Search form

5 roti dan 2 ikan: Apakah matematika Tuhan berbeda?

Benarkah bagi Tuhan 5 + 2 = 5000?

Pendeta
Matematikanya Tuhan itu berbeda, saudara-saudara. Bagi kita, 5 + 2 = 7. Tetapi bagi Tuhan, 5 + 2 = 5000. Karena dari 5 roti dan 2 ikan, Tuhan bisa memberi makan 5000 orang laki-laki.

Seringkali pendeta berkotbah mengutarakan sesuatu yang sebenarnya ia tidak mengerti. Benarkah matematika Tuhan berbeda?

Saya meyakini bahwa pengetahuan matematika yang kita terima hari ini adalah bersumber dari Allah. Dengan demikian, matematika Tuhan memang lebih sempurna dan lebih lengkap dari yang kita pelajari. Tetapi, tidak berarti bahwa Tuhan memiliki matematika yang sama sekali berbeda dengan itu. Memang pengetahuan Tuhan lebih sempurna, tetapi pengetahuan yang kita terima akan kebenaran, adalah merupakan bagian dari pengetahuan Tuhan yang sempurna itu. Saya menggambarkan cara berpikir pendeta tersebut adalah seperti diagram di bawah ini. Pengetahuan matematika Allah dan manusia terpisah sama sekali. Jadi semuanya berbeda total.

Perbandingan matematika Allah dan manusia

Atau, minimal seperti ini. Ada bagian matematika Allah yang sama dengan yang dimiliki manusia, tetapi ada juga yang berbeda total.

Perbandingan matematika Allah dan manusia

Namun, bagi saya, matematika manusia adalah merupakan bagian dari matematika Allah. Sehingga pengetahuan matematika yang manusia miliki adalah milik Tuhan juga, tetapi ada banyak pengetahuan yang manusia juga belum miliki.

Perbandingan matematika Allah dan manusia

Kalau begitu, bagaimana kita memahami masalah 5 roti dan 2 ikan itu?

Apakah ini penjumlahan?

Kisah 5 roti dan 2 ikan ini dicatat dalam injil, dan yang paling sering dikutip adalah dari Yohanes 6. Ketika ada 5000 orang (minimal) mengikuti Tuhan Yesus, bagaimana menyediakan makanan untuk mereka? Maka Tuhan Yesus menerima roti dan ikan dari seorang anak kecil. Setelah itu, Tuhan Yesus mengucap syukur dan membagi-bagikannya, dan ajaibnya, semua orang kenyang, bahkan masih ada sisa 12 bakul. Apakah ini berarti 5 + 2 = 5000 seperti kata pendeta di atas?

Apa yang dikatakan pendeta itu sangat berbahaya. Jika 5 + 2 = 5000, berarti Yohanes murid Tuhan Yesus seharusnya cepat meninggal, karena harus menggembalakan 5000 gereja. Kenyataannya, Yohanes menggembalakan hanya 7 gereja (Wahyu 1:4).

Mengapa pendeta tersebut mengatakan bahwa matematika Tuhan adalah 5 + 2 = 5000? Karena ia salah mengasumsikan bahwa itu adalah penjumlahan.

Kalau bukan penjumlahan, lalu apa?

Mari kita perhatikan apa yang terjadi.

  1. Pertama-tama, hanya ada 5 roti dan 2 ikan.
  2. Tuhan Yesus mengucap syukur dan membagi-bagikannya.
  3. Orang-orang itu makan dan menjadi kenyang. Jumlah mereka kira-kira 5000 laki-laki. Kemungkinan lebih, karena mungkin ada banyak perempuan dan anak-anak kecil yang ikut juga. Jadi, jumlahnya lebih dari 5000 orang.
  4. Setelah selesai, sisanya adalah 12 bakul.

Jadi, setelah Tuhan Yesus membagikannya, ternyata mampu mengenyangkan lebih dari 5000 orang, dengan sisa 12 bakul. Berarti ada suatu proses mengubah 5 roti dan 2 ikan yang sedikit hingga bisa mengenyangkan perut 5000 orang lebih.

Prosesnya seperti apa? Kita tidak tahu. Ini namanya mujizat. Dalam matematika, proses yang kita tidak tahu ini bisa dinyatakan sebagai fungsi.

Menyatakan dengan fungsi

Untuk memodelkan peristiwa tersebut, kita harus menyatakan masing-masing unsur sebagai variabel.

  • Jumlah roti rata-rata yang dimakan tiap orang adalah x,
  • Jumlah ikan rata-rata yang dimakan tiap orang adalah u,
  • Jumlah roti sisa rata-rata per bakul adalah y,
  • Jumlah ikan rata-rata per bakul adalah v,
  • Fungsi f(x) adalah fungsi yang membuat x roti dapat mengenyangkan orang dalam jumlah tertentu,
  • Fungsi g(x) adalah fungsi yang membuat x ikan dapat mengenyangkan orang dalam jumlah tertentu.

Dengan demikian rumusan mujizat pada peristiwa itu adalah:

f(5) > 5000x + 12y
g(2) > 5000u + 12v

Yang dibaca sebagai:

Dengan 5 roti, bisa mengenyangkan lebih dari 5000 orang dengan sisa 12 bakul.
Dengan 2 ikan, bisa mengenyangkan lebih dari 5000 orang dengan sisa 12 bakul.

Menggunakan fungsi vektor

Dengan menganggap bahwa jumlah roti rata-rata yang dimakan tiap orang adalah a roti dan b ikan, maka ini bisa dinyatakan sebagai vektor. Roti dinyatakan sebagai r, sementara ikan dinyatakan sebagai i.

  • Jumlah roti dan ikan rata-rata dimakan tiap orang dimisalkan sebagai x = ar + bi.
  • Jumlah roti dan ikan rata-rata dari tiap bakul juga dimisalkan sebagai y = pr + qi.
  • Kondisi awalnya adalah 5r + 2i, maka bisa dinyatakan sebagai:

f(5r + 2i) > 5000x + 12y

Yang bisa dibaca sebagai:

Dengan 5 roti dan 2 ikan, dapat mengenyangkan lebih dari 5000 orang dengan sisa 12 bakul.

Jadi, kalau kamu suatu hari menjadi pendeta (atau sekarang sudah), silahkan berikan rumusan itu kepada anggota jemaat gerejamu, agar mereka tidak menjadi bodoh. Kalau setelah itu mereka merasa diri bodoh, itu tidak apa-apa, daripada mereka harus benar-benar menjadi bodoh dengan mengatakan 5 + 2 = 5000.

Tanggapan

Fan

Analisa yang menarik...

Masalahnya, gak semua jemaat melek matematika...

Kalo hitungan ini dipaparkan di depan mimbar... weleh2, bakalan pusing lima ribu keliling dah para jemaat yang mencoba memahaminya... hehehe :D

Mungkin lebih baik dijelaskan saja bahwa 5 + 2 ~ 5000, yang berarti ada 5 roti + 2 ikan.. ada proses, yaitu mukjizat, yang menghasilkan 5000... kalo seperti itu barangkali cukup bisa dipahami oleh SEMUA jemaat..

GBU

Ari

Benar juga ya. Terimakasih atas sarannya, saudara/saudari Fan.

Rahayu Setiawat...

Anda punya talenta matematika yang luar biasa, saya percaya itu bisa dikembangkan bagi kerajaan Allah. KEmampuan Anda tersebut ibarat lima roti dan dua ikan yang akan dilipatgandakan Allah menjadi berkat berlimpah bagi orang lain, aminnn GBu

Ari

Terima kasih, saudari Rahayu, saya berharap juga demikian, agar Allah semakin dimuliakan dalam segala bidang kehidupan.

GBU.

Diaz

Mungkin anda sendiri mengerti maksud pendeta itu namun sebagai pemaham matematika anda kurang setuju dengan dalil yang meminjam istilah dalam matematika yang dilontarkan oleh pendeta. Semoga kita bisa memaklumi karena kita orang-orang yang belajar dan mencoba bersifat seperti Kristus dengan damai sejahteraNya. GBU

Donny

Ah, untuk apa anda menjelaskan matematika Tuhan dengan cara matematika manusia. Tadi kan sudah anda sebutkan bahwa matematika manusia sangat kecil dibanding matematikaNya Tuhan. Matematika manusia tidak akan pernah mengerti dan mengimbangi matematika Tuhan.

Beri tanggapan