Search form

Aku mencintai Esau...

Audiens

Tuhan memerintahkan kita untuk mencintai sesama kita. Jadi, kamu bisa membuat Tuhan senang dengan cara mencintai sesamamu. Tetapi tidak semua cintamu membuat Tuhan senang. Ada cinta yang tidak seperti yang Tuhan inginkan. Seperti apa itu? Kamu bisa coba belajar dari kehidupan Ishak.

Ishak adalah seorang yang dipilih Tuhan untuk meneruskan berkat Abraham. Ishak ini adalah seorang anak satu-satunya yang diberikan Allah kepada Abraham dan Sara1, dan Ishak ini adalah anak yang dijanjikan Tuhan. Melalui garis keturunan Abraham-Ishak, Tuhan akan menurunkan berkat bagi bangsa-bangsa di sekitar mereka, bahkan seluruh dunia, bahkan seluruh umat manusia sepanjang masa.

Tetapi berkat itu belum seluruhnya. Puncak berkat itu adalah, ketika Anak Allah menjelma menjadi manusia, yang dilahirkan sebagai keturunan Abraham. Ia bernama Yesus. Melalui Yesus, sang keturunan Abraham ini, seluruh dunia yang terkutuk oleh dosa diberkati. Manusia berdosa yang seharusnya dihukum oleh Tuhan, sekarang mendapat anugerah sehingga bisa berdamai dengan Allah. Berkat Allah bagi Abraham dan keturunannya ini adalah berkat Allah bagi seluruh dunia. Ini adalah rencana Allah untuk membawa seluruh manusia kembali pada Allah, dan itu masih berlangsung hingga hari ini!

Berkat Allah bagi Abraham ini bersifat turun-temurun, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, hingga seluruh rencana Allah tergenapi. Ishak adalah generasi pertama rangkaian keturunan itu. Sebelum Ishak ada saudaranya, Ismail2. Tetapi Tuhan telah menetapkan, berkat itu akan turun melalui Ishak.

Sekarang ceritanya Ishak sudah menikah, dan ia memiliki anak kembar yang bernama Esau dan Yakub. Di sini muncul masalah. Abraham hanya dijanjikan satu anak yang lahir dari Sara. Maka mudah baginya untuk menentukan Ishak sebagai pewarisnya3. Tetapi bagaimana dengan Ishak? Ia berhadapan pada dua pilihan: Esau, atau Yakub? Yakub, atau Esau? Garis keturunan siapakah yang akan meneruskan berkat Abraham ini? Apakah Esau, apakah Yakub, atau keduanya? Walaupun sepertinya sangat membingungkan, sebenarnya Tuhan sudah membuka rahasia rencananya untuk diketahui Ishak. Tuhan sudah memberitahu Ribka pada waktu kedua anak itu masih ada dalam kandungan: yang tua (Esau) akan menjadi hamba yang muda (Yakub). Mengapa Yakub? Mengapa bukan Esau? Karena Tuhan memang menghendaki demikian. Ini misteri hati Allah yang kita tidak bisa kutak-kutik. Nanti kamu bisa tanyakan sendiri pada Tuhan ketika kamu sudah mati.

Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda. - Kejadian 25:23

Tetapi, Ishak lebih mencintai Esau daripada Yakub. Walaupun kedua anak ini hampir bersamaan lahirnya, Esau adalah anak pertama. Zaman itu, anak pertama memiliki posisi yang lebih istimewa dibandingkan adik-adiknya. Ini berpengaruh besar dalam mempengaruhi cinta Ishak terhadap Esau. Ditambah lagi, hobi Esau sangat cocok dengan ayahnya. Ia suka berburu dan pandai juga menyediakan daging panggang yang lezat untuk ayahnya.

Lain dengan Ishak, Ribka lebih mencintai Yakub daripada Esau. Apalagi setelah Esau menikah. Esau menikah dengan wanita-wanita Kanaan, yang tingkah lakunya sangat mengesalkan ibunya. Jadi, Ishak mencintai Esau, sedangkan Ribka mencintai Yakub. Masing-masing suami istri ini punya anak favorit masing-masing. Ini sepertinya hal yang sepele, tetapi menjadi awal bencana bagi keluarga itu.

Suatu ketika Ishak sudah mendekati ajal. Ishak tahu, sekarang waktunya untuk menyalurkan berkat yang telah ia terima dari ayahnya (Abraham), untuk diteruskan kepada keturunannya. Keturunan yang mana? Di sinilah Ishak melakukan kesalahan yang sangat besar. Ishak memilih Esau. Ishak seharusnya tahu dengan jelas Tuhan memilih Yakub. Lalu mengapa ia memilih Esau? Ada beberapa kemungkinan:

  • Mungkin Ribka tidak pernah memberitahu Ishak bahwa Tuhan memilih Yakub. Tetapi kemungkinan ini sangatlah kecil karena waktu itu usia anak-anak ini seharusnya sudah lebih dari 60 tahun, yang berarti Ribka punya 60 tahun untuk membicarakan hal ini pada Ishak. Katakanlah ia berusaha menutup-nutupi, waktu 60 tahun rasanya terlalu panjang untuk ketidakjujuran semacam itu.
  • Atau mungkin, Ribka pernah memberitahunya, tetapi Ishak tidak percaya. Kemungkinan ini sepertinya kecil.
  • Mungkin juga sebenarnya Ishak tahu, tapi waktu itu ia sudah pikun. Bisa saja terjadi. Tetapi sepertinya tidak, jika membaca pembicaraan mereka.
  • Atau mungkin juga, Ishak sebenarnya tahu dengan jelas, tetapi dibutakan oleh karena sayangnya pada Esau.

Yang manakah kemungkinannya, yang jelas, Tuhan sudah pernah memberitahu Ribka mengenai hal itu, dan Ishak lebih memilih Esau karena cintanya. Karena ia sangat mencintai Esau, dan kurang suka kepada Yakub, maka ia melupakan (atau tidak mau tahu) rencana global Allah, dan berusaha mewujudkan keinginannya sendiri. Bukan KehendakMu yang jadi, melainkan kehendakku. Karena cintanya pada Esau, Ishak sudah melakukan tindakan melawan Tuhan.

Sebelum memberkati Esau, Ishak meminta sebuah permintaan terakhir (walaupun setelah itu ia masih hidup agak lama, tetapi hari itu ia toh tidak tahu kapan ia mati). Ia minta Esau menyiapkan sebuah makanan enak untuk ia nikmati sebelum ajalnya tiba4. Ishak berjanji akan berkati Esau setelah ia makan. Sialnya, Ribka mengetahui hal ini! Dalam hatinya, Ribka sangat ingin agar Yakub - anak yang sangat dicintainya - yang mewarisi berkat itu. Diam-diam ia menyuruh Yakub menyamar menjadi Esau sementara Esau masih sibuk mengejar-ngejar daging hidup untuk dihidangkan kepada ayahnya. Kebetulan Ishak sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Badan Esau berambut lebat, maka Ribka menempelkan kulit binatang beserta bulu-bulunya ke tangan dan leher Yakub, agar Ishak mengiranya sebagai Esau. Ribka sudah menipu suaminya sendiri. Betapa kacaunya keluarga ini. Semua berawal ketika kedua orang suami-istri ini punya anak favorit masing-masing.

Ribka pun berhasil. Ishak tidak tahu bahwa itu Yakub, lalu ia mewariskan berkat. Celakalah Esau! Sekarang, berkat yang seharusnya menjadi miliknya itu menjadi milik Yakub! Betapa terkejutnya Ishak ketika Esau pulang. Lho, tadi itu siapa!!? Maka Esau pun hanya bisa menangis meraung-raung, menyesal tak habis-habis, tanpa ada kesempatan lagi untuk meralat hal itu. Sambil menyesal, kebencian terhadap saudaranya mulai muncul. Bukan hanya Esau, Ishak juga sangat terpukul5. Apa yang menjadi harapan dan impiannya - Esau, orang yang ia cintai, yang ia inginkan untuk meneruskan berkat Tuhan - semuanya hancur berkeping-keping. Tetapi waktu tidak mungkin diputar mundur.

Mari belajar dari mereka

Melalui kisah orang-orang malang ini, kamu bisa belajar banyak. Apa saja?

  • Ketika kamu mencintai seseorang, cintamu haruslah cocok dengan rencana Tuhan. Ishak sudah pernah tahu (atau seharusnya tahu) bahwa Tuhan ingin Yakub yang mewarisi. Setidaknya, ia tidak boleh menentukan siapa pewarisnya hanya berdasarkan perasaan dan pikiran sendiri. Tetapi karena Ishak cinta buta kepada Esau, maka ia tidak lagi peduli dengan rencana Tuhan. Mungkin ia sudah lupa dengan rencana Tuhan. Mungkin ia merasionalisasikan tindakannya itu, Ah, mungkin yang dimaksud 'yang muda' itu adalah Esau. Pasti. Pasti dia.. Siapakah yang kamu cintai? Pacarmu? Mungkin sambil kamu mencintai pacarmu, kamu sedang melawan Tuhan. Cintamu terhadap seseorang bisa membuat kamu merasa bahwa ia adalah segalanya dalam hidupmu, kemudian lupa dengan rencana global Kerajaan Allah.

  • Ketika kamu mencintai secara berlebihan hingga lupa kepada rencana besar Allah, Tuhan akan didik kamu dengan keras. Mengapa? Karena ketika kamu mencintai seseorang yang memang ditetapkan dalam rencana Tuhan pun, kamu bisa melakukan hal yang melawan Tuhan. Abraham, Ishak, Yakub diajar Tuhan mengenai hal ini.

    • Abraham disuruh Tuhan mempersembahkan Ishak, anaknya satu-satunya, yang ia cintai (Kejadian 22:2). Kalimat ini sangat menusuk hati Abraham. Ismail sudah tidak ada. Sekarang Ishak? Waduh, mati aku!
    • Ishak harus kecewa berat karena bukan anak favoritnya yang dipilih Tuhan.
    • Yakub harus kehilangan Yusuf - anak yang paling ia cintai. Walaupun di akhir hidupnya ia bertemu lagi dengan Yusuf, tetapi ia menghabiskan bertahun-tahun hidupnya dalam kepedihan kehilangan anak yang paling ia cintai.

Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk membenci keluarga kita. Bukan artinya kamu harus membenci mereka secara menginginkan mereka mati, tetapi kamu haris mencintai mereka secara sewajarnya. Jangan sampai itu membutakanmu terhadap rencana global Kerajaan Allah. Ketika kamu mencintai seseorang secara berlebihan, mungkin Tuhan akan ambil dia darimu.

Kita juga bisa belajar dari kesalahan-kesalahan mereka masing-masing:

  • Ishak - Ia seharusnya tahu rencana Tuhan. Tuhan sudah memberitahu istrinya. Setidaknya, kalaupun ia tidak diberitahu, ia harus mencarinya. Tetapi karena gelap mata, ia melawan kehendak Tuhan dengan cara seperti ini. (Ishak juga tidak dengan baik memberitahu Esau mengenai istri-istrinya. Akibatnya adalah, Esau harus merasa terpukul karena ia baru tahu bahwa selama ini ayahnya tidak suka pada istri-istrinya.)
  • Ribka - Tuhan menghendaki Yakub yang meneruskan berkat itu. Kalau begitu, Ribka melakukan kehendak Tuhankah? Tidak, Ribka tidak lebih baik dari Ishak, walaupun rencana Tuhan diberitahukan pertama kali adalah kepadanya. Ribka hanya berusaha agar keinginannya sendiri - bukan keinginan Tuhan - yang terwujud, yaitu anak yang ia cintai mendapatkan berkat.
  • Esau - Konsep nilai yang salah, ia mengutamakan hal yang tidak utama, menganggap berkat Tuhan itu begitu remeh. Ia menganggap kenikmatan sesaat lebih penting daripada berkat Tuhan. Mengapa Esau sampai tidak mendapat bagian? Karena Esau tidak menghargai apa yang seharusnya dihargai. Jangan sampai kita menganggap bernilai sesuatu yang sebenarnya tidak bernilai. Ini akan mengakibatkan kita mengejar sesuatu yang kurang penting, sementara yang lebih penting kita abaikan.
  • Yakub - Ia menggunakan cara yang licik untuk mendapatkan berkat yang seharusnya bukan miliknya. Tidak heran ia akan banyak mengulangi cara-cara seperti ini dalam hidupnya kemudian, karena didikan Ribka yang seperti itu.

Hati-hati

Dalam menafsirkan kisah Ishak-Esau-Ribka-Yakub di atas, kita harus mengerti dengan kerangka pikiran yang benar: Apakah Tuhan benar-benar memberkati Yakub? Benar. Dengan kita melihat cara Yakub dan Ribka mendapatkan berkat Tuhan, apakah berarti Tuhan menyetujui cara mereka? Tidak. Ini bukan original plan. Allah selalu punya cara yang baik dan lurus untuk mewujudkan rencanaNya. Tetapi karena manusia seringkali hanya berpikir bagi dirinya sendiri, maka manusia sering gagal memenuhi rencana Allah. Tetapi apakah Allah gagal? Tidak. Semuanya tetap jadi.

Ini membuktikan bahwa Allah memilih Yakub bukan karena ia berjasa sesuatu. Cobalah lihat, bagian mana yang menunjukkan jasanya? Tidak ada. Ia adalah seorang penipu yang licik. Kurang ajar terhadap ayahnya. Juga menghina kakaknya. Juga, karena Allah sudah pilih Yakub sedari ia belum lahir, kita tidak bisa mengatakan apa-apa tentang jasa Yakub.

Apakah Ribka & Yakub sedang melakukan kehendak Tuhan? Tidak. mereka sedang berdosa. Tetapi kebetulan akibat dosa mereka ada bagian yang cocok dengan rencana Tuhan. Hanya ada satu bagian itu saja. Sisanya, rusak semua. Ribka & Yakub menerima akibat dosa mereka. Sampai hari mati mereka, tidak pernah bertemu lagi.


  1. Kejadian 16:15-16, Kejadian 25:1-6 - Ada anak-anak yang lain, tetapi bukan dari Sara. Berkat apa itu? Keseluruhan Alkitabmu berbicara mengenai hal ini. Mulai dari tanah perjanjian - yaitu tanah Kanaan, tempat Tuhan menaruh keturunan Abraham yang begitu banyak untuk dijadikan suatu bangsa yang kuat, yang memiliki hukum dan sistem pemerintahan yang kuat di bawah pimipinan Allah secara langsung. Waktu itu Tuhan menegakkan Kerajaan Allah secara fisik, untuk menjadi berkat bagi dunia ini. Bumi ini dihuni bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Mereka melakukan praktek-praktek dosa yang sangat jahat dan memalukan6. Tuhan memaksudkan, di antara bangsa-bangsa yang rusak seperti itu, ada satu bangsa yang mengenal Allah yang sejati. 

  2. Kejadian 21:12-13 - Walaupun Ismail bukan bagian dari rangkaian keturunan itu, tetapi karena Allah mengasihi Abraham, Allah tetap memberkati Ismail hingga menjadi bangsa yang besar. 

  3. Kejadian 21:14 - Walaupun Abraham sepertinya juga tidak rela Ismail tidak mendapatkan hak itu. Bagaimanapun juga, Ismail adalah anak pertamanya. Kalau benar seperti itu, bayangkan betapa beratnya hati Abraham ketika ia harus mengusir Ismail dan ibunya. 

  4. Kemungkinan hal ini dilakukan sebagai semacam upacara kecil sebelum memberikan berkat itu. 

  5. Melalui kisah selanjutnya, kita bisa menyimpulkan bahwa Ishak akhirnya menerima dengan besar hati rencana Tuhan untuk memberkati Yakub. 

  6. Waktu itu banyak ritual penyembahan yang mengorbankan anak-anak, juga pelacuran menyertai ibadah mereka. 

Tanggapan

Dave B.

Baca juga ini:

http://www.olliverlyle.com/Offsite/amerika3.htm

http://mengenal-islam.forumphp3.com/viewtopic.php?f=33&t=424

Tuhan Yesus memberkati bangsa Indonesia. Amin

sardiman

menarik sekali ulasan bapak tetang keluarga ishak ini pak, saya jadi mulai mengerti mengenai tancangan Tuhan pak, sebelumnya pak, mungkin saja ribka pilih kasih karena dia tidak senang dengan istri esau pak, karna pada kejadian 26:35 dan kejadian 28 terlihat bahwa ya karena istri esaulah ketidaksukaan dari ribka. hehehehehehehehehehehehehe itu sih menurut saya bapak, saya juga mau belajar tentang Alkitab sih pak

Beri tanggapan