Search form

Lukisan oleh Peter Paul Rubens (1577–1640)

Apakah Adam immortal?

Apakah arti keberadaan dua buah pohon di dalam taman Eden?

Audiens

Apakah Adam diciptakan tidak dapat mati?

Seandainya, Adam waktu itu tidak makan buah pengetahuan1. Kapankah Adam akan mati? Apakah setelah 500 tahun? Ataukah setelah 2915 tahun?

Atau ketika ia tertimpa pohon? Atau ketika ia tertimpa durian? Ataukah, ketika ia secara tidak sengaja menginjak ekor singa?

Melihat natur ciptaan yang baik, tampaknya Adam tidak akan mati karena sebab-sebab natural. Tampaknya cukup beralasan bagi kita untuk menyimpulkan bahwa Adam tidak akan mati karena sakit ataupun kecelakaan. Karena tatanan ciptaan waktu itu adalah baik.

Apa yang dapat menyebabkan Adam mati?

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. — Kejadian 2:16-17 ITB

Dengan cara apa Adam mendapat kesempatan untuk mati? Dengan Allah memberikan larangan kepada Adam beserta konsekuensinya — yaitu mati — maka Allah memberikan sebuah kesempatan bagi Adam untuk mati2.

Nah, kita seringkali hanya melihat kisah ini sampai di sini. Adam akan mati ketika ia makan buah dari pohon pengetahuan. Anak-anak sekolah minggu pasti tahu hal itu. Tetapi sekarang mari kita lanjutkan pertanyaan kita: Kalau begitu, matinya kapan?

Kalau begitu, matinya kapan?

Katakanlah pada hari itu Adam tidak makan buah terlarang tersebut. Hari itu Adam tidak mati. Tetapi mungkin 20 tahun kemudian, Adam akan tergoda dan makan buah itu. Waktu itulah ia akan mati. Atau, mungkin saja ia masih tahan dan tidak tergoda. Namun sampai kapan? Mungkin 87.411 tahun kemudian, ia akan makan buah itu.

Sesuai janji Tuhan, pada hari ia memakannya, ia mati. Entah pada waktu itu ia berumur 200 tahun, 2941 tahun, maupun 8.124.992.312.945.235.119.444 tahun. Walaupun Adam sekarang tidak mati, tetapi tidak pernah ada jaminan bahwa Adam tidak akan pernah mati. Seandainya Adam waktu itu tidak makan, ia pasti tidak mati. Betul. Ia pasti tidak mati. Tetapi bukannya tidak akan mati.

Jadi, tidak ada jaminan bahwa Adam akan terus hidup. Apakah yang ingin Allah ajarkan melalui kisah ini?

Pelajaran pertama: Adam tidak dapat hidup kekal dengan usaha sendiri

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. - Efesus 2:8

Melalui kisah ini, Alkitab bermaksud mengajarkan kita sebuah kebenaran utama: Manusia tidak dapat hidup hanya dengan mengandalkan kekuatannya sendiri. Tema ini terkandung dalam keseluruhan Alkitab, yang menjadikan Alkitab tulisan yang unik di antara berbagai tulisan kuno lainnya. Dari Kejadian sampai kitab Wahyu mengajarkan kita hal ini, bahwa manusia tidak mungkin hidup terus dengan kekuatannya sendiri.

Usaha keras Adam untuk tidak memakan buah terlarang tidaklah memberi jaminan bahwa ia tidak akan pernah memakannya. Usaha keras Adam hanyalah menunda waktu terjadinya hal tersebut. Tapi sampai kapan?

Marilah kita bercermin dari kisah ini. Adam yang adalah manusia sempurna (waktu itu), tidak dapat memperoleh hidup kekal dengan usahanya sendiri. Lalu bagaimana dengan kita, yang jauh dari sempurna ini? Kita setiap hari melakukan kesalahan, bukan? Kita selalu melanggar perintah Allah kapanpun dan di manapun. Entah yang kita lakukan maupun yang masih tinggal sebagai niat hati kita. Bukankah ini berarti kita lebih tidak layak dari Adam untuk mengharapkan hidup kekal berdasarkan usaha kita?

Pelajaran kedua: Adam harus menggunakan cara Allah untuk mendapatkan hidup kekal

Selain menciptakan pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, Allah juga menempatkan pohon kehidupan di tengah taman. Mungkin lokasinya juga sangat dekat dengan pohon pengetahuan.

Berbeda dengan pohon pengetahuan yang Allah berikan larangan, Allah tidak membuat statement apa-apa mengenai pohon yang satu ini3. Tetapi setelah Adam berdosa, Allah membocorkan sesuatu mengenai pohon kehidupan itu: Pohon kehidupan itu ternyata berdampak hidup selamanya!

Berfirmanlah TUHAN Allah: Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya. — Kejadian 3:22 ITB

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah." — Wahyu 2:7 ITB

Kita tidak tahu pohon apakah itu. Kita juga tidak tahu apakah pohon itu ada di Taman Buah Mekarsari atau tidak. Tetapi kita dapat dengan mudah menangkap pesan Alkitab di sini: Walaupun tidak ada jaminan Adam akan hidup kekal dengan usahanya sendiri, tetapi Allah telah menyediakan jalan di luar diri Adam untuk memperoleh hidup kekal.

Dengan keberadaan dua macam pohon tersebut, Allah sedang mengajarkan kita hal penting yang menjadi salah satu inti Firman Allah. Melalui pohon pengetahuan Allah mengatakan bahwa manusia tidak dapat memperoleh hidup kekal dengan usaha sendiri. Dan melalui pohon kehidupan Allah bermaksud mengatakan bahwa Allah telah menyediakan jalan bagi manusia untuk memperoleh hidup kekal itu, di luar usahanya sendiri. Tanpa pohon kehidupan, manusia tidak memiliki jaminan dapat bertahan hidup. Makan buah pohon kehidupan melambangkan manusia berhenti berusaha mendapatkan hidup kekal dengan caranya sendiri, dan menerima cara Allah yang telah disediakan untuknya.

Apakah pohon kehidupan itu?

Mengapa sebuah pohon bisa memiliki kekuatan sedahsyat itu? Sebenarnya, bukan buah pohon kehidupan yang memberi hidup. Pohon kehidupan hanyalah lambang yang dipakai Allah untuk mengajar dan mengingatkan kita akan prinsip ini, yaitu berhenti mengandalkan usaha sendiri dan menerima cara Allah. Kalau begitu, cara Allah itu yang mana?

Yesus Kristus = makanan

Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." — Yohanes 6:51 ITB

Cara Allah adalah dengan memberikan Yesus Kristus bagi kita. Yesus Kristus adalah Anak Allah yang turun ke dalam dunia menjadi manusia. Ia mengidentifikasi diri sebagai makanan, dan kita diundang untuk memakannya. Nah lo! Allah datang menjadi manusia untuk dimakan! Apa maksudnya? Ini adalah kiasan. Ketika orang zaman itu mendengar kata makan dan hidup4, mereka akan sadar kaitannya dengan pohon kehidupan. Inilah pohon kehidupan yang telah berabad-abad tidak boleh disentuh manusia itu!

Memakan dagingKu berarti adalah memiliki persekutuan dengan Kristus. Sampai hari ini orang Kristiani melaksanakan sakramen Perjamuan Kudus, yaitu makan roti dan anggur yang melambangkan tubuh & darah Kristus, sebagai lambang persekutuan dengan Kristus. Hanya melalui persekutuan dengan Kristus, manusia boleh memiliki hidup kekal, yaitu hidup selamanya bersama dengan Allah. Inilah cara yang ditetapkan oleh Allah, yang dilambangkan melalui pohon kehidupan itu.

Satu-satunya cara

Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. — Yohanes 14:6 ITB

Bagaimanakah kamu dapat bersekutu dengan Kristus? Apakah dengan ke gereja berarti bersekutu dengan Kristus? Belum tentu. Bersekutu dengan Kristus dimulai dengan kamu menyadari bahwa usaha dan perbuatan baikmu tidak akan membuat Allah berkenan kepadamu, dan mempercayai bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang datang ke dunia menjadi jalan bagi kita untuk memperoleh hidup kekal bersama Allah.

Ketika Yesus Kristus datang ke dalam dunia, Ia dibunuh dengan cara disalibkan. Disalibkan berarti digantungkan pada dua bilah kayu yang dipasang menyilang. Pada waktu itu disalibkan adalah sebuah hukuman yang amat sadis bagi orang yang sangat jahat atau para pemberontak. Yesus Kristus bukanlah orang jahat. Ia adalah Anak Allah yang sempurna, penuh kasih dan kebaikan. Tetapi Ia digantung pada sebuah kayu seperti orang jahat. Ia diperlakukan seperti itu adalah untuk menggantikan hukuman bagi orang yang berdosa seperti kita. Melalui kayu salib inilah kita kembali diingatkan akan pohon kehidupan, karena hanya dengan percaya pada pemberitaan salib ini orang berdosa bisa memperoleh pengampunan dan hidup yang kekal bersama Allah.

Kembali ke pertanyaan semula, apakah Adam immortal? Tidak. Adam tidak dapat memperoleh hidup kekal dengan usaha sendiri. Apalagi kita yang kualitasnya jauh di bawah Adam pada waktu itu. Kita tidak mungkin memperoleh hidup kekal dengan perbuatan baik kita sendiri. Kita perlu mengikuti jalan yang disediakan Allah. Kita perlu Kristus.


  1. Buah pengetahuan adalah buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat yang ditempatkan Allah di tengah-tengah taman Eden. Tampaknya tidak ada yang spesial dari buah ini selain bahwa Allah melarang Adam makan buah ini (Kejadian 2:16-17). 

  2. Namun kenyataannya Adam kok tidak mati pada hari itu? Para teolog telah banyak menafsirkan arti dari ungkapan tersebut, tetapi yang saya yakini paling konsisten dengan kerangka pikir Alkitab adalah bahwa ungkapan pada hari engkau memakannya adalah ungkapan yang pada waktu itu dipakai untuk menekankan kepastian akibat yang akan dialami Adam. Ungkapan itu juga berkaitan dengan makna perjanjian yang terkandung di dalamnya. 

  3. Saya menduga bahwa Allah melakukan ini karena Ia menghendaki manusia taat kepada Allah sekalipun tanpa penjelasan. 

  4. Selain dengan pohon kehidupan, orang Yahudi pada zaman itu juga mengaitkan makan dan hidup dengan peristiwa di padang gurun pada zaman Musa, di mana Allah memelihara bangsa Israel dengan manna yang turun dari surga, yang juga melambangkan pemeliharaan Allah akan hidup manusia di tempat orang tidak mungkin dapat mengusahakan makanan sendiri untuk menyambung hidupnya. 

Tanggapan

Jeslyne

salut banget sama Pak Ari! Kangen diajar mat sama bapak lagi! hehe, sukses terus ya pak! Gbu :)

kurniawan

untuk pertama kali nya ungkapan waktu itu dipakai untuk menekankan kepastian akibat yang akan dialami Adam. biasanya di hubungkan ke 2 ptr 3 : 8

Kevin

Artikel yang terus mengingatkan kita untuk terus hidup di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Beri tanggapan