Search form

Bagaimana membacanya?

Audiens

Karena kitab ini adalah kitab syair, maka cara kamu membaca kitab ini juga harus berbeda. Ada hal-hal yang perlu kamu perhatikan.

Idealis

Banyak nasehat dalam Amsal bersifat ideal. Maksudnya, nasehat dalam Amsal merupakan hal yang harus kita kejar. Nasehat-nasehat ini berupaya untuk menunjukkan pada kita suatu tujuan yang harus dicapai. Ini berarti hal-hal indah yang tertulis, seperti:

Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, ... umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.
-- Amsal 3:13-16

Muliakanlah TUHAN dengan hartamu ... maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah ...
-- Amsal 3:9-10

Kalau kamu membaca kalimat-kalimat di atas secara salah, kamu akan kecewa. Kamu mungkin akan berpikir, Wah, enak banget ya! Kalau begitu, kalau aku punya hikmat, aku akan berumur panjang, kaya, dan dihormati orang! Kalimat-kalimat yang kamu baca di atas tidak boleh kamu artikan sebagai suatu janji. Ini berbeda dengan janji-janji Tuhan yang tersebar dalam bagian kitab suci lainnya. Apa yang dimaksudkan melalui ayat-ayat tersebut adalah pentingnya mencari hikmat.

Kalau kamu mempunyai hikmat, hidupmu akan terarah. Kamu punya potensi untuk dihormati orang (karena sikapmu baik terhadap orang lain). Kamu juga punya potensi untuk menjadi kaya (karena kamu tahu memanfaatkan sesuatu yang sedikit untuk menghasilkan sesuatu yang besar). Kamu juga punya potensi untuk hidup sehat dan berumur panjang (cara makan, juga hubungan dengan orang lain yang baik membuatmu tidak cepat tua).

Tetapi ini adalah hal yang ideal. Kenyataan yang kamu hadapi tidak selalu semulus itu. Jadi bukan itu yang dimaksud dalam nasehat-nasehat ini. Justru yang dimaksudkan adalah, yang paling penting adalah hikmat itu sendiri, bukan kekayaannya, bukan umur panjang, dan bukan dihormati orang.

General

Banyak nasehat dalam Amsal bersifat general. Yang ditulis di situ bukan berlaku untuk setiap kasus secara spesifik, melainkan untuk kasus yang sifatnya umum. Tidak tentu kamu mengikuti nasehat itu dan akhirnya mendapatkan seperti yang tertulis. Tetapi peluang untuk mendapatkannya memang lebih besar. Misalnya:

Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh.
-- Amsal 3:35

Apakah kalau kamu jadi orang bijak kamu akan dihormati? Apakah kalau kamu bebal kamu pasti dicemooh? Biasanya kita melihat seperti itu. Tetapi toh tidak selalu seperti itu. Ada orang bijak yang dicemooh, itulah Tuhan Yesus. Ada orang bijak disuruh minum racun, namanya Socrates. Amsal bertujuan untuk mendidik, bukan suatu analisa terhadap fakta. Dengan tujuan mendidik, Amsal memberitahumu hal-hal yang baik untuk kamu kejar, dan apa akibat yang mungkin akan kamu alami secara umum.

Kontras

Banyak dalam Amsal ditulis dalam bentuk kontras. Bukan berarti hidup hanya dua macam saja, tetapi itu untuk menunjukkan dua hal yang berlawanan sifatnya

Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat... Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, ...
-- Amsal 4:14-18

Seolah-olah kalimat ini menunjukkan bahwa di dunia ini hanya ada dua macam orang yang bisa dengan mudah dibedakan. Kalau kamu bukan orang jahat, kamu orang benar. Atau sebaliknya. Kenyataan tidak seperti itu, bukan? Kamu mungkin pernah melihat orang benar kadang-kadang berbuat kesalahan yang memalukan. Kamu mungkin juga pernah melihat orang jahat yang memiliki cinta kasih yang luar biasa terhadap anaknya. Dunia tidak hanya terdiri dari dua macam orang yang berlawanan sifatnya. Dua macam sifat ini ada dalam setiap orang, dalam kadar yang berbeda-beda.

Kalau begitu mengapa Amsal menuliskan seperti ini? Amsal berusaha untuk memperbandingkan hal secara ekstrim, agar kamu bisa lihat dengan jelas perbedaannya, dan agar kamu bisa memutuskan jalan mana yang akan kamu tempuh. Amsal memperlihatkan kepadamu, ada perbedaan antara orang yang berusaha hidup benar tetapi kadang-kadang berbuat salah, dengan orang yang jahat tetapi kadang-kadang melakukan hal yang benar. Perbedaan inilah yang ditekankan oleh Amsal.

Tanggapan

Monang

Thanks pak Ari, buat artikelnya yang memberkati. Keep serving God.. Jesus bless u.

Beri tanggapan