Search form

Allah Tritunggal, laki-laki, dan perempuan.

Allah mendisain laki-laki pernikahan untuk menyatakan kasih Allah Tritunggal.

Audiens

Persatuan antara laki-laki dan perempuan juga adalah gambar Allah

Saya mempercayai bahwa Allah adalah Allah Tritunggal. Allah Tritunggal berarti Allah adalah satu. Bukan dua, bukan juga tiga, apalagi banyak. Hanya satu, dan tidak ada yang lain. Tetapi dalam diri Allah yang satu itu, Allah juga merupakan tiga pribadi yang berbeda: Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus. Ketiganya adalah satu.

Allah yang merupakan tiga pribadi secara kekal saling mengasihi satu sama lain. Allah Bapa mengasihi Allah Anak. Allah Bapa mengasihi juga Allah Roh Kudus. Demikian juga Allah Anak, mengasihi Allah Bapa maupun Allah Roh Kudus. Juga Allah Roh Kudus mengasihi Allah Bapa dan Allah Anak. Sehingga ada 6 kemungkinan permutasi kasih.

Kasih antara Allah Tritunggal adalah kasih yang tidak mungkin kita mengerti, karena kasih itu adalah milik mereka sendiri. Ini saya sebut sebagai kasih yang eksklusif.

Eksklusif?

Eksklusif berarti terpisah dari yang lain.

Kasih Allah Tritunggal adalah kasih yang eksklusif. Artinya, kasih ini hanya dimiliki oleh Ketiga Pribadi dalam Allah Tritunggal. Kasih ini hanya bisa dinikmati oleh Allah Tritunggal saja. Kita tidak boleh tiba-tiba masuk dan berkata, Saya mau ikutan, dong! Karena kasih itu adalah khusus antara pribadi-pribadi Allah Tritunggal. Dimiliki, dirasakan, dinikmati, dan dimengerti hanya oleh Allah Tritunggal.

Hubungan cinta kasih yang eksklusif (istilah yang lebih rohani adalah kudus) ini juga adalah sifat Allah. Lalu dapatkah satu orang manusia saja menyatakan sifat Allah yang satu ini? Tidak dapat. Karena itu Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan.

Gambar Allah dalam pernikahan

Sebelumnya, kamu telah melihat bahwa laki-laki dan perempuan masing-masing memancarkan sisi Allah yang berbeda. Namun ternyata, persekutuan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang kita sebut sebagai pernikahan, adalah juga memancarkan diri Allah. Bagian mana? Dalam hal apa? Dalam hal kasih yang eksklusif.

Kasih Allah yang eksklusif itu dinyatakan melalui kasih yang eksklusif dari suami istri. Satu suami, satu istri. Kamu tidak boleh berbagian dalam kasih suami istri lain. Kamu harus menemukan pasanganmu sendiri, dan menikah dengannya, lalu kamu bisa memiliki juga kasih yang eksklusif seperti mereka.

Dalam sebuah kasih yang eksklusif, orang lain tidak boleh berbagian di dalamnya. Maka Allah mendisain pernikahan adalah antara satu orang laki-laki, dan satu orang perempuan. Kalau si istri atau suami selingkuh, berarti ia tidak menghargai kasih yang eksklusif itu. Berarti ia menghina gambar Allah yang sempurna!

Kasih yang eksklusif tidak dapat dimengerti oleh orang lain. Pernahkah kamu melihat temanmu pacaran, lalu kamu merasa risih dan tergeli-geli melihat bagaimana yang seorang memanggil Sayang pada yang lain? Kamu tidak bisa mengerti mereka, karena kasih mereka eksklusif. Tetapi ketika kamu sendiri yang mengalami itu, kamu tidak merasa risih, melainkan bisa menikmatinya. Karena kasih itu eksklusif.

Lalu, kalau persatuan ini memancarkan kesatuan dalam Allah Tritunggal, mengapa dua, tidak tiga? Jawabannya dapat kamu temukan pada bagian berikutnya.

Beri tanggapan