Search form

Allah yang mengajari kita

Allah adalah guru yang mengajari kita segala sesuatu.

Audiens

Kalau seorang anak lahir dalam sebuah keluarga, orang tua dari anak itu pasti akan mengajari sang anak cara ia berlaku dalam rumah itu. Anak itu akan belajar bahwa ia harus buang air di kamar mandi. Ia juga tidak boleh bermain-main dengan kompor gas, dan setiap sampah harus dibuang di tempat sampah.

Begitu juga dengan Allah. Allah telah menyediakan suatu platform bagi manusia untuk hidup. Setelah itu, apakah Allah membiarkan manusia mengira-ngira sendiri bagaimana ia harus hidup? Tidak, tentu saja. Allah akan mengajari manusia bagaimana hidup di dalamnya.

Apa sajakah yang Allah ajarkan?

Allah, sebagai Sang Pencipta manusia, juga adalah Allah yang mengajari manusia segala sesuatu yang ia perlukan untuk hidup di dunia. Perhatikan penekanan pada segala sesuatu. Apakah segala sesuatu itu? Segala sesuatu berarti segala sesuatu! Allah mengajarkan manusia mengenai siapa diriNya. Allah mengajarkan manusia bagaimana cara berhubungan denganNya. Allah mengajarkan manusia apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tetapi bukan hanya itu. Allah akan mengajarkan manusia mengenai beternak ayam, membuat etanol, membuat komputer, dan merekayasa genetika!

Urusan Allah = sebagian atau semuanya?

Dalam dunia modern kita sekarang, kita membuat pemisahan mengenai apa yang menjadi urusan Allah dan urusan kita. Kita punya konsep bahwa urusan Allah adalah mengajari manusia mengenai jalan ke surga, etika, moral, hukum, dan cara-cara beribadah. Dalam hati kita tidak ada konsep mengenai Allah juga berurusan untuk mengajari kita hal-hal lain. Tidak pernah terpikir bahwa Allah perlu mengajari kita bahwa pembakaran adalah hasil reaksi antara hidrokarbon dengan oksigen.

Siapakah Allah? Dalam dunia modern ini kita memperlakukan Allah seperti guru agama. Allah berhak mengajari kita tentang cara ibadah. Tapi Allah tidak berhak mengajari kita bagaimana membuat skrip PHP kita menjadi lebih efisien, atau membuat mobil kita bergerak lebih cepat. Kita merasa bahwa hal-hal seperti ini adalah wilayah manusia. Atau, jangan-jangan kita pun merasa bahwa Allah tidak cukup pandai mengerjakan semua ini?

Ingatkah kamu siapa Allah? Allah adalah pencipta langit dan bumi. Allah yang merancang seluruh alam semesta. Segala mekanisme dari partikel sub atom hingga cara kerja otak kita, dan keseluruhan inflasi alam semesta, Allah yang mendisain. Lalu, mengapa kita membatasi Allah hanya untuk wilayah agama?

Apakah kamu berdoa ketika putus dengan pacar? Atau ketika kamu akan pelayanan? Atau, ketika ayahmu terus mabuk-mabukan? Kita semua berdoa untuk masalah-masalah semacam itu. Tetapi pernahkah kamu berdoa juga untuk bertanya, bagaimana mekanisme ini dan itu? Apakah kamu bertanya kepada Tuhan mengenai apa yang terjadi dengan browsermu?

Bagaimana Allah mengajar?

Salah satu hal yang memicu kesalahpahaman mengenai wilayah kekuasaan Allah ini adalah karena kita tidak melihat Allah mengajari kita secara langsung. Allah tidak mendatangimu dan memberitahumu ini dan itu. Allah juga tidak muncul di suatu tempat dan mengajarkan manusia tentang berbagai hal. Kita tidak pernah melihat Allah.

Allah mengajar dengan proses. Allah bukanlah seorang guru yang mendikte segala informasi ke dalam otak murid-muridnya. Allah tidak mendikte kita bahwa kita harus begini, harus begitu. Adakalanya Allah mengatakan hukum-hukumnya. Tetapi itu hanyalah sebagian kecil dan hanya untuk hal-hal yang paling utama.

Kita adalah penguasa kecil

Dalam hampir segala situasi, Allah mengajar kita dengan cara yang sangat terhormat. Allah menciptakan manusia sebagai gambar rupaNya, dan menjadi raja. Allah menghormati raja-raja kecil ini, dan memberikan penghormatan yang sangat tinggi dengan cara memimpin, bukan mendikte.

Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. — Kejadian 2:20

Bagaimanakah Allah mengajarkan Adam bahwa ia perlu istri? Allah tidak mengatakan, kamu perlu istri, lho. Kalimat seperti itu sangat cepat diucapkan, tetapi bukan begitu cara Allah. Allah memimpin Adam untuk berpikir sendiri dan menemukan sendiri bahwa ia perlu istri.

Apakah dengan demikian Adam tidak perlu Allah? Sangat perlu. Adam menemukan sendiri. Tetapi Adam menemukan sendiri dalam pimpinan Allah. Kalau Allah tidak memimpin, hanya Adam sepenuhnya bergantung dari kebetulan yang akan membuatnya berpikir seperti itu.

Allah mengajar manusia melalui proses. Mengapa tidak langsung saja? Karena manusia adalah raja. Allah memberikan penghargaan yang sangat tinggi dan kesempatan yang sangat besar bagi manusia untuk bertumbuh dan mengaktualisasikan potensi dirinya. Saya rasa Allah tidak memperlakukan kadal dengan cara seperti ini.

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. — Kejadian 1:28-29

Dalam Kejadian 1:28-29 kita dapat melihat bahwa Allah mengajarkan hal yang paling mendasar, yaitu tugas manusia di muka Bumi, serta makanan yang harus dimakan manusia.

Dalam perkembangannya, manusia terus diajar oleh Allah, tetapi melalui proses yang dipimpin olehNya. Allah memimpin manusia untuk menemukan permasalahan, dan memimpin manusia untuk mencari cara mengatasinya. Kadang-kadang Allah memperlihatkan langsung jalan keluarnya, tetapi seringkali Allah memimpin dari balik layar, untuk memastikan bahwa manusia belajar sesuatu dari dalamnya.

Peradaban manusia berkembang. Potongan pengetahuan demi pengetahuan mulai berkait satu sama lain menjadi ilmu. Ilmu berkembang dan memungkinkan ilmu yang lebih tinggi lagi. Ilmu yang lebih tinggi menghasilkan teknologi yang lebih maju. Demikianlah manusia belajar bagaimana ia hidup di dunia. Di baliknya, Allah memimpin manusia dalam belajar. Allah bukan hanya mengajari kita agama. Allah juga mengajari kita segala sesuatu.

Beri tanggapan