Search form

Dicto Simpliciter

Dicto Simpliciter adalah kesalahan yang kamu lakukan karena salah mengerti kasus-kasus pengecualian. Kalau kamu mengabaikan kasus pengecualian, ini disebut aksidensi. Sebaliknya, kalau kamu menganggap suatu kasus pengecualian harus berlaku umum, ini disebut aksidensi konvers.

Suatu hari kamu ngebut menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba di belakangmu muncul polisi lain yang menyuruhmu berhenti. Kamu segera berhenti di pinggir jalan untuk diinterogasi polisi tersebut.
Polisi
SIM dan STNK, please!
Kamu
Ya? Kenapa Pak Polisi? Ada yang bisa saya bantu?
Polisi
Kamu ditilang karena ngebut.
Kamu
Bapak kan tadi juga ngebut waktu ngejar saya. Saya juga boleh ngebut dong! Nang ning nung ning nang ning nung.
Aksidensi Konvers – kamu berpendapat bahwa kalau polisi boleh ngebut, maka semua orang seharusnya boleh.
Polisi
Ngeledek kamu ya! Saya kan polisi, jadi boleh ngebut biar bisa ngejar kamu!
Kamu
Hee… nggak bisa dong. Aturannya kan nggak boleh ngebut. Berbahaya tau Pak. Bisa menimbulkan korban jiwa!
Kesalahan Aksidensi – kamu berpendapat bahwa aturan tidak boleh ngebut berlaku terhadap semua orang tanpa kecuali.
Polisi
Kamu saya tilang karena empat hal. Yang pertama karena ngebut, yang kedua karena kurang ajar terhadap polisi, yang ketiga karena melakukan kesalahan aksidensi, dan yang keempat karena kesalahan aksidensi konvers.

Kesalahan ini sering sekali terjadi, dari anak TK:

Kok dia dikasih permen, aku enggak?

Hingga setingkat pemerintah:

Kenapa kok dia korupsi tidak ditahan, tapi saya ditahan? Nggak bisa gitu dong! (Tidak ditahan mungkin karena belum terbukti)

Seringkali kesalahan ini muncul karena dalam hati kecil kita, kita berharap diperlakukan sama seperti orang lain. Tetapi harapan kita itu sering tidak memperhatikan kasus-kasus pengecualian.

Beri tanggapan