadap ciptaanNya tanpa alasan apapun. Saya akan menggunakan tabel seperti di bawah ini untuk menunjukkan fakta itu.

Ini tidak berarti bahwa Allah melakukan sesuatu tanpa alasan. Alkitab memberitahu kita bahwa Allah mengerjakan segala sesuatu dengan bijaksanaNya yang misterius 1 Korintus 2:7. Allah memiliki tujuan yang agung dalam ciptaanNya. Allah bukanlah Allah yang iseng. Walaupun demikian, kita harus selalu ingat bahwa dalam statusNya sebagai Sang Pencipta, sekalipun Ia melakukan tindakan yang hanya bersifat iseng, tanpa tujuan, tanpa alasan, Allah tetap berhak melakukannya karena Ia adalah Pencipta. Prinsip ini sangat penting untuk membantu kita mengerti banyak prinsip Alkitab lainnya.

Allah tidak memiliki kewajiban apa pun terhadap ciptaanNya

Kalau begitu, kewajiban apakah yang Allah miliki terhadap manusia? Apakah Allah wajib menolong ketika kita susah? Apakah Allah wajib menyembuhkan penyakit kita? Apakah Allah wajib menyelamatkan kita dari kebinasaan?

Banyak orang yang mengira bahwa karena Allah sudah menciptakan kita, maka Allah secara otomatis berkewajiban untuk memelihara kita. Jujurlah pada diri sendiri, berapa kali dalam hidupmu kamu marah pada Tuhan karena rencanamu tidak berjalan sesuai dengan yang kamu inginkan? Pada waktu sesuatu yang buruk terjadi, kita menyalahkan Allah untuk keadaan kita.

Sikap kita yang seperti itu didasari oleh praanggapan kita bahwa Allah berkewajiban untuk menjaga kita dari segala kemungkinan hal yang buruk. Padahal, sebagai Pencipta, Allah tidak memiliki kewajiban apa pun terhadap kita. Allah tidak berhutang sedikitpun atas kesehatan kita, atau kelancaran usaha kita. Ia hanya memiliki hak, tetapi tidak memiliki kewajiban.

Manusia memiliki kewajiban penuh terhadap Allah

Sekarang bagaimana dengan diri kita sendiri? Manusia sebagai ciptaan memiliki kewajiban penuh terhadap Allah. Karena manusia dicipta untuk suatu tujuan yang ditetapkan Allah, maka manusia wajib hidup memenuhi tujuan Allah itu Efesus 2:10. Tidak ada tawar menawar.

Manusia tidak memiliki hak apapun terhadap Allah

Karena status manusia yang adalah ciptaan, manusia hanya memiliki kewajiban untuk melakukan yang Allah inginkan. Manusia sebagai ciptaan sama sekali tidak memiliki hak di hadapan Allah. Manusia tidak bisa menuntut hak-haknya dari Allah, karena memang manusia tidak memiliki hak sama sekali terhadap Allah.

Perhatikan bahwa saya tidak mengatakan bahwa manusia tidak memiliki hak sama sekali. Manusia memiliki hak terhadap sesamanya. Hak untuk menjalankan kehidupannya sendiri, hak untuk memperoleh pendidikan, hak untuk diakui sebagai pribadi, dan hak-hak lainnya. Hak-hak itu adalah hak yang kita miliki dalam hubungan antar manusia, bukan dalam hubungan dengan Allah.

Allah mengatur pemenuhan hak-hak setiap orang dalam bentuk kewajiban seorang terhadap sesamanya Matius 25:40. Sehingga, yang menjadi hak seseorang adalah juga menjadi kewajiban sesamanya. Ini berarti, setiap orang tidak berhak membunuh orang lain, melainkan berkewajiban memelihara hidup orang lain. Tetapi, karena Allah adalah pencipta, maka Allah berhak membunuh manusia, dan tidak berkewajiban memelihara hidup seorang manusia.

Apa yang ada dalam pikiran kita?

Saya yakin, seluruh dari tindakan kita didasari oleh pemikiran yang hampir terbalik dari apa yang sudah ditulis di atas. Kita berpikir bahwa Allah memiliki setidaknya sejumlah kewajiban terhadap kita, dan hak-hakNya terbatas. Kemudian, kita juga berpikir bahwa diri kita (perhatikan: diri kita - bukan seluruh umat manusia) memiliki sejumlah hak di hadapan Allah. Walaupun kita juga sadar ada kewajiban tertentu yang kita miliki, tetapi kita merasa bahwa Allah bersikap berlebihan dengan menuntut kewajiban kita.

Cara kita memandang diri kita sudah salah. Kita semua orang berdosa. Dosa bukan hanya perbuatan jahat yang kita lakukan saja. Dosa berpusat dari hati kita yang sudah salah menempatkan posisi diri kita di hadapan Allah.


  1. Dengan catatan, hasil karyamu adalah kamu buat untuk dirimu sendiri. Lain lagi ceritanya kalau kamu membuatnya untuk sekolahmu atau perusahaan tempatmu bekerja. 

Tanggapan

AY

Halo Pak Ari, ini lanjutan dari dulu www.growtogether.co.cc?

Kalau saya mau subscribe tentang topik ini, gimana caranya yah Pak?

oytesarp

Bukan, yang ini blog pribadi. Grow-together sudah tidak dilanjutkan lagi.

Kalau mau subscribe khusus topik ini saja belum bisa. Tapi kalau subscribe seluruh topik, bisa lewat RSS, facebook, maupun twitter.

Beri tanggapan