Search form

Allah membentuk dan mengisi alam semesta

Dua hal utama yang dilakukan Allah dalam mencipta alam semesta.

Audiens

Apakah hal yang Allah lakukan pada waktu menciptakan alam semesta? Banyak sekali, bukan? Tapi walaupun Allah mengerjakan banyak hal, Ia bukan mengerjakan dengan sembarangan, namun dengan bijaksana yang tinggi. Sistematikanya begitu indah. Allah menciptakan dengan urutan tertentu, dan seluruh tindakan Allah ini dapat dibagi menjadi dua tindakan utama1.

Penulis kitab Kejadian menangkap dua macam tindakan Allah ini: membentuk dan mengisi. Ia menceritakan pada kita keadaan bumi yang mula-mula, yaitu keadaan belum berbentuk dan kosong. Belum berbentuk berarti segalanya masih campur aduk. Keadaan yang sangat kacau.

Allah membentuk

Dalam keadaan belum berbentuk dan kosong ini Allah memulai sebuah pekerjaan besar bagaikan seorang pemimpin orkestra yang mengayunkan batonnya2. Allah mulai berfirman, dan seluruh alam semesta bergerak, berpisah, berkumpul, dan berubah menjadi formasi yang Allah inginkan. Alam semesta yang tadinya seluruh unsur-unsurnya campur aduk, sekarang dipisah-pisahkan oleh Allah. Bayangkan kamu diberikan secangkir kopi susu yang telah diaduk, lalu kamu memisahkan kopi susu itu menjadi secangkir kopi dan secangkir susu!

Allah melakukan proses pembentukan ini dalam hari pertama, kedua, dan ketiga. Awalnya, bumi dalam keadaan gelap gulita, dan seluruhnya adalah samudera raya (Kejadian 1:2). Pada hari pertama, Allah mengubah keadaan gelap gulita dengan menciptakan terang dan memisahkan terang itu dari gelap. Dalam dua hari berikutnya, Allah memisahkan air dari air, dan air dari daratan.

Tidak berarti bahwa Allah hanya mengerjakan hal-hal tersebut. Kitab kejadian tidak memberikan kita penjelasan apa saja yang Allah lakukan. Apakah Allah sekaligus membuat gunung? Apakah Allah sekaligus membuat gletser? Kita tidak menemukan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kita. Seperti halnya seorang pemahat cukup mengatakan pada kita, Saya sedang memahat, tanpa menjelaskan detil apa pun, namun kita bisa melihat bahwa hasil pahatannya jauh lebih rumit daripada kalimat yang ia ucapkan.

Allah mengisi

Sekarang bumi sudah mulai terlihat strukturnya. Ada struktur, namun belum ada objek-objek yang bergerak di dalamnya. Maka Allah mulai mengisi.

Jika pada hari pertama Allah memisahkan terang dari gelap, maka pada hari keempat Allah mengisi masing-masing wilayah dengan objek-objek penanda. Matahari untuk menguasai siang, bulan dan bintang untuk menguasai malam. Tidak berarti bahwa baru pada hari keempat Allah menciptakan benda-benda langit. Ini hanya berarti bahwa sebelumnya benda-benda itu belum menjadi penanda resmi siang dan malam. Mungkinkah sebelumnya matahari belum terlihat? Mungkin saja. Tetapi untuk jelasnya, silahkan tanyakan pada Allah sendiri pada waktu kamu bertemu denganNya.

Pada hari yang kedua, Allah memisahkan air di bawah dengan air yang di atas. Pada hari kelima, Allah menciptakan makhluk-makhluk yang menguasai air di bawah, dan menguasai air di atas. Gurita, paus, ubur-ubur, kelelawar, dan serangga pastilah diciptakan pada hari ini.

Pada hari yang ketiga, Allah memunculkan daratan. Maka pada hari keenam, Allah mengisi daratan dengan hewan-hewan darat yang bermacam-macam. Dan, akhirnya, sebuah mahakarya dari Allah, manusia laki-laki dan perempuan sebagai penguasa atas seluruh makhluk.

Simetri yang indah

Kalau kamu perhatikan baik-baik, kamu akan menjumpai suatu simetri antara tiga hari pertama dengan tiga hari belakangan. Dalam tiga hari terakhir Allah mengisi struktur yang Ia tetapkan pada tiga hari pertama. Sebuah simetri yang indah!

Bentuk Isi
0 Bumi belum berbentuk (campur aduk). Bumi masih kosong. 0
1a Membuat terang. Menjadikan benda-benda penerang. 4a
1b Memisahkan terang dari gelap. Menetapkan benda-benda penerang untuk mengisi siang dan malam. 4b
2 Memisahkan air di bawah dengan air yang di atas. Membuat makhluk air maupun makhluk udara. 5
3a Memunculkan daratan, dan memunculkan tumbuhan. Menciptakan makhluk darat, dan akhirnya manusia. 6a
3b Menciptakan tumbuh-tumbuhan. Memberi manusia dan hewan makan dari tumbuhan. 6b

  1. Hal semacam ini juga muncul dalam penetapan hukum bagi manusia. Hukum taurat dan hukum-hukum bangsa Yahudi begitu banyak, namun Tuhan Yesus mengatakan bahwa hukum yang terutama hanya dua macam, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama

  2. Baton = tongkat yang dipakai konduktor orkestra. 

Beri tanggapan