December 2009

Kesesatan Generalisasi

Anton
Semua orang pasti suka kalau diberi uang.
Badi
Kok tahu? Kamu sudah tanya semua orang?
Anton
Belum.
Badi
Lha kok tahu?
Anton
Tahu dong. Dari saya kecil sampai hari ini, setiap orang yang saya temui suka kalau diberi uang.
Badi
Kamu sudah ketemu semua orang? Kan belum.
Anton
Memang belum. Tapi saya pikir semua orang pasti seperti itu juga.

Banyak sekali kepercayaan kita yang sebenarnya adalah hasil dari penalaran semacam itu. Penalaran semacam itu disebut sebagai generalisasi.

Kesesatan Pengecualian

Ketika kita berhasil membuat generalisasi, kita harus tetap menyadari bahwa kasus-kasus tertentu mungkin tidak cocok dengan generalisasi kita. Misalnya, ketika kita pikir semua kuda meringkik, kita harus menyadari juga bahwa ada kemungkinan kuda yang tidak meringkik. Kasus seperti ini disebut pengecualian. Jika generalisasinya sangat kuat, maka pengecualiannya disebut sebagai anomali atau keanehan.

Serba Salah: Ketua Panitia

Pernahkah kamu diminta melakukan pekerjaan tertentu, dan kamu tidak berhasil berargumen untuk menolaknya? Setelah itu kamu berpikir, Seandainya dulu aku bilang begini, mungkin akan berhasil..., Mungkinkah akan berhasil? Saya pikir tidak. Karena kamu sedang berhadapan dengan kehendak orang, dan kehendak itu mampu memanipulasi rasio untuk mengendalikan segala sesuatu sesuai keinginannya.

Fahmi
Joni, kamu jadi ketua panitia ya.
Joni
Sebaiknya jangan. Aku sudah sering jadi ketua.
Fahmi
Justru itu, karena kamu sudah sering, maka kamu lebih berpengalaman. Sudahlah, aku catat namamu sebagai ketua.
Joni
...
Credits: 

Kita semua mengerti logika

Joko
Bomi, kamu dari kampung mana?
Bomi
Aku dari kampung Duri.
Joko
Semua orang dari kampung Duri pasti bodoh.
Bomi
Jaga mulutmu. Kamu sudah menghina aku.
Joko
Mengapa kamu merasa terhina? Aku kan tidak menghinamu.

Lho, bukankah Joko tidak mengatakan Bomi bodoh? Mengapa Bomi harus tersinggung?

Mengapa mempelajari logika?

Banyak ilmu yang kita pelajari, sebenarnya secara alami kita sudah melakukannya. Sebelum kamu belajar ilmu mengenai olah raga, kamu sudah berlari-lari, loncat-loncat, bergelantungan, dan dihajar orang tuamu karena berlari-lari hingga menjatuhkan pot mahal berisi tanaman Adenium. Sebelum kamu belajar teori musik, kamu sudah bernyanyi hingga dimaki-maki tetangga sebelah. Lalu, kalau sudah bisa, untuk apa mempelajari ini semua?

Kita perlu mempelajari ilmu logika, karena:

  • Kemampuan alami kita sangat tidak tajam.

Apa itu logika?

Carilah definisi logika di google, kamu akan menemukan definisi yang bermacam-macam. Membuat definisi tidak mudah. Tetapi jika kita sarikan, sebagian besar definisi logika berbicara mengenai cara berpikir. Maka dalam e-buku ini saya memberikan definisi sederhana sebagai berikut.

Logika
Aturan-aturan mengenai bagaimana menarik kesimpulan yang sah dari sejumlah informasi.
Ilmu logika
Ilmu yang mempelajari aturan-aturan untuk menarik kesimpulan yang sah dari sejumlah informasi.

Saya membedakan antara logika dengan ilmu logika.

Yang aneh lebih seru

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Bumi belum berbentuk dan kosong.
Gelap gulita menutupi samudera raya,
dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
- Kejadian 1:1 ITB

Menurutmu, mengapakah Bumi belum berbentuk, dan mengapa gelap gulita menutupi samudera raya? Apakah:

  • Karena waktu Allah selesai menciptakan langit dan bumi, setan bernama Lucifer yang sudah dibuang ke Bumi mengacau dan memporak porandakan seluruh alam ciptaan Allah? Lalu ia berkuasa atas bumi ini sehingga gelap gulita menutupi samudera raya?
Credits: 

Ecological Fallacy

Kesesatan ekologikal berbentuk seperti ini:

Kesesatan Ekologikal
x adalah anggota P
P secara keseluruhan bersifat y
x bersifat y
Umur rata-rata orang Indonesia lebih tinggi 10 tahun daripada umur rata-rata orang Uganda. Hasan orang Indonesia, Marganda orang Uganda. Pasti Hasan akan berumur lebih panjang daripada Marganda.

atau

- Dialog - Budi : Hasan, kamu anak SMA U ya? Hasan : Iya. Budi : Wah, hebat.

Spotlight Fallacy

Ada bentuk khusus dari biased sample, yang disebut Spotlight Fallacy. Kesesatan ini sering terjadi ketika kamu melihat berita yang sedang hangat di TV maupun majalah.

Setelah melihat berita kerusuhan di Jakarta
A
Saya tidak akan pernah ke Indonesia.
B
Kenapa?
A
Orang Indonesia garang dan buas.

Media sering menciptakan gambaran yang bias tentang seseorang atau suatu daerah. Mengapa? Bukan karena media bermaksud seperti itu.